NewsTicker

Lavrov; Penyebaran Pasukan AS di Suriah Untuk Gulingkan Bashar Assad

Jum’at, 29 April 2016

MOSKOW, ARRAHMAHNEWS.COM – Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan intervensi militer AS di Suriah adalah ilegal dan bertujuan untuk menggulingkan pemerintah Bashar al-Assad.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan kepada harian Swedia Dagens Nyheter bahwa intervensi tanpa otorisasi “sah” dari pemerintah Suriah adalah “kesalahan besar.”

“Saya sudah mengatakan kepada mitra kita Amerika Serikat berulang kali bahwa ini adalah kesalahan besar. Sama seperti mereka menerima persetujuan dari pemerintah Irak, mereka harus memperoleh persetujuan dari Damaskus atau datang ke Dewan Keamanan PBB,” katanya.

“Faktanya, mereka pergi ke sana secara ilegal, pertama; mencerminkan sikap arogan yang menganggap Presiden Suriah Assad memimpin sebuah rezim yang tidak sah,” kata Lavrov dalam sambutannya yang dipublikasikan pada hari Kamis (28/04).

“Dan, kedua menurut pendapat saya, keinginan untuk menjaga cegkeraman dan dapat menggunakan koalisi untuk menyerang tidak hanya posisi teroris, tapi mungkin juga pasukan rezim Suriah untuk menggulingkannya, seperti yang terjadi di Libya”.

Lavrov juga mengatakan Rusia “satu-satunya negara yang terlibat dalam kegiatan anti-terorisme di Suriah secara hukum.”

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov juga mengatakan pada hari Jumat bahwa penyebaran pasukan khusus AS untuk Suriah tanpa koordinasi dengan Damaskus melanggar kedaulatan Suriah.

Sejak September 2014, AS dan beberapa sekutunya telah melakukan serangan udara terhadap posisi ISIS yang diakui di dalam wilayah Suriah.

Pemerintah Suriah telah menuduh bahwa serangan udara telah menargetkan infrastruktur negara dalam banyak hal dan melakukan sedikit untuk menghentikan kemajuan teroris.

2a8556c3-6713-4b21-9b57-23e60b12

Agresi AS di Suriah

Pada hari Kamis, Damaskus mengecam kedatangan 150 pasukan khusus AS di Suriah, dan menyebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan kedaulatan negara dan sebagai agresi.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Suriah mengatakan pasukan tiba di kota Rumeilan, provinsi Hasaka, yang didominasi oleh Kurdi Suriah.

Presiden Barack Obama mengumumkan pekan ini terkait penyebaran pasukan hingga lebih dari 250 personil ke Suriah, termasuk sejumlah pasukan khusus AS.

Pemerintah Suriah mengatakan pengerahan pasukan tidak dapat “terima dan intervensi ilegal yang dilakukan tanpa persetujuan pemerintah Suriah.”

Sementara itu, Rusia mengatakan ingin informasi rinci tentang rencana AS, termasuk tujuan yang tepat dari penyebaran pasukannya.

“Kami ingin memahami semua tentang ini; apakah ini tindakan satu kali? dan di mana mereka akan ditempatkan?”, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova di Moskow.

“Apa yang mereka kirim ke sana untuk apa? dan apakah ini merupakan bagian dari program atau rencana?” tambahnya.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan pada awal pekan ini bahwa janji Obama untuk tidak menempatkan tentara AS di tanah Suriah, akhirnya dilanggar. [ARN]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: