News Ticker

Erdogan Sembelih Warga Turki Untuk Lakukan Pembalasan Pada Kurdi; VIDEO

Selasa, 15 Maret 2016

ANKARA, ARRAHMAHNEWS.COM – Pada hari Jumat 11 Maret, kedutaan Amerika di Turki memperingatkan warga Amerika dari “potensi serangan teroris yang akan menarget gedung-gedung pemerintah Turki dan perumahan” di daerah Bahcelievler, Ankara.

Kemarin, sebuah bom mobil meledak hanya beberapa kilometer jauhnya dari gedung pengadilan dan bekas kantor perdana menteri, yang menewaskan 37 orang dan melukai 125 lainnya.

Pengadilan Turki menutup akses ke media sosial dalam rangka untuk menekan berbagi rekaman dan cakupan dari TKP. Ini terjadi kurang dari sebulan setelah pemboman lain di Ankara, yang menewaskan 29 orang, dan segera setelah wawancara dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov disiarkan, di mana ia mengatakan bahwa Rusia memiliki bukti bahwa pasukan Turki telah menyeberangi perbatasan ke Suriah.

Peristiwa ini datang pada malam dimulainya kembali perundingan damai Suriah di Jenewa dan pengumuman oleh Putin bahwa Rusia akan mulai menarik pasukannya dari Suriah.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu. Juru bicara Kongres Nasional Kurdistan, Selahattin Soro menyatakan bahwa PKK (Partai Pekerja Kurdistan) tidak terlibat dalam serangan itu, dan menegaskan bahwa PKK tidak menargetkan warga sipil – mereka menargetkan orang-orang yang menindas rakyat biasa – dan menambahkan bahwa pemerintah Turki akan menggunakan ini sebagai dalih untuk campur tangan dalam urusan negara-negara tetangga (yaitu Suriah dan Irak), dan menyerang Kurdi.

Dalam waktu kurang dari 24 jam Kementerian Dalam Negeri Turki mengumumkan bahwa mereka akan mengumumkan “organisasi teroris” yang bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri yang mematikan itu. Bisa ditebak, mereka bernama PKK dan jet Turki mulai membom posisi PKK di Irak utara (di mana hingga 2.000 tentara Turki secara ilegal telah dikerahkan ke sana). Hal ini selaras dengan sumpah Erdogan yang akan membawa terorisme “bertekuk lutut” dan mengatakan Turki “tidak pernah menyerah menggunakan haknya untuk membela diri. “

Seorang pejabat keamanan Turki yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan kepada Reuters bahwa mobil yang digunakan dalam serangan itu datang dari Viransehir dari daerah tenggara yang sebagian besar dihuni oleh etnis Kurdi.

Penyelidikan sementara mengatakan bahwa bahan peledak yang digunakan sama dengan yang digunakan dalam serangan sebelumnya pada 17 Februari. Dalam serangan sebelumnya, Kurdistan Freedom Hawks (TAK) mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, kelompok bayangan yang tidk memiliki keterkaitan dengan PKK.

Bom_Mobil_Ankara

Salah satu dugaan ‘pelaku bom bunuh diri’ telah diidentifikasi sebagai Seher Cagla Demir, seorang perempuan anggota PKK yang telah diadili karena keanggotaan PKK dan “menyebarkan propaganda teroris” (dengan kata lain, memberitahu orang-orang tentang tindakan genosida yang dilakukan oleh militer Turki di kota Kurdi, mungkinkah?).

Pihak kepolisian Turki mengatakan bagian tubuh dan sidik jari Seher Cagka Demir teridentifikasi di lokasi kejadian. surat kabar oposisi Cumhuriyet membantah rumor bahwa Demir telah bekerja untuk mereka sebagai wartawan lepas. Mereka bahkan tidak bekerja dengan freelancer. Kepala surat kabar itu, Ayse Sayin mengancam akan menuntut mereka yang membuat tuduhan itu, dan mengatakan, “Ini adalah kampanye propaganda hitam terhadap surat kabar kami”, yang ingin melihat reputasi Cumhuriyet menghitam? Ada jawaban sederhana, bahwa mereka merasa begitu terancam atas terbongkarnya dukungan Turki terhadap ISIS dan realitas kampanye militer Turki terhadap suku Kurdi, hingga berakhir pada penangkapan dua wartawan mereka atas tuduhan pengkhianatan?

PM Turki Davotoglu mengatakan ini, “Tes DNA sedang dilakukan atas dua potongan tubuh yang tersisa, tapi ada kepastian lengkap salah satunya milik pembom bunuh diri”.

Menurut Daily Sabah, tersangka kedua adalah “warga negara Turki yang memiliki hubungan dengan gerilyawan Kurdi”. Namun, Deputi PM Numan Kurtulmus mengatakan: “Potongan kaki itu … belum diidentifikasi saya mendorong wartawan untuk bersabar dan menunggu hasil pemeriksaan medis forensik”.

Sekarang mari kita berpikir tentang ini. Pemerintah Erdogan tidak merahasiakan kebenciannya terhadap Kurdi di Turki dan Suriah serta Irak, dan sangat membutuhkan pembenaran “moral” untuk melanjutkan serangan brutal terhadap mereka. Lalu seperti sulap, serangkaian bom meledak di kota Turki, membunuh banyak orang Turki yang tidak bersalah, dan pemerintah Erdogan segera dan tanpa bukti nyata, menyalahkan Partai Pekerja Kurdi dan milisi Kurdi Suriah, sangat mencurigakan bukan?

Tentu saja ini semua omong kosong, alur cerita yang seluruhnya dibuat dirancang untuk melayani niat busuk pemerintah Erdogan terhadap Kurdi. Dalam cerita ini kita diminta untuk percaya bahwa di samping jalan umum yang sibuk di Ankara, dengan lahan parkir yang luas, tidak mungkin pelaku bom mobil hanya memarkir mobil dan meledakkan sementara mereka berada di jarak yang aman.

Tidak ada memang, pemerintah Erdogan  menggunakan ‘bom bunuh diri’ hanya untuk  mengutuk musuh terpilih sebagai ‘ekstrimis gila yang bahkan tidak peduli tentang kehidupan mereka sendiri’. Respon yang tepat atas klaim yang menggelikan!.

Tapi tentu saja, pemerintah Erdogan bermaksud sepenuhnya untuk melanjutkan dongen leluconnya itu. “Anti-teror” serangan dalam menanggapi pemboman itu telah menyebabkan penangkapan oportunistik dari 79 orang (termasuk 9 anak di bawah umur), hanya 11 di antaranya ditangkap sehubungan dengan serangan itu.

Kepolisian Turki mengatakan, “PKK dan Uni Demokratik Kurdi Suriah ingin mengubah Turki menjadi lautan darah pada 20 Maret mendatang”, kata pernyataan itu, seperti yang dikutip surat kabar [Cumhuriyet].

Hmm, kita bertanya-tanya bagaimana mereka tahu itu! Jelas, Erdogan dan penangan dalam intelijen Turki ingin mengubah Turki menjadi seorang fasis dan negara totaliter yang ingin menggiring opini publik terhadap invasi Suriah.

Wakil ketua pertama dari Komite Keamanan dan Pertahanan Rusia, Franz Klintsevich memiliki penjelasan yang jauh lebih masuk akal apa tujuan dari pemboman itu, Turki sedang ‘memprovokasi’ untuk mengejar invasi militer di Suriah.

“… Turki secara harfiah mendorong untuk melakukan intervensi militer di Suriah,” RIA Novosti mengutip statmen Franz Klintsevich.

Jadi seperti biasa dengan serangan teror seperti itu, pertanyaannya apa ‘yang diuntungkan dari pembom ini?’ Jawabannya jelas, Erdogan dan orang-orang menggunakan pemboman itu untuk  menyerang Kurdi di Turki, Suriah dan Irak. [ARN]

Iklan
  • Wajah Kerajaan Arab Saudi
  • Jokowi lawan Hoaks
  • #TelkomProIntoleran

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: