NewsTicker

Arab Saudi Diam-Diam Lakukan Pembicaraan Rahasia Dengan Houthi Untuk Akhiri Perang

Rabu, 9 Maret 2016

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Sebuah surat kabar yang berbasis di London mengatakan Arab Saudi telah mengadakan pembicaraan rahasia dengan gerakan revolusioner Houthi dan setuju untuk negosiasi lebih lanjut di ibukota Yordania.

Surat kabar Rai al-Youm koran yang didirikan oleh tokoh jurnalis Palestina Abdul Bari Atwan, melaporkan pada hari Selasa (8/03) bahwa kedua belah pihak dapat mengadakan perundingan berikutnya dalam seminggu ke depan.

Menurut koran itu, utusan khusus PBB untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmed telah memberitahu Sekretaris Jenderal PBB untuk urusan politik Jeffrey Feltman terkait surat rahasia. harian itu juga mengatakan telah menerima salinan surat itu.

Dua pejabat senior Houthi yang dikonfirmasi Reuters mengatakan bahwa delegasi Houthi yang berada di Arab Saudi sedang melakukan pembicaraan untuk mengakhiri perang Yaman.

Dua delegasi Houthi tiba pada hari Senin (7/03) atas undangan pemerintah Saudi, setelah seminggu melakukan pembicaraan terkait persiapan rahasia, kata dua pejabat itu.

Dua pejabat yang tidak disebutkan namanya mengatakan delegasi Houthi di Arab Saudi dipimpin oleh Mohammed Abdel-Salam, yang merupakan penasihat senior untuk pemimpin Houthi Abdel-Malek al-Houthi.

Tahun lalu, Abdel-Salam delegasi Houthi dalam pembicaraan di Oman meletakkan dasar untuk pembicaraan yang disponsori PBB di Swiss.

Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud dilaporkan mengawasi pembicaraan yang diperakarsai oleh Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi.

Sementara, Houthi menyatakan bahwa perundingan harus diadakan dengan Saudi sebagai musuh utama mereka dalam perang, dan tidak dengan Hadi.

Bulan lalu, juru bicara militer Saudi Brigjen Ahmed Asiri mengakui bahwa kerajaan terjebak dalam “perang statis” terhadap Yaman.

Pekan lalu, Dewan Keamanan PBB menyatakan kekhawatiran atas semakin memburuknya krisis di Yaman, mengatakan sedang mempertimbangkan sebuah resolusi untuk menekan pengiriman bantuan lebih banyak dan melindungi rumah sakit dari seranganbrutal Saudi.

Rupert Colville, juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan PBB sedang menyelidiki penggunaan amunisi yang dilarang di Yaman, termasuk bom cluster.

Bulan lalu, Parlemen Eropa mengeluarkan resolusi yang menyerukan negara-negara anggota Uni Eropa untuk menghentikan penjualan senjata ke Arab Saudi.

Kelompok hak asasi manusia menyerukan Presiden Barack Obama untuk mengikuti parlemen Uni Eropa dan memberlakukan embargo senjata terhadap kerajaan.

Setidaknya 8.400 orang, di antaranya 2.236 anak-anak, telah tewas sejauh ini dan 16.015 lainnya terluka. [ARN]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: