NewsTicker

Ankara Dukung ISIS Gunakan Senjata Kimia, Obama Bungkam

Selasa, 12 April 2016,

ANKARA, ARRAHMAHNEWS.COM – Sementara Amerika Serikat dengan cepat mengutuk tuduhan yang bahkan tidak terbukti tentang penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah, negara yang mengaku sebagai polisi dunia itu mengabaikan begitu saja serangan demi serangan senjata kimia yang telah dilakukan oleh kelompok-kelompok teror yang mendapat dukungan dari Turki.

Obama Bersama Erdogan

Radio Sputnik melakukan wawancara dengan aktivis Kurdi, Kani Xulam untuk membahas diamnya Washington pada serangan serupa yang dilakukan oleh kelompok-kelompok teror yang didukung Turki.

“… Orang-orang Kurdi menjadi korban serangan ini dan tampaknya lusinan dari mereka telah terluka dan tewas,” ungkap Xulam dalam program Loud & Clear radio Sputnik yang mewawancarainya, mengacu pada serangan kimia terhadap masyarakat Kurdi di Aleppo, yang dilakukan oleh kelompok yang dikenal sebagai Tentara (red;Mengatasnamakan) Islam. (Baca juga: Pasukan Khusus Turki Bantu Teroris Melawan Kurdi di Aleppo)

Xulam menyayangkan bahwa Kelompok Kurdi seperti YPG yang selama ini dipuji sebagai salah satu pasukan darat paling efektif memerangi ISIS, dikecualikan dari perundingan damai Jenewa, tetapi Tentara Islam termasuk dalam proses perdamaian. Selain inklusi ini, Tentara Islam ini juga tampaknya akan menggunakan posisinya untuk melakukan serangan terhadap orang-orang Kurdi.

“Tujuannya adalah untuk mengintimidasi orang-orang Kurdi, untuk membungkam orang-orang Kurdi. Mereka mendapatkan bantuan mereka dari Turki, dari Arab Saudi, Qatar. Dan ketakutan terbesar Turki adalah Kurdi …” katanya. Menurut Xulam, serangan tentara yang mengatasnamakan Islam baru-baru ini diperintahkan langsung oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Baca juga: Lavrov; Turki Halangi Perlawanan Suku Kurdi Dalam Membasmi Teroris ISIS)

“(Orang-orang Kurdi) merasa bahwa Erdogan ingin membungkam mereka selamanya, selamanya memaksa mereka bertekuk lutut, menyerang mereka di Turki dengan pasukannya sendiri dan menyerang mereka di wilayah Suriah dengan bantuan proxy-proxynya.”

Dukungan Ankara kepada kelompok teroris di Suriah juga lebih jauh untuk meraih tujuan Turki melengserkan Presiden Suriah Bashar al-Assad. “Erdogan memiliki ketidaksukaan mendalam kepada Assad. Ia memaksa bahwa Assad harus digulingkan,” jelas Xulam.

Terlepas dari kenyataan bahwa Turki adalah sekutu utama Amerika Serikat dan merupakan sayap timur aliansi NATO, Erdogan telah menjadi semakin diktator. Sulit untuk membayangkan bahwa tindakannya dilakukan tanpa persetujuan dan keterlibatan Washington. (Baca juga: Zakharova: Moskow Pelajari Laporan Pers Tentang Kejahatan Turki atas Kurdi)

“… Erdogan telah mengkonsolidasikan kekuasaannya dan menjadi penguasa absolut,” kata Xulam. “Sekarang Anda tidak bisa mengatakan ada kebebasan berbicara di Turki. Anda tidak bisa mengatakan ada peradilan yang independen di Turki …”

“Ini adalah apa yang harus dihadapi Obama, tapi Obama tampaknya tidak berpikir bahwa ia harus mengekangnya,” tambahnya. “(Obama) mengizinkan (Erdogan) untuk melakukan apapun yang dia inginkan.” (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: