NewsTicker

“Kota Pengungsi” Ambisi Erdogan Untuk Realisasikan Zona Penyangga

Selasa, 8 Maret 2016

ANKARA, ARRAHMAHNEWS.COM – Saran terakhir Recep Tayyip Erdogan tentang pembangunan ‘kota pengungsi’ di perbatasan Suriah hanya tabir asap, yang menyembunyikan niat sejatinya, di antaranya adalah mendorong terbentuknya zona penyangga dan penutup udara untuk melindungi pemberontak “moderat”, kata media Jerman .

Menjelang KTT darurat Turki-Uni Eropa terkait masalah krisis pengungsi, yang saat ini sedang berlangsung di Brussels, pemimpin Turki datang dengan saran membangun sebuah “kota pengungsi.” Namun, kota ini akan berlokasi dekat perbatasan Turki, di dalam wilayah Suriah, Sputnik melaporkan.

“Saya akan memberitahu Anda sesuatu, Apa itu? Kami menemukan sebuah kota di utara Suriah”, kata Erdogan dalam pidato di Istanbul akhir Jumat lalu.

Presiden Turki mengatakan ia bahkan telah membahas gagasan itu dengan Presiden AS Barack Obama, namun “belum membuahkan hasil”.

Jerman Zeit Online yakin bahwa saran Erdogan adalah “tabir asap” yang menyembunyikan maksud presiden Turki yang sebenarnya.

Ludwig Greven dalam artikelnya yang dimuat di Seit Online, mempertanyakan usulan Erdogan, “siapa yang akan mengontrol wilayah itu?”. Apakah akan dijalankan oleh Presiden Suriah Bashar al-Assad, atau akan dikendalikan oleh salah satu dari berbagai kelompok pemberontak, atau di bawah kendali Kurdi Suriah.

Atau mungkin Turki sendiri yang ingin mengontrolnya? Namun, ini jelas-jelas melanggar hukum internasional, tegas Ludwig Greven.

Atau pemukiman pengungsi berada dalam perlindungan internasional, mirip dengan zona yang dilindungi PBB di Bosnia selama perang Bosnia? Namun, penulis menambahkan ini tidak mungkin bisa diterapkan di Suriah, mengacu pada daerah aman Srebrenica.

motif Erdogan sebenarnya menurut penulis, hanya sebuah propaganda, keinginan untuk menunjukkan bahwa negaranya bersedia untuk berbuat lebih banyak dalam menyelesaikan krisis pengungsi, namun kali ini di wilayah negara lain.

Idenya juga terdengar sebagai upaya lain untuk mendorong zona penyangga di wilayah Suriah di sepanjang perbatasan dengan Turki, yang Erdogan telah berusaha cukup lama untuk merealisasikannya.

Jika kota tersebut dibangun, koalisi pimpinan AS tidak lagi menentang zona larangan terbang, yang pada gilirannya, akan memberikan perlindungan udara untuk “pemberontak moderat” dalam pertempuran melawan Presiden Assad, menurut penulis.

Motif lain adalah upaya mengganggu niat Kurdi Suriah, yang dianggap teroris oleh Ankara dan yang didukung baik oleh Rusia dan Amerika Serikat.

“Itu adalah ketakutan terbesar Erdogan bahwa setelah Irak Utara, daerah otonomi Kurdi muncul di Suriah yang akan mempengaruhi Kurdi Turki untuk menuntut hal yang sama untuk diri mereka sendiri”, kata Ludwig Greven. [ARN]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: