NewsTicker

WOW.. Penasehat Bin Salman Umumkan Saudi Bangkrut Saat Wawancara

Minggu, 24 April 2016,

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Surat kabar ekonomi “Bloomberg”, melakukan dialog panjang dengan Putra mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, kantor berita itu mengatakan bahwa dialog dengan pangeran Saudi dilakukan di salah satu istana kerajaan yang berlangsung selama 8 jam dan belum pernah terjadi sebelumnya.

Putra raja Saudi itu berbicara kepada wartawan dari “Bloomberg” terkait draft ekonominya yang rencananya akan diumumkan pada tanggal 25 April. (Baca juga: IMF; 2020 Arab Saudi Bangkrut)

Rencana draft ekonomi putra raja Salman terfokus pada upaya untuk mengubah Arab Saudi dari negara yang bergantung pada pendapatan minyak menjadi negara yang ekonominya berdiri diatas investasi non-minyak, namun Pangeran itu tidak menyebutkan rincian lebih lanjut tentang investasi tersebut.

Putra Mahkota itu selama pertemuan tersebut mengajukan pertanyaan kepada penasihatnya Sheikh Mohammed tentang seberapa dekat jarak Arab Saudi dengan krisis ekonomi, kemudian Sheikh itu meminta dihentikannya perekaman dialog, namun bin Salman bersikeras untuk menyelesaikan dialog. Penasihat menteri Pertahanan Saudi itu menyampaikan sebuah pernyataan yang sangat mengejutkan sekali bahwa Kerajaan Saudi akan berada dalam kesulitan yang sangat berbahaya hingga pada batas “kebangkrutan total” pada awal 2017, jika kebijakan ekonomi tetap tidak berubah, seperti dilansir Mesir Today (23/04). (Baca juga: SAUDI BANGKRUT! Kerajaan Kini Sibuk Cari Utang)

Pada bulan Oktober 2015 para milyuner Saudi, termasuk keluarga Al-Saud juga beramai-ramai meninggalkan kerajaan yang kini sedang dalam krisis nasional akibat dilanda kerusuhan setelah kerajaan kaya minyak itu, Arab Saudi, sekutu terdekat Amerika di kawasan Timur-Tengah, mendeklarasikan agresi ilegalnya ke negara tetangganya yang miskin, Yaman.

Setelah naik tahta, raja Salman yang berusia sekitar 70 tahunan itu mengadopsi kebijakan dalam dan luar negeri yang ngawur, seperti memberikan kekuasaan yang berlebihan terhadap putranya yang ambisius, Muhammad bin Salman, wakil putra mahkota dan menteri pertahanan yang telah melakukan perombakan brutal di hampir semua posisi kunci pemerintah.

Menurut sumber-sumber lokal, sengketa antara anggota keluarga kerajaan yang tidak puas dengan tindakan raja dan putra mahkota, dengan pihak raja yang totaliter, telah mencapai klimaksnya dan bagai gunung berapi yang berada dalam posisi siaga satu, ketidakpuasan sosial itu siap meledak kapan saja. Para pangeran yang takut mulai melarikan diri ke negara-negara barat yaitu Perancis dan Inggris. Dengan berbagai dalih, mereka meninggalkan kerajaan yang terperangkap dalam perang berdarah terhadap bangsa asing, situasi keamanan yang rapuh dan kondisi ekonomi yang berantakan total. (Baca juga: Bin Salman Akan Gunakan Tentaranya Gulingkan Putra Mahkota Mohammed Bin Nayef)

Sementara itu, dihadapkan oleh ratusan pangeran yang melarikan diri hanya untuk menarik sejumlah besar uang tunai dari bank sentral kerajaan, para pejabat Saudi berusaha untuk menghambat arus modal besar-besaran yang terus keluar, dengan memberlakukan langkah-langkah pembatasan moneter tertentu. Itulah keadaan kerajaan Saudi saat ini yang mengalami krisis moneter hebat. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: