NewsTicker

Jabhat Al-Nusra Provokasi Turki untuk Serang Suriah

Senin, 07 Maret 2016

DAMASKUS, ARRAHMAHNEWS.COM – Sekolompok teroris di Suriah, menembaki daerah Turki dalam upaya nyata untuk memprovokasi respon yang dapat menyebabkan Ankara mengirim pasukan ke dalam Suriah, menurut pusat gencatan senjata Rusia di Suriah.

“Pada 6 Maret 2016 beberapa militan dari kelompok teror Jabhat Al-Nusra berulang kali menembakkan mortir ke wilayah Turki dari daerah dekat pemukiman Suriah Metishli”, Letnan Jenderal Sergey Kurylenko, Kepala Pusat Rekonsiliasi, mengatakan pada hari Minggu (6/03).

“Tindakan para militan bertujuan untuk memprovokasi militer Turki membalas tembakan dan membawa pasukan mereka ke Suriah, dengan demikian proses perdamaian akan terganggu”, tambah Kurylenko.

Dia juga menyatakan bahwa teroris ISIS (IS, sebelumnya Daesh/ISIL) terlihat ditempatkan dekat Nusaybin pemukiman di Turki, sekitar 1,5 km dari perbatasan Suriah.

Menurut informasi Center kelompok-kelompok ini sedang mempersiapkan serangan ke Qamishli, yang terletak di wilayah Suriah yang telah dikuasai oleh pasukan Kurdi Suriah.

Kepala Pusat Rekonsiliasi Rusia juga mengatakan bahwa teroris berupaya menuduh tentara Suriah dengan berbagai pelanggaran gencatan senjata.

“Bentrokan antara dua kelompok bersenjata yang difilmkan oleh teroris di dekat pemukiman Narb-NAFSA di provinsi Hama. Digunakan untuk menuduh tentara Suriah atas pelanggaran kesepakatan gencatan senjata”.

Menurut siaran pers resmi dari Rekonsiliasi Pusat Rusia pada tanggal 6 Maret, mereka terus menerima aplikasi gencatan senjata, untuk berpartisipasi dalam pembahasan konstitusi baru Suriah dari perwakilan oposisi.

“Dalam 24 jam terakhir, perjanjian awal dengan enam kota yang terletak di provinsi Damaskus telah dicapai. Jumlah kota, yang bergabung dalam perjanjian gencatan senjata, tetap 42 kota. Tiga puluh formulir aplikasi gencatan senjata telah ditandatangani dengan para pemimpin kelompok bersenjata”.

Sergey Kurylenko juga menyatakan bahwa situasi di lapangan tetap stabil, hanya 15 pelanggaran gencatan senjata yang terdaftar selama 24 jam terakhir dan empat warga sipil terluka dalam serangan ke wilayah yang dihuni oleh pasukan pemerintah di Damaskus.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa untuk merusak gencatan senjata, militan ISIS berupaya meluncurkan headhunter dengan menculik warga sipil dan pemimpin administrasi kota Suriah, serta komandan lapangan dari oposisi “moderat”, yang telah menandatangani perjanjian gencatan senjata. Pusat Rekonsiliasi Rusia juga mengatakan akan membantu dalam memberikan keamanan untuk orang-orang ini. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: