NewsTicker

Analis: Rusia Bongkar Tipu Muslihat AS Perangi ISIS

Jum’at, 29 April 2016

WASHINGTON DC, ARRAHMAHNEWS.COM – Kelompok teroris ISIS telah diciptakan oleh AS dan sekutunya, dan “tipu muslihat” mereka yang menyebut telah melancarkan kampanye militer untuk menghancurkan kelompok teror itu, dibongkar oleh Rusia. Hal ini diungkap seorang ilmuwan dan analis politik Amerika.

Dr Kevin Barrett membuat pernyataan itu ketika membahas upaya militer koalisi pimpinan AS terhadap ISIS yang dimulai pada tahun 2014 di Irak dan Suriah.

Angkatan Udara AS, Mayor Jenderal Peter Gersten, yang bertanggung jawab untuk semua operasi tempur pimpinan AS di Irak dan Suriah, mengklaim bahwa serangan udara oleh koalisinya terhadap posisi ISIS di dalam wilayah Suriah dan Irak pekan ini, telah menyebabkan kerusakan cadangan kas kelompok teror itu, yang mungkin bernilai hingga 800 juta dolar.

“Jika AS dan sekutunya ingin menghentikan pendanaan untuk ISIS, mereka bisa melakukan jauh-jauh hari dengan memotong jalur pasokan yang masuk melalui Turki dan kemudian sebagian besar dari Israel,” kata Barrett, Kamis (28/04).

Ia mengatakan Rusialah yang telah melakukan tugas dalam kampanye militer anti-Daesh mereka yang dimulai September lalu atas permintaan Damaskus.

“AS mengaku akan mengebom ISIS selama bertahun-tahun sebelumnya dan tampaknya tidak mampu menghentikan pendanaan, dan kemudian ketika Rusia bergerak, hanya dalam semalam, mereka mampu secara signifikan mengurangi kemampuan ISIS untuk menjual minyak melalui Turki ke Israel, “Barrett berpendapat.

Barrett menyebut perang pimpinan AS terhadap ISIS hanyalah sebuah “tipu muslihat”. Ia mengatakan bahwa adalah Washington dan sekutunya yang menciptakan kelompok teror sejak awal.

“Ada laporan yang terkonfirmasi bahwa ISIS mendapatkan berbagai macam dukungan AS termasuk pelatihan di Yordania dan ada segala macam laporan yang belum dikonfirmasi bahwa sebenarnya yang disebut khalifah, Abu Bakar al-Baghdadi, adalah seorang tahanan di Camp Bucca di Irak di bawah komando AS, “katanya, menambahkan bahwa Baghdadi telah dimanfaatkan waktu itu dan diberi “hak-hak istimewa ” untuk mengatur apa yang kemudian dikenal sebagai ISIS/Daesh.

“Jadi kelompok ini dibuat dengan dorongan dari AS dan sekutunya dalam rangka untuk mencoba menggulingkan pemerintah Suriah,” katanya, mengutip dokumen resmi AS yang mengungkapkan rencana Washington untuk membangun pemerintahan “salafi” di Suriah.

Ia mengatakan bahwa Rusia telah “mengekspose” keengganan Amerika untuk memberantas kelompok teror itu. Barret juga menyebut bahwa pernyataan oleh sejumlah jenderal AS adalah tidak untuk apa-apa selain dimaksudkan untuk “propaganda.”

“Perang ini adalah soal penipuan, upaya mengelabui publik, dan ISIS adalah musuh yang sangat menyenangkan bagi AS dan banksters Zionis yang memiliki dan menjalankannya,” lanjutnya. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: