NewsTicker

Erdogan Desak Untuk Segara Cabut Kekebalan Anggota Parlemen Pro-Kurdi

Kamis, 17 Maret 2016,

TEHRAN, ARRAHMAHNEWS.COM – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan parlemen negara itu untuk mendefinisikan kembali hukum anti-terorisme dan segera mencabut kekebalan anggota parlemen pro-Kurdi.

Perdana menteri Turki pada Rabu (16/03) menuduh anggota parlemen pro-Kurdi dari Partai Demokrat Rakyat (HDP) “menghasut terorisme” selama pidato di istana presiden di ibukota Ankara.

“Kita harus cepat menyelesaikan masalah kekebalan. DPR harus mengambil langkah-langkah tentang masalah ini dengan cepat”, kata Erdogan. (Baca juga: Teka-Teki Erdogan Picu Kudeta Militer)

Pernyataan itu setelah seorang pejabat senior dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), mengatakan Turki sedang memperluas makna “kejahatan atau teror” untuk memasukkan orang-orang yang menggunakan media untuk mendukung tindakan kekerasan.

Erdogan telah berulang kali menuduh anggota parlemen HDP mendukung Partai Buruh Kurdistan (PKK), yang telah berjuang menuntut wilayah otonomi Kurdi di Turki sejak tahun 1980-an. (Baca juga: Oposisi Ankara Ungkap Koalisi Turki, Saudi, Qatar, Untuk Selamatkan ISIS dan Jabhat al-Nusra)

“Saya tidak lagi melihat aktor-aktor politik yang sah dari anggota partai yang beroperasi sebagai cabang dari organisasi teroris,” tambah Erdogan.

Parlemen Turki telah membentuk sebuah komite untuk mempertimbangkan mencabut kekebalan lima anggota parlemen HDP, termasuk pemimpin partai, Selahattin Demirtas dan Figen Yuksekdag, untuk membuka jalan bagi mereka untuk diadili atas dugaan makar. (Baca juga: HDP; “Negara Mafia” Dibalik Ledakan Kembar di Ankara)

Menurut laporan media Turki, mayoritas dalam pemungutan suara parlemen cukup untuk mencabut kekebalan anggota parlemen.

Sebelumnya, polisi Turki menahan hampir 50 orang dalam operasi anti-teror besar yang bertujuan untuk menemukan tersangka terkait serangan bom 13 Maret di Ankara, yang menewaskan 34 orang tewas dan melukai 125 lainnya. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: