NewsTicker

Surat Kabar Emirat ’24’ Bully Mufti Wahabi Sheikh Abdul Aziz Lewat Karikatur

Selasa, 26 April 2016,

ABU DHABI, ARRAHMAHNEWS.COM – Surat kabar Emirat “24” yang dekat dengan lembaga dan para pengambil keputusan di Abu Dhabi, dalam langkah baru yang belum pernah terjadi sebelumnya, merilis sebuah karikatur Mufti Sheikh Abdulaziz Alu al-Sheikh yang penuh dengan makna hinaan dan ejakan.

Surat kabar “24” itu menerbitkan karikatur Alu al-Sheikh yang sedang bergerak menuju tepi jurang yang penuh dengan kobaran api. (Baca juga: Mantan Mufti Besar Mesir: Bid’ah Ibnu Taimiyah Menelorkan ISIS)

Karikatur ini juga memuat sebuah laporan tentang penangkapan Mufti Abdul Aziz Al-Turaifi baru-baru ini, dan menyebutkan bahwa sebab penangkapannya karena Sheikh Al-Turaifi giat merekrut para pemuda untuk bergabung dengan kelompok bersenjata di Suriah dengan iming-iming sejumlah uang. (Baca juga: Saudi Negeri Dongeng, Tapi Nyata)

Penangkapan Abdul Aziz Al-Turaifi pertama kali tersebar di media sosial. Setelah tersebar penangkapannya, Al-Turaifi secara blak-blakan mengumumkan penolakannya tentang pembekuan lembaga amal ma’ruf nahi mungkar.

Setelah hastag “#إعلام_الإمارات_يسيء_للسعودية” (#Media_Emirat_Menghina_Saudi) tersebar dan menjadi tranding topik, surat “24” segera menghapus gambar karikatur tersebut. Namun, Arab Saudi secara resmi meminta kepada redaksi surat kabar itu untuk meminta maaf segera mungkin. (Baca juga: Mufti Al-Azhar; Wahabi, ISIS dan terorisme Hasil konspirasi Kerjaan Saudi)

Sementara itu, Direktur surat kabar “24” mengklaim bahwa penerbitan karikatur itu bertujuan untuk mengecam tindakan provokatif atas tindakan terhadap dewan ulama dan mufti.

Sulaiman Al-Hanaki penulis surat kabar Al-Jazirah mengatakan “sebenarnya Mufti Alu Sheikh memang membawa mereka ke dalam jurang api, kebanyakan hinaan dan ejekan itu berasal dari media Mesir dan Emirat”.

Perlu dicatat bahwa surat kabar Uni Emirat Arab itu, merilis karikatur yang menggambarkan Mufti ternama Saudi mengambil jalan menuju jurang api, kemudian tiga ulama lainnya di belakang mengikuti langkah Sheikh Abdulaziz Alu al-Sheikh. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: