NewsTicker

Kantor di Istanbul Disita Erdogan, Today’s Zaman Beroperasi dari Jerman

Selasa, 08 Maret 2016

BERLIN, ARRAHMAHNEWS.COM – Surat kabar terlaris Turki, Today’s Zaman, akan melanjutkan operasi mereka dari Jerman setelah kantor mereka di Turki diambil alih secara paksa oleh pemerintah. Hal ini diungkap oleh pimpinan redaksi Today’s Zaman yang baru), Zaman Almanya.

“Sampai hari ini kami mencetak versi Zaman yang tidak ada hubungannya dengan Zaman di sana (di Turki) karena yang disana telah secara paksa diambil alih oleh negara,” ungkap pemimpin redaksi Zaman Almanya (Zaman Jerman), Suleyman Bag, dalam wawancara dengan Reuters, Senin (07/03). (Baca juga: 1.845 Kasus “Penghinaan” Erdogan Dibuka di Turki)

Edisi hari Senin dari harian yang berbasis di Jerman itu menampilkan halaman depan dengan warna hitam dimana diatasnya terdapat tulisan “konstitusi dihapuskan” sebagai headline. Harian tersebut kini memiliki sekitar 14.000 pelanggan di Jerman yang merupakan rumah bagi tiga juta orang Turki.

Situs surat kabar oposisi itu pada hari Senin memasang gambar seorang wanita yang meletakkan tangan di wajahnya yang bersimbah-darah di depan kantor utama surat kabar di Istanbul, yang diserbu oleh otoritas Turki pada hari Jumat untuk menegakkan putusan pengadilan untuk menyitanya dan menjalankan media itu atas nama pengelolaan wali. (Baca juga: Protes Anti Erdogan Meluas, Bentrok di Diyarbakir Tak Terhindarkan)

“Kami akan mencetak surat kabar independen. Kami masih belum membahas pertanyaan tentang bagaimana kami akan melakukannya. Ini adalah tantangan baru bagi kami,” tambah Bag.

Pengambilalihan surat-kabar itu memicu protes nasional besar-besaran, dimana polisi membubarkan demonstrasi itu dengan meriam air dan gas air mata. (Baca juga: Membongkar Permainan Busuk Turki di Suriah)

Zaman, yang selama ini selalu mengkritisi Presiden Recep Tayyip Erdogan, memperingatkan masyarakat akan terjadinya “hari paling gelap” dalam sejarah pers Turki di edisi terakhirnya sebelum kemudian diambil alih pemerintah. Edisi berikutnya, (setelah diambil pemerintah) harian itu menampilkan gambar Erdogan memegang tangan seorang wanita tua di halaman depan.

Sejumlah besar kelompok HAM dan pejabat Uni Eropa mengecam penyitaan yang dilakukan pemerintahan Erdogan tersebut. Mereka mengatakan hal itu itu sangat melanggar kebebasan pers. Kepala urusan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini dan Presiden Prancis Francois Hollande adalah salah satu kritikus atas pengambilalihan tersebut. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: