NewsTicker

Rusia; Turki Bantu 10.000 Militan Untuk Serangan Besar di Aleppo

Selasa, 12 April 2016

MOSKOW, ARRAHMAHNEWS.COM – Turki terus memberikan membantu kepada Front al-Nusra. Sekitar 10.000 militan dari kelompok teroris Takfiri telah berkumpul di sekitar provinsi Aleppo, barat laut Suriah, Staf Umum Rusia mengatakan kepada kator berita RT.

“Meskipun kemajuan yang dicapai dalam mengamankan gencatan senjata, Turki terus memasukkan para teroris dan senjata untuk Front al-Nusra”, kata Letnan Jenderal Sergey Rudskoy, kepala Operative Departemen utama dari Staf Umum Rusia, pada Senin (11/04). [Baca juga; Ankara Dukung ISIS Gunakan Senjata Kimia, Obama Bungkam]

Pada tanggal 27 Februari, gencatan senjata disponsori oleh Amerika Serikat dan Rusia antara pemerintah Suriah dan puluhan kelompok militan yang beroperasi di negara itu, kecuali ISIS dan Front al-Nusra yang berafiliasi dengan.

“Puluhan militan dan senjata dimasukkan dari perbatasan Turki ke Suriah, dan AS menyebut daerah itu dikendalikan oleh oposisi,” tambahnya sambil mengingatkan bahwa Rusia memiliki beberapa kesempatan untuk meminta AS membantu dalam membatasi operasi al-Nusra. [Baca juga; Pasukan Khusus Turki Bantu Teroris Melawan Kurdi di Aleppo]

Rudskoy menekankan bahwa lebih dari 8.000 teroris al-Nusra telah berkumpul di pinggiran barat daya Aleppo dan 1.500 lebih diposisikan di utara kota.

Dalam 24 jam terakhir, lebih dari 300 militan, tank dan 20 kendaraan bersenjata telah tiba di sekitar kota, tambahnya.

“Diketahui bahwa militan merencanakan serangan besar-besaran dengan tujuan memotong komunikasi antara Aleppo dan Damaskus,” katanya. “Jika mereka tidak berhenti, kita bisa melihat blokade bagian utara Suriah”. [Baca juga; GILA.. Penyambutan Super Mewah Erdogan Atas Kunjungan Raja Salman Saudi]

Bulan lalu, Rusia mendirikan pusat di Hmeimim pangkalan udara di Latakia untuk memantau gencatan senjata.

“Jumlah pemukiman yang telah bergabung dengan proses rekonsiliasi dan menandatangani perjanjian terkait dengan pihak berwenang Suriah telah meningkat menjadi 61. Sebanyak 47 laporan berniat menghentikan permusuhan setelah ditandatangani oleh pemimpin kelompok bersenjata dari oposisi moderat,” Rudskoy menambahkan.

Suriah telah bergulat dengan konflik mematikan dan menyalahkan beberapa negara asing terlibat dalam konflik selama lebih dari lima tahun. Militansi telah menewaskan lebih dari 470.000 orang tewas sejauh ini, menurut laporan per Februari yang dikeluarkan oleh Pusat Penelitian Kebijakan Suriah. [ARN]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: