Breaking

Vokal Kritisi Kerajaan, Pangeran Saudi Diculik

Rabu, 30 Maret 2016

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Seorang pangeran Saudi yang kerap menyuarakan kebobrokan internal kerajaan diperkirakan telah diculik dan dikembalikan ke kerajaan Arab Saudi. Kasus penculikan ini adalah insiden penculikan ketiga yang terjadi pada anggota kerajaan dalam kurun waktu 12 bulan.

The Guardian melaporkan pada hari Selasa (29/03), bahwa teman dan rekan Pangeran Sultan bin Turki mengatakan ia menghilang bersama dengan rombongannya pada tanggal 1 Februari, setelah naik pesawat dari Paris dengan tujuan Kairo. (Baca juga: Mujtahid Ungkap Persekongkolan Pangeran Bin Nayef)

Kala itu sang pangeran bersama teman-temannya hendak mengunjungi kakak dari Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, dan telah memesan kamar di Hotel Kempinski di distrik Garden City, Kairo, tetapi tidak pernah checked in.

“Ada sebuah pesawat Saudi dengan rencana penerbangan ke Kairo tetapi pesawat itu tidak terbang ke Kairo, “kata salah satu rekan sang pangeran. “Pesawat itu memiliki bendera Saudi pada bagian ekor. pesawat itu datang dari Kerajaan”. (Baca juga: Mujtahid; Kerajaan Arab Saudi Mendekati Ajalnya)

Salah satu teman sang pangeran mengatakan kepada media bahwa salah seorang anggota senior keluarga kerajaan sebelumnya meyakinkan Pangeran Sultan mengenai keselamatannya di Mesir sekitar seminggu sebelum perjalanan direncanakan hingga ia bersedia ikut. “Tapi itu adalah kesalahan besar dan ia harus membayar mahal.”

Sedangkan menurut teman yang seharusnya ia kunjungi di Kairo, sebelum menghilang, pangeran Sultan telah mengindikasikan rencana penculikan terhadapnya dengan mengatakan, “Jika engkau tidak menemukanku, maka mereka telah membawaku ke Riyadh.”

Pada bulan Juli, Sultan telah mengajukan pengaduan pidana di Swiss terhadap sepupunya Pangeran Abdulaziz bin Fahd, yang juga menteri urusan Islam Saudi saat ini, Saleh al-Sheikh, atas dugaan penculikan yang lain, yang berlangsung di luar Jenewa pada tahun 2003. (Baca juga: Kerugian Arab Saudi Selama Satu Tahun Perang di Yaman; VIDEO)

Pangeran Sultan mengklaim bahwa penculikan itu terkait dengan rantai peristiwa di awal tahun 2000-an. Saat itu ia tampil di depan publik pada tahun 2002 dan berjanji untuk mengungkapkan sepenuhnya korupsi di antara monarki Saudi dan mengeluarkan sebuah seruan publik untuk reformasi.

Di tahun 2003, pangeran yang diculik itu menghabiskan lima hari di rumah sakit karena komplikasi medis dan kemudian dipenjara di penjara kal Hai’r dengan keamanan yang tinggi. Ia kemudian ditempatkan di bawah tahanan rumah selama beberapa tahun di Riyadh. Pangeran itu kemudian mengalami pemulihan parsial yang tak terduga dan berhasil melarikan diri dari tahanan Saudi pada akhir 2010. (Baca juga: Bantuan Macet, Mesir Ancam Bongkar Kebusukan Saudi)

Pangeran Sultan adalah anggota ketiga dari keluarga kerajaan Saudi menghilang tanpa penjelasan selama 12 bulan terakhir.

Pangeran Turki bin Bandar bin Mohammed bin Abdurahman al-Saud dan Pangeran Saud bin Saif al-Nasr bin Saud bin Abdulaziz al-Saud keduanya menghilang setelah mengambil sikap kritis terhadap pemerintah di Riyadh sebelumnya. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: