News Ticker

Konferensi AIPAC, Ajang Para Capres AS Menjilat Israel

Jum’at, 25 Maret 2016,

WASHINGTON DC, ARRAHMAHNEWS.COM – Dalam semua pidato calon presiden AS yang disampaikan di konferensi kelompok pro lobi Israel (AIPAC), tahun ini di Washington, fokus pembicaraan para capres adalah seputar mencari perhatian pemerintahan Tel Aviv terkait konflik Palestina-Israel.

Hillary Clinton, capres andalan Demokrat dalam perebutan kursi presiden berjanji untuk membawa hubungan antara AS dan Israel menuju “tingkat berikutnya”. Ia mengatakan bahwa Amerika Serikat “tidak pernah bisa netral ketika hal itu mengenai keamanan atau kelangsungan keberadaan Israel”. (Baca juga: Washington Tidak Akan Mengutuk Genosida yang Dilakukan Israel dan Sekutunya)

Clinton mengutuk warga Palestina dan menyebut gerakan boikot, divestasi dan sanksi adalah gerakan “anti-Semitisme”. Capres Demokrat itu sama sekali tidak menyebutkan kebijakan kejam Israel di wilayah pendudukan Palestina.

Calon terdepan dari partai Republik, Donald Trump, melupakan janji sebelumnya yang menyebut akan bersikap netral dalam konflik Timteng, ia menyebut bahwa Israel adalah “sekutu yang paling dapat diandalkan bagi Amerika Serikat”. Ia menyalahkan Palestina dengan menyebut mereka adalah penyebab macetnya pembicaraan damai. Lebih jauh capres kontroversial ini bahkan bersumpah untuk memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, yang disebutnya sebagai “ibukota abadi orang-orang Yahudi”. (Baca juga: Puluhan Aktivis AS Demo Tolak Lobi Israel)

Kandidat Partai Republik, Ted Cruz, mengatakan bahwa sebagai presiden ia “tidak akan bersikap netral.” Ia mengatakan akan memveto setiap resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengakui Palestina sebagai negara di luar konteks pembicaraan dengan Israel. Ia juga mengkritik Trump yang merujuk Otoritas Palestina sebagai “negara Palestina”.

Kandidat Demokrat Bernie Sanders, adalah satu-satunya calon yang memutuskan untuk tidak muncul di konferensi AIPAC. Sebaliknya, ia menyampaikan pidato tentang kebijakan luar negeri dengan menguraikan agenda Timur Tengahnya di Utah pada hari Senin. (Baca juga: Naftali Bennett; Para Pemimpin Israel Menderita Stagnasi Intelektual)

Sanders berjanji untuk bersikap ramah terhadap kedua negara baik Israel maupun Palestina jika terpilih jadi presiden, dan mengutuk pembangunan lanjutan dari permukiman ilegal di Tepi Barat, serta serangan Palestina terhadap warga sipil.

“Perdamaian berarti keamanan bagi setiap warga Israel,” ucap kandidat partai demokrat itu. “Tapi perdamaian juga berarti keamanan untuk setiap warga Palestina. Ini berarti mencapai penentuan nasib sendiri, hak-hak sipil, dan kesejahteraan ekonomi bagi rakyat Palestina. Perdamaian berarti mengakhiri sejumlah pendudukan wilayah Palestina, membangun saling kesepakatan perbatasan dan menarik kembali permukiman di Tepi Barat. “

Kandidat demokrat itu menyatakan keprihatinan atas “pengambilalihan baru-baru ini” wilayah di Tepi Barat, dan mengutuk keputusan pemerintah Netanyahu untuk “menahan ratusan juta Shekels penerimaan pajak” dari warga Palestina namun ia juga mengkritik Presiden Palestina yang menyeru “pencabutan Perjanjian Oslo. (ARN)

About ArrahmahNews (13374 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. China Sebut Demokrasi AS Hanya Lelucon | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: