News Ticker

Dirjen UNESCO Puji Pasukan Suriah Atas Pembebasan Kota Kuno Palmyra

  • Kominfo
  • Pelantikan Jokowi, Kriminal, Dana
  • Vladimir Putin
  • Mengungkap dalang kerusuhan 22 mei
  • PBB Evakuasi pejuang Houthi
  • Bendera Teroris Suriah
  • Jokowi Resmikan Kampus Muhammadiyah
  • Saudi-UEA di Yaman

Jum’at, 25 Maret 2016

PARIS, ARRAHMAHNEWS.COM – Direktur Jenderal Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO), Irina Bokova, memuji pasukan Suriah yang baru-baru ini merebut kembali beberapa bagian dari kota kuno Palmyra.

“Saya menyambut pembebasan situs arkeologi Palmyra, … yang memuat memori rakyat Suriah, serta nilai-nilai keragaman budaya, toleransi dan keterbukaan yang telah membuat wilayah ini sebagai tempat lahirnya peradaban,” ungkap Bokova, Kamis (24/03) kemarin, beberapa jam setelah pasukan Suriah memasuki Palmyra (dalam bahasa Arabnya Tadmur) menyusul bentrokan sengit dengan teroris Daesh/ISIS. (Baca juga:HEBAT! Tentara Suriah Berhasil Bebaskan Segitiga Palmyra dari Tangan ISIS)

pasukan Suriah di Palmyra

pasukan Suriah di Palmyra

“Selama satu tahun, Palmyra telah menjadi simbol pembersihan budaya melanda Timur Tengah,” tambah kepala UNESCO itu.

Daesh menguasai reruntuhan Palymra, sebuah Situs Warisan Dunia, UNESCO, dan kota-kota modern yang berdekatan dengannya pada Mei 2015, menghancurkan berbagai monumen kuno di sana, termasuk Kuil berusia 2.000 tahun dari Bel dan ikon Arch of Triumph. (Baca juga:Tentara Suriah Berhasil Bebaskan Barat Palmyra dari Cengkeraman ISIS)

Pada hari Kamis, televisi pemerintah Suriah melaporkan pasukan pemerintah terus memukul mundur militan Daesh dan berhasil mencapai “jantung” kota.

Dalam sambutannya di kesempatan lain, Bokova mengatakan, “Begitu kondisi keamanan memungkinkan, UNESCO siap untuk pergi ke Palmyra dengan mereka yang bertanggung jawab untuk barang antik Suriah dalam misi untuk mengevaluasi kerusakan dan melindungi warisan tak ternilai dari kota kuno tersebut.” (Baca juga:Militer Suriah; Hari Ini Operasi Pembebasan Palmyra, Besok Raqqa)

“Penghancuran disengaja terhadap warisan budaya adalah sebuah kejahatan perang,” tegasnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, tentara Suriah, yang didukung oleh kekuatan udara Rusia, telah meraih kemenangan besar terhadap kelompok-kelompok takfiri, dan membebaskan beberapa daerah strategis dari cengkeraman mereka, terutama di provinsi utara Aleppo. Presiden Suriah Bashar al-Assad telah berjanji bahwa tentaranya akan membersihkan seluruh negara dari kelompok teroris. (ARN)

Iklan
  • Ryamiard Ryacudu
  • Pesan Damai Mbah Moen
  • Amien Rais, Kartu Mati
  • Indonesia Lawyer Club (ILC)
  • Takfirisme
  • Denny Siregar, Perang Besar Jokowi Lawan Mafia Lahan
  • Cuitan Gus Nadir

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: