NewsTicker

Ahli Senjata Kimia ISIS Ditangkap di Irak

Kamis, 10 Maret 2016

BAGHDAD, ARRAHMAHNEWS.COM – Para pejabat intelijen Irak mengatakan ahli senjata kimia ISIS, yang bertanggung jawab untuk mengembangkan senjata kimia ditangkap dalam serangan gabungan di utara Irak.

Dua pejabat Irak yang namanya tidak disebutkan, telah mengidentifikasi seorang militan Takfiri sebagai Sleiman Daoud al-Afari yang bekerja untuk mengembangkan senjata kimia dan biologi. (Baca juga: Rusia; Teroris Gunakan Senjata Kimia (CWAs) di Suriah dan Irak)

Afari yang berusia sekitar 50 tahun, ditangkap dalam sebuah operasis serangan di dekat kota Tal Afar. Para pejabat mengatakan bahwa ia adalah kepala penelitian dan pengembangan senjata kimia, TV Al Sumaria melaporkan.

ISIS yang mengendalikan sebagian Irak, dilaporkan sedang berusaha memproduksi senjata kimia dan diyakini telah membentuk unit khusus untuk penelitian senjata kimia. Ilmuwan Irak yang bekerja mengembangkan senjata kimia dan biologi di era Saddam serta ahli asing, diduga bekerja untuk kelompok teroris ISIS saat.

Para pejabat Irak prihatin tentang upaya teroris ISIS yang beroperasi dan menyembunyikan laboratorium kimia di daerah di bawah kendali mereka. (Baca juga: FAKTA, Menurut Ahli Senjata Kimia ISIS Gunakan Gas Mustard di Aleppo)

Para militan terbukti telah menggunakan bahan kimia di medan perang di Irak dan tetangga Suriah. Namun, para ahli mengatakan kelompok teror tidak bisa meluncurkan serangan senjata kimia karena membutuhkan peralatan yang tepat, bahan dan rantai pasokan yang cukup dari bahan kimia.

Menteri Pertahanan Irak Khaled al-Obaidi menekankan bahwa kelompok teroris ISIS tidak memiliki “kemampuan kimia”, dan menambahkan bahwa serangan mereka hanya dimaksudkan untuk “menghancurkan moral pejuang kita.”

Teroris ISIS telah melancarkan serangan di Irak pada bulan Juni 2014 dan menguasai sejumlah besar wilayah di Irak. Para militan telah melakukan kejahatan keji terhadap semua kelompok etnis dan agama di negara itu, termasuk Syiah, Sunni, Kurdi, dan Kristen. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: