NewsTicker

Hari Ketiga Pembicaraan Damai Yaman Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 24 April 2016

KUWAIT, ARRAHMAHNEWS.COM – Hari ketiga pembicaraan damai yang ditengahi PBB antara perwakilan dari gerakan Houthi Ansarullah Yaman dan mantan Presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi di Kuwait telah berakhir tanpa ada kemajuan, sebuah laporan mengatakan.

Sumber yang dekat dengan perundingan, yang tidak menyebutkan namanya, mengatakan selama negosiasi pada Sabtu (23/04), kedua kubuh yang saling berperang tidak bisa menyepakati apapun, Ansarullah menuntut gencatan senjata secara menyeluruh sebagai prasyarat pembicaraan damai, karena gencatan senjata yang mulai diberlakukan oleh PBB pada 11 April, tidak berjalan dengan baik.

Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Ismail Ould Cheikh Ahmed mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu malam bahwa pembicaraan sangat sulit, dan menambahkan, bagaimanapun “suasana pembicaraan cukup menjanjikan dan ada kesamaan untuk membangun dan mendamaikan perbedaan.”

“Kita harus menyadari bahwa ini negosiasi yang sulit dan membutuhkan waktu karena mereka bertujuan mencapai kesepakatan yang solid pada paket solusi yang komprehensif dan holistik,” kata diplomat Mauritania itu.

Ia lebih lanjut menegaskan bahwa delegasi menyetujui agenda yang diusulkan, dan “bekerja dalam komite paralel pada isu-isu politik dan keamanan.”

Namun, perwakilan profil tinggi dari mantan Presiden Abd Rabbuh Mansour Al-Hadi, menghentikan komentar Ahmed, dan menegaskan bahwa anggota delegasinya tidak menerima pembentukan komite paralel.

“Delegasi kami belum sepakat membentuk komite paralel seperti yang dinyatakan oleh utusan PBB,” kata delegasi yang tidak disebutkan namanya.

Negosiasi perdamaian antar-Yaman di Kuwait dibuka akhir Kamis. Negosiasi telah direncanakan oleh PBB untuk dibuka pada 18 April, namun ditunda atas tuduhan pelanggaran gencatan senjata dari koalisi Saudi. [ARN]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: