NewsTicker

Channel 2 Israel; Iran Tawarkan Suaka Pada Bashar Assad

Minggu, 24 April 2016,

TEL AVIV, ARRAHMAHNEWS.COM – Stasiun Televisi Israel Channel 2, pada hari Sabtu (23/4) menyebarkan sebuah propaganda untuk menekan Iran dan meyingkirkan dari pemerintahan Suriah.

Channel 2 Israel mengklaim bahwa Republik Islam Iran menawarkan suaka kepada sekutunya Presiden Suriah, Bashar al-Assad, demi mengurangi tensi ketegangan di kawasan. Jika bersedia pindah ke Iran, maka Assad dijamin keselamatannya serta bisa membawa seluruh keluarganya. (Baca juga: Analis; Amerika dan Israel Berusaha Melumpuhkan Kemajuan Iran)

Tawaran itu konon disampaikan langsung oleh Menteri Intelijen Iran Mahmoud Alavi, dengan alasan keamanan Assad terancam selama pemberontak dan ISIS masih mengacau di seantero Suriah.

Dengan pindah ke Negeri Para Mullah, Alavi berjanji Assad tetap bisa menjalankan roda pemerintahan Suriah, memimpin operasi militer, serta yang paling penting, tetap menancapkan kekuasaan di negara sedang dikoyak perang itu.

Propaganda itu juga menyebutkan bahwa gagasan menampung Assad di wilayah aman ini dicetuskan oleh Qassem Sulaimani, pemimpin tertinggi Pasukan Garda Revolusi Iran.

Iran Angkat Bicara

Menteri Intelijen Iran Mahmoud Alavi mengatakan dalam sebuah wawancara dengan televisi Lebanon al-Mayadeen bahwa laporan channel 2 Israel adalah propaganda yang sengaja dihembuskan untuk memperkeruh suasana pasca kegagalan pembicaraan damai di Jenewa. (Baca juga: Pentagon Tenangkan Israel Dengan Opsi Serang Iran)

“Jika Iran menawarkan suaka pada Assad, maka kita tidak perlu mengirim pasukan ke Suriah dan Irak” kata Alavi, dan menambahkan tujuan Iran memerangi terorisme di Suriah dan Irak, adalah untuk mencegah kospirasi ISIS di Iran.

Untuk itulah, Iran merasa mendapatkan pengesahan untuk terus berperan dalam konflik Suriah dan mempertahankan pemerintahan Bashar Assad yang secara sah dipilih oleh rakyat Suriah.

Selain itu, Republik Islam Iran, belakangan ini terlihat mengirimkan tentara reguler dan sukarelawannya untuk mendukung pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad guna memerangi pemberontak dan militan ISIS yang berusaha mendongkel Assad.

Angkatan Bersenjata Iran terlihat berperang atau menjadi penasihat militer dalam konflik Suriah yang sudah berumur lima tahun tersebut, dan juga ikut memerangi ISIS di Irak. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: