NewsTicker

Lavrov; Turki Halangi Perlawanan Suku Kurdi Dalam Membasmi Teroris ISIS

Kamis, 24 Maret 2016

MOSKOW, ARRAHMAHNEWS.COM – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengecam Turki yang terus menyerang posisi pejuang Kurdi, dan mengatakan Ankara “frustasi” upaya yang sedang berlangsung dalam memerangi para teroris ISIS.

“Ketika Kurdi mencoba dan mengambil kembali wilayah dari Islamic State (Daesh/ISIS), di sisi lain Turki terus melakukan serangan artileri ke posisi Kurdi untuk menghalangi upaya Kurdi dalam memerangi teroris”, kata Lavrov dalam konferensi pers bersama dengan rekannya dari Jerman, Frank-Walter Steinmeier, di ibukota Rusia, Moskow.

Menteri luar negeri Rusia juga meragukan bendera palsu Ankara yang mengklaim sedang memerangi terorisme.

Ankara “menolak secara efektif terlibat dalam perang melawan terorisme dan lebih dari itu, tetapi mereka menggunakan slogan perang melawan terorisme untuk menekan pasukan Kurdi di Suriah”, katanya.

Awal pekan ini, Lavrov juga mengkritik penembakan yang dilakukan oleh Turki pada posisi Kurdi di Suriah dan menyatakan bahwa Ankara sedang melakukan “ekspansi merayap” di perbatasan Suriah”. Dia juga mengatakan bahwa Moskow memiliki bukti kuat bahwa pasukan Turki berada di dalam wilayah Suriah meskipun Ankara membantah hal itu.

Turki adalah salah satu negara pendukung utama kelompok militan yang beroperasi di Suriah, telah menyerang posisi Unit Perlindungan Masyarakat Kurdi (YPG), selama beberapa bulan terakhir, dan menuduh mereka memiliki hubungan dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

YPG, yang hampir menguasai perbatasan utara Suriah dengan Turki, telah berjuang melawan ISIS, yang telah merebut sebagian tanah di Irak dan Suriah.

Dalam konferensi pers, Lavrov mengatakan Rusia dan Jerman menyepakati perlunya perundingan damai Suriah inklusif di Jenewa, Swiss.

Menteri luar negeri Jerman, mengatakan tidak ada waktu yang terbuang dalam pembicaraan damai pada konflik Suriah, dan menyerukan semua pihak untuk tidak menunda negosiasi.

Babak baru pembicaraan damai yang didukung oleh PBB antara pemerintah Suriah dan oposisi yang disponsori  Arab Saudi, telah dimulai di Jenewa pada tanggal 14 Maret untuk menemukan solusi krisis Suriah yang telah dicengkeram 5 tahun konflik. [ARN]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: