NewsTicker

Krisis Keuangan, Saudi Undang Iran Diskusikan Haji

Kamis, 7 April 2016

TEHERAN, ARRAHMAHNEWS.COM – Arab Saudi telah resmi mengundang delegasi Iran untuk membahas pengaturan baru haji tahun ini. hal ini diungkap kepala Organisasi Haji dan Ziarah Iran.

Pada hari Rabu, Saeed Ohadi mengatakan bahwa visa untuk delegasi Iran telah dikeluarkan, mereka akan melakukan perjalanan ke Riyadh untuk pertemuan 14 April. (Baca juga:Saudi Rugi Milyaran Dolar Atas Boikot Iran)

9e6add06-4e72-4e15-84e6-4b6479f6c762


Ia menggaris bawahi bahwa mirip dengan prosedur sebelumnya, surat perjanjian akan ditandatangani mengenai pengiriman jama’ah haji Iran ke Mekah hanya jika kedua belah pihak telah saling setuju.

“Dalam tahun-tahun sebelumnya, kami mengadakan pertemuan dengan menteri Haji Saudi pada pertengahan Januari, tapi pertemuan tahun ini telah tertunda selama tiga bulan,” katanya, sebagaimana dikutip Press TV, Kamis (07/04). Ia menambahkan bahwa Arab Saudi telah berjanji untuk mengeluarkan visa para delegasi Iran pada hari Rabu . (Baca juga:Merangkai Fakta Permainan Busuk MOSSAD Dan SAUDI Dibalik Tragedi Mina)

“Kami berharap pemerintah Saudi mengakhiri sikap “paradoks” mereka dalam menerima peziarah Iran tepat pada waktunya,” tambahnya.

Ohadi menekankan bahwa isu-isu seperti rencana Arab Saudi untuk mengasuransikan keamanan jamaah haji tahun ini dan kompensasi untuk keluarga Iran yang tewas dalam tragedi tahun lalu akan jadi agenda utama selama pertemuan. (Baca juga:Intelijen Saudi Hacks Twitter “Mujtahid” Yang Mengungkap Tragedi Mina)

Sebelumnya Iran telah menghentikan perjalanan umroh bagi rakyatnya dengan alasan kondisi kemanan, meyusul targedi Mina, buruknya penanganan Kerajaan terhadap para korban, serta meningkatnya ketegangan antara dua negara.

Pada tanggal 24 September tahun lalu, ribuan orang kehilangan nyawa mereka dalam tragedi mematikan setelah pihak berwenang Saudi memblokir sebuah jalan di Mina selama ritual Haji, memaksa banyak peziarah berdesak-desakan hingga tewas. (Baca juga:Tragedi Mina, Tim Pengawas Haji Saudi Tak Miliki Sistem Peringatan Dini)

Angka dan Statistik menunjukkan bahwa pendapatan Arab Saudi dari ziarah haji merupakan bagian yang signifikan bagi anggaran tahunan negara dan bagi ekonomi secara umum, terutama ketika penurunan pendapatan minyak karena terjadi penurunan harga minyak, sebagaimana media internasional banyak menyoroti krisis itu.

Krisis keuangan  yang membelit Saudi saat ini akibat menurunnya pemasukan dari minyak dan borosnya pengeluaran militer dalam agresi brutal kerajaan ke Yaman, otomatis menjadikan Arab Saudi bergantung pada pendapatan dari umroh dan haji. Iran menyumbang jumlah jama’ah haji dan umroh terbesar ke-3 setelah Indonesia dan Pakistan. (Baca juga:300 Jamaah Haji Pakistan Tewas Dalam Tragedi Mina)

Menurut majalah Forbes, para peziarah Iran memberikan pemasukan sebesar tiga miliar dolar ke Arab Saudi pada setiap tahunnya. Majalah tersebut belum menyebutkan nominal belanjaan barang para penziarah dari Iran di pasar-pasar Saudi selama Haji dan Umrah yang tentunya akan mengangkat jumlah yang telah disebutkan secara signifikan. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: