News Ticker

ISIS Kenakan Biaya $1000 Untuk Setiap Warga Yang Ingin Keluar dari Raqqa

Sabtu, 9 April 2016

DAMASKUS, ARRAHMAHNEWS.COM – ISIS memeras sejumlah besar warga Raqqa yang berniat meninggalkan ibukota de vakto kelompok teroris ISIS, kata laporan media.

Melalui agen mereka, komandan ISIS menerima $ 1.000 dari setiap warga Suriah di Raqqa, yang ingin meninggalkan kota yang dikendalikannya, situs berita Sham melaporkan.

Warga Raqqa mengatakan bahwa ISIS menghadapi situasi keuangan yang sangat buruk dan meminta warga Raqqa membayar sejumlah uang untuk alasan apapun, kata laporan itu.

Kelompok ISIS telah mengenakan pajak yang tinggi pada penduduk Raqqa, mereka bahkan mencari-cari kesalahan kepada setiap penduduk untuk dikenakan denda.

Sumber-sumber mengatakan bahwa ISIS sedang mencoba untuk mengkompensasi kerugian di tengah situasi keuangan yang paling kalut setelah kekalahan besar melawan tentara Suriah.

Kantor berita Sputnik melaporkan pada awal bulan ini bahwa ISIS pernah digambarkan sebagai kelompok teroris terkaya di dunia, tapi rupanya hari-hari itu telah berlalu.

Keuangan kelompok teroris ini telah hancur berkat koalisi multinasional Rusia dam sekutunya yang menghancurkan sebagian besar infrastruktur minyak ISIS, slide global dalam harga minyak dan kerugian teritorial di Irak dan Suriah, katanya.

Para militan sebagian besar menghasilkan uang dari pajak, pemerasan, penculikan, penyelundupan minyak dan sumbangan pribadi.

Sumber-sumber keuangan ISIS hilang seiring dengan lepasnya wilayah-wilayah yang dikuasai, warga sipil, uang tunai, ladang minyak dan rute penyelundupan.

Sementara komandan senior ISIS mengatakan telah terjadi bentrok antara sesama anggota atas tuduhan korupsi, salah urus dan pencurian, beberapa militan juga belum dibayar sama sekali, media AS melaporkan mengutip para pejabat kontra terorisme AS.

“Kekurangan uang cash telah memaksa kelompok ini untuk merekrut banyak warga Irak dan Suriah dengan bayaran setengah gaji, dan rekening dari pembelot baru-baru ini menunjukkan bahwa beberapa dari mereka belum menerima gaji bulanan” outlet media Timur Tengah.

Warga sipil yang tinggal di kota-kota yang berada di bawah kontrol ISIS “mengeluh menjadi sasaran pajak yang sangat tinggi”. [ARN]

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: