Breaking

Ramalan Erdogan Tentang Bom Brsussels Terwujud, Benarkah Sebuah Kebetulan?

Rabu, 23 Maret 2016,

ANKARA, ARRAHMAHNEWS.COM – Pekan lalu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan negara-negara Eropa bahwa mereka bisa menjadi korban serangan teroris seperti bom mobil di ibukota Turki pada 13 Maret yang menewaskan 37 orang. Dan satu-satunya kota yang datang dalam pikiran sebagai contoh target mungkin ibukota Belgia Brussel. (Baca juga: Kesaksian Para Korban Ledakan Kembar di Brussels)

“Tidak ada alasan mengapa bom yang meledak di Ankara tidak bisa meledak di Brussels, dan di setiap kota Eropa lainnya”, kata Erdogan dalam pidato pada hari Jumat (19/03) dalam memperingati pertempuran Perang Dunia I yang terkenal di kota pantai Canakkale, Turki. (Baca juga: Pidato Erdogan; Memperingatkan Uni Eropa, Terutama Brussels Akan Adanya Serangan Teroris).

Beberapa hari kemudian, tepatnya pada Selasa (22/03), dua serangan bom di bandara Brussels menewaskan sedikitnya 14 orang dan menyebabkan hampir 100 orang terluka, sementara pemboman terpisah di stasiun metro menewaskan sekitar 22 orang dan melukai sekitar 100 lainnya.

Tentu saja, tidak ada korelasi antara serangan di Brussels dan Ankara, karena serangan di Brussels diklaim oleh teroris ISIS, sementara serangan Ankara diklaim oleh kelompok militan yang berafiliasi dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Dan perlu diselidiki lebih jauh apakah peringatan Erdogan hanya sebuah ekspresi kemarahan yang diarahkan kepada para pemimpin Uni Eropa karena mereka telah mengizinkan pendukung PKK untuk mendirikan tenda protes di luar gedung Uni Eropa di Brussels, ibukota de facto dari Uni Eropa, atau sebenarnya Erdogan tahu akan ada serangan teroris di Brussels?

Ledakan Bom di Brussels

Bom di Istanbul Turki

Pernyataan Erdogan datang setelah Sebelumnya, Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan keprihatinan atas nasib penduduk Kurdi di tenggara Turki, di mana pemerintah melakukan operasi militer yang keras terhadap para pejuang PKK. Uni Eropa akan terus “menyuarakan keyakinan kami ke Turki,  mengenai perlindungan kebebasan pers atau hak-hak rakyat Kurdi”, kata Merkel.

Selain itu, Memimpin anggota UK dari Partai Buruh, Ken Livingstone mendesak pemerintah Turki untuk mengizinkan Kurdi, yang memperbaiki keadaan mereka sendiri, untuk memutuskan masa depan mereka melalui referendum.

“Kami yakin 100 tahun lalu Kurdi sudah berada di Turki dan tidak ingin berada di Turki. Sudah cukup damai dan lebih dari cukup, tetapi mereka sering tidak terwakili dengan baik di Parlemen Turki. Ini adalah warisan dari Imperatur Ottoman”, kata Livingstone.

Bukti-bukti keterlibatan Turki dengan teroris di Suriah

Sebagaimana yang kita ketahui pemerintah Turki sendiri telah terlibat dalam mendukung kelompok-kelompok teroris yang ada di Suriah, dan terbukti beberapa kali terlibat dalam perdagangan minyak ilegal dengan ISIS. (Baca juga: Politikus Senior Turki; Erdogan Benar Terlibat Dalam Perdagangan Minyak ISIS)

“Bukti-bukti menunjukkan bahwa truk-truk yang dibombardir jet-jet tempur Rusia bulan lalu itu bermuatan minyak dan menuju Turki melalui Irak Utara,” ungkap Erdam sebagaimana dikutip FNA, Rabu (2/12) kemarin.

Sebelumnya, Rusia merilis foto-foto yang menunjukkan truk-truk tangki yang memuat minyak ISIS bergerak dari Suriah dan Irak ke perbatasan Turki. Ankara membantah adanya penyelundupan minyak oleh teroris ISIS yang mengontrol ladang minyak di Suriah dan Irak.

Chief Operating Officer di Staf Umum Angkatan Bersenjata Federasi Rusia telah mengumumkan bahwa jet-jet tempur Rusia di Suriah menghancurkan sekitar 500 truk tangki minyak milik teroris ISIS yang sedang menuju Irak dari Suriah, RT melaporkan pada Rabu 19 November 2015. (Baca juga: Jet Tempur Suriah Hancurkan Rute Utama Minyak ISIS ke Turki)

Selain itu, Jeff Davis Juru Bicara Pentagon di halaman Facebook-nya dalam analisa ketegangan antara Turki dan Rusia, mengatakan, “Setiap kali kami ingin menyerang truk-truk pembawa minyak selundupan ISIS, maka kami akan memberikan peringatan bahaya kepada sopir-sopir truk itu, karena kami tahu sopir-sopir truk itu berkewarganegaraan Turki”, RT mengutip dari Facebooknya pada 12 Januari 2016. (Baca juga: Sopir-Sopir Truk Minyak ISIS Berkebangsaan Turki)

Menteri Urusan Militer Israel, Moshe Yaalon kepada wartawan di ibukota Yunani Athena pada Selasa (26/01) mengatakan “Seperti yang Anda tahu, ISIS menikmati uang Turki dengan penjualan minyak dalam kurun waktu yang sangat lama”.

Selain itu, Turki mengatakan akan memulai program pada tanggal 9 Mei untuk melatih dan melengkapi apa yang disebut dengan “militan moderat” untuk melawan pemerintah Suriah. Ankara dan Washington telah menandatangani kesepakatan untuk melatih dan mempersenjatai militan asing yang didukung setelah perundingan pada 19 Februari, Sputnik melaporkan pada 3 Mei 2015. (Baca juga: Turki Memulai pelatihan militan Suriah pada 9 Mei)

Para militan Takfiri, yang tertangkap baru-baru ini di kota Aleppo, memberikan pengakuan dalam wawancara yang disiarkan oleh televisi pemerintah Suriah SANA pada hari Minggu (7/06/2015), bahwa personil militer dari AS, Arab Saudi dan Qatar telah melatih mereka di tanah Turki.

“Saya berada di antara kekuatan yang menyerang Aleppo, sekitar 250 orang, namun operasi gagal dan kami ditangkap oleh tentara Suriah” kata Mastari.
Teroris lain, yang teridentifikasi sebagai Mohammad Aqel mengatakan kelompok teroris, termasuk dirinya, telah dilatih selama 45 hari di Salqin, Suriah, setelah menjalankan pelatihan selama 30 hari di Turki. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa selain menerima pelatihan, setiap peserta pelatihan diberikan USD 200 di Turki. (Baca juga: Militan Suriah Akui Menerima Pelatihan di Turki)

Setidaknya Turki adalah salah satu negara yang berbatasan langsung dengan Suriah, yang membentang dari utara ke seletan. Perbatasan Turki juga menjadi surga bagi kelompok-kelompok teroris yang ingin menyeberang ke Suriah dan bergabung dengan kelompok-kelompok teroris di sana. Diantara mereka-mereka yang menyebrang ke Suriah, tidak sedikit dari kalangan wanita muda Eropa, atau mereka-mereka yang bersama keluarga, apakah mungkin warga negara asing bisa begitu mudah berada di perbatasan suatu negara? hilir-mudik antara Turki-Suriah? Apakah Turki tak pernah menempatkan pasukan penjaga di perbatasan? Bagaimana mereka bisa masuk dengan kalau bukan karena bantuan tangan-tangan intelijen (MIT)?

Para pengamat mengatakan, jika Turki terbukti memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok teroris, maka tidak mustahil Erdogan tahu akan ada serangan teror di Brussels, dan bukan suatu kebetulan. (ARN)

Iklan

1 Comment on Ramalan Erdogan Tentang Bom Brsussels Terwujud, Benarkah Sebuah Kebetulan?

  1. prajurit yg baik akan mengikuti komando atasan, dimana dan kapan aksi dilaksanakan.setelah memeras UE 10 milyar $ eksekusi tetap juga dilaksanakan di Brussel demi menaikkan setoran……………..kejam.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: