NewsTicker

HRW; Saudi Gunakan Bom Cluster Buatan AS Dalam Serangan di Pasar Yaman

Kamis, 7 April 2016

YAMAN, ARRAHMAHNEWS.COM – Human Rights Watch (HRW) mengatakan Arab Saudi menggunakan bom tandan (cluster) buatan AS dalam dua serangan udara di sebuah pasar yang ramai di Yaman, yang menewaskan ratusan warga sipil. [Baca juga; MENGERIKAN! Saudi Lakukan Pembantaian dengan Bombardir Pasar Yaman, 107 Tewas]

Pada Selasa 15 Maret, jet tempur Arab Saudi membombardi pasar Khamis di wilayah Hajja, serangan udara itu disebut sebagai serangan paling mematikan yang dilakukan oleh Saudi sejak kampanye perangnya pada Maret 2015.

Serangan udara itu menewaskan sedikitnya 107 warga sipil dan melukai puluhan lainnya. Mayat-mayat tergeletak di samping hamburan tepung karung, sayuran dan logam yang hangus terbakar.

88bcf640-b609-4414-ab75-c81a1a45450

Human Rights Watch yang melakukan penyelidikan atas serangan itu, mengatakan pada hari Kamis (7/04) penyidik melakukan perjalanan ke kota Mustaba di provinsi Hajjah, sehari setelah serangan itu dan baru mendapatkan daftar nama 97 warga sipil tewas dalam serangan itu, termasuk 25 anak-anak.

Tim HRW  kemudian menemukan korban lainnya, 10 mayat terbakar sehingga jumlah korban menjadi 107 orang.

Mereka juga menemukan fragmen bom dipandu satelit GBU-31 serta peralatan bimbingan yang diberikan oleh AS, pencocokan laporan sebelumnya oleh saluran televisi British ITV. [Baca juga; Saudi Tuduh Pilot UEA yang Melakukan Pembantaian di Pasar Khamis, Yaman]

“Salah satu serangan paling mematikan terhadap warga sipil dalam perang selama setahun di Yaman, dan AS terlibat dalam penyedian senjata untuk koalisi Saudi, mengapa negara-negara adidaya tidak menghentikan penjualan senjata ke Arab Saudi,” Priyanka Motaparthy, peneliti di HRW, mengatakan.

“Sekutu koalisi lainnya AS harus mengirim pesan yang jelas ke Arab Saudi bahwa mereka tidak menginginkan keterlibatan dalam pembunuhan di luar hukum dari warga sipil, namun di saat yang bersamaan mereka menjual senjata kepada Arab Saudi” katanya. [Baca juga; 70 Tentara Saudi Tewas Dalam Serangan Rudal Toska Yaman di al-Jawf]

Motaparthy mengatakan, “Bahkan setelah puluhan serangan udara di pasar, sekolah, rumah sakit, dan lingkungan perumahan telah menewaskan ratusan warga sipil Yaman, koalisi menolak untuk memberikan ganti rugi atau mengubah taktik serangan mereka, dan terus mengulanginya”.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry, mengunjungi Bahrain pada perjalanan ke Teluk Persia, menolak berkomentar secara khusus atas laporan sementara yang dikeluarkan HRW pada hari Kamis.

“Saya tidak memiliki informasi yang solid sehubungan senjata yang digunakan,” kata Kerry.

Sejak 26 Maret 2015, Yaman telah berada di bawah serangan militer oleh Arab Saudi dengan tujuan memulihkan kekuatan dan kekuasaan mantan presiden Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi. Sekutu dekat Riyadh.

Pada hari Kamis, Kerry mengkritik keputusan Hadi “beberapa jam lalu” yang telah menolak upaya-upaya mediasi untuk mengamankan gencatan senjata dalam perang Yaman.

AS telah mendukung kampanye Saudi di Yaman. Pada bulan November, Washington menyetujui program penjualan senjata senilai $ 1.290.000 untuk Riyadh, termasuk ribuan bom. [Baca juga; Amnesty Internasional; Arab Saudi Gunakan Bom Cluster Buatan AS]

Kampanye Saudi di Yaman semakin menuai kritik aktivis hak asasi manusia atas kematian warga sipil. Menurut PBB, serangan udara koalisi Saudi 60% menarget warga sipil, yang juga telah menghancurkanl pasar, klinik dan rumah sakit serta infrastruktur lainnya.

Hampir 9.400 orang, di antaranya lebih dari 2.230 anak-anak, telah tewas dan lebih dari 16.000 lainnya terluka sejak dimulainya serangan militer koalisi yang dipimpin Arab Saudi. [ARN]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: