Berita Terbaru

Analis; Turki Diambang Kudeta Militer

Minggu, 27 Maret 2016,

ANKARA, ARRAHMAHNEWS.COM – Pakar Amerika di Timur Tengah Michael Rubin dalam artikelnya menganalisis kemungkinan kudeta militer di Turki. Menurut penulis, situasi saat ini di negara ini buruk dan akan “semakin buruk.”

Akar permasalahan tidak hanya karena melemahnya pertahanan nasional di tengah ancaman teroris. Rubin juga menguraikan isu domestik juga ikut andil berkontribusi, seperti utang dan devisit anggaran semakin diluar kendali, industri pariwisata hampir runtuh. Hal ini mempengaruhi pelemahan nilai tukar mata uang nasional hingga berdampak pada melemahnya daya beli masyarakat, analis menulis din American Enterprise Institute. (Baca juga: Teka-Teki Erdogan Picu Kudeta Militer)

Presiden Recep Tayyip Erdogan adalah “out-of-control”. Dia memenjarakan lawan politik, memasung kebebasan dan demokrasi, serta “membangun istana” mega ditengah krisis ekonomi dan politik. Awal bulan ini, Erdogan bahkan mengancam akan membubarkan mahkamah konstitusi Turki. Gaya kepemimpinannya yang meledak-ledak geram lawan politik baik di dalam maupun di luar negeri. Bahkan anggota partai yang berkuasa mulai khawatir dengan gangguan mental yang diderita Erdoga, menurut beberapa pejabat Turki,” tulis Rubin.

Analis juga menyinggung masalah Kurdi. Awalnya, Erdogan mengedepankan pembicaraan damai dengan Kurdi, tapi kemudian ia memulai perang melawan mereka. Pada saat yang sama, Ankara tidak memiliki kesempatan untuk memenangkan perang ini sementara kemungkinan besar adalah memberlakukan otonomi kepada etnis Kurdi atau pembagian Turki menjadi beberapa negara federal. (Baca juga: Erdogan Desak Untuk Segara Cabut Kekebalan Anggota Parlemen Pro-Kurdi)

Turki_Diambang_Kudeta_Militer

Turki memahami bahwa Erdogan memimpin negeri ini ke mana-mana, dan militer Turki mengerti hal ini. “Jadi jika militer Turki bergerak untuk menggulingkan Erdogan,  dalam ranah analisis advokasi, apakah hal ini mungkin terjadi? jawabannya adalah ya,” tulis penulis.

Menjelang pemilihan presiden, pemerintahan Barack Obama tidak mungkin memberikan sanksi kepada pemimpin kudeta, terutama jika mereka meletakkan sebuah jalan untuk memulihkan demokrasi di Turki. Washington tidak akan lagi menampilkan simpati kepada Erdogan seperti yang dilakukan sebelumnya terhadap Presiden Mesir Mohamed Morsi pada 2013, menurut artikel itu. Ketika Morsi digulingkan komitmennya adalah untuk demokrasi. Dalam kasus Turki, baik Partai Republik dan Demokrat tentu siap bekerja dengan rezim baru. (Baca juga: Erdogan Kena Perangkap Washington Seperti “Saddam Husein”)

Fakta bahwa NATO tidak mungkin mencegah kudeta militer di Turki, analis menambahkan. Dia juga menganggap bahwa para pemimpin kudeta akan segera membebaskan semua wartawan dipenjara dan mengembalikan surat kabar dan penyiaran yang disita kepada pemiliknya yang sah, untuk menghindari kritik Eropa dan AS atas pelanggaran hak asasi manusia di Turki.

Jika pemerintah baru menyatakan kesediaan untuk bekerja dengan Kurdi, AS dan Uni Eropa, tentu mereka akan mendukung kudeta tersebut. (Baca juga: Raja Yordania Tuduh Turki Ekspor Teroris ke Eropa)

Singkatnya, Rubin mencatat bahwa ia tidak membuat prediksi. Namun, ada dua faktor yang kuat bahwa “politik kotor Turki akan segera jatuh” – ketegangan domestik semakin dalam dan memberikan kesempatan bagi militer Turki untuk melakukan kudeta. (ARN)

About ArrahmahNews (10548 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

5 Trackbacks / Pingbacks

  1. Siapa Dibalik Kudeta Militer di Turki? | ISLAM NKRI
  2. Inilah Fakta Kudeta di Turki | VOA ISLAM NEWS
  3. #TurkeyCoup, Kudeta Militer di Turki | VOA ISLAM NEWS
  4. #TurkeyCoup, Kudeta Militer di Turki | ISLAM NKRI
  5. Inilah Fakta Kudeta di Turki | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: