NewsTicker

Raja Salman Keluarkan Dekrit Perombakan Kabinet

Minggu, 8 Mei 2016

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Raja Salman mengumumkan serangkaian perubahan dalam pemerintahan pada hari Sabtu (7/05), pemecatan beberapa menteri dalam perombakan kabinet besar.

Dalam dekrit kerajaan, Raja Salman mereformasi kementerian energi, minyak, air, transportasi, perdagangan, sosial, kesehatan dan haji serta menteri yang menggantikan bertanggung jawab atas portofolio mereka.

Sebuah keputusan juga dikeluarkan oleh raja untuk menyiapkan komisi baru pariwisata dan budaya.

Namun, perubahan yang paling menonjol dari portofolio itu memecat menteri minyak Ali al-Naimi. Ia digantikan oleh Khaled al-Faleh, yang sebelumnya bertindak sebagai menteri kesehatan. Faleh mengemban tanggung jawab sebagai menteri energi, industri dan sumber daya mineral.

Naimi adalah salah satu tokoh yang paling kuat dalam OPEC (Organisasi Negara Pengekspor Minyak). Ia menjabat lebih dari 20 tahun di kementerian minyak. Banyak yang mengatakan penyebab pemecatannya karena ia berselisih dengan anak Salman, Pangeran Mohammed, seorang pria di awal 30-an yang kabarnya memiliki kata akhir pada banyak masalah di kerajaan.

Kementerian lain juga mengalami perubahan nama dan misi, seperti kementerian tenaga kerja dan sosial digabungkan menjadi satu untuk membentuk satu kesatuan. Sementara pelayanan air dan listrik benar-benar dihapus. Nama pelayanan haji yang sebelumnya dikenal sebagai Haji, diubah dengan menyertakan Umrah dan ziarah  yang sebelumnya dianggap kurang penting daripada ritual haji utama.

Sebuah pernyataan kerajaan dikeluarkan pada hari sebelumnya mengatakan perubahan di kabinet didasarkan pada beberapa “strategi terpadu dan beberapa penelitian ahli,” dan menambahkan bahwa reformasi itu dimaksudkan untuk memungkinkan kerajaan melanjutkan “proses pertumbuhan dan perkembangan.”

Dikatakan kementerian dan badan baru akan lebih mampu untuk melayani kepentingan Arab Saudi dan warganya. Reformasi muncul di tengah upaya Arab Saudi dalam menopang keuangan kerajaan yang tengah berjuang dari tahun ke tahun dengan defisit anggaran sebagai akibat dari anjloknya harga minyak.

Rezim Saudi juga terlibat dalam kampanye mematikan terhadap negara tetangga Yaman, yang telah banyak menguras sumber keuangan Arab Saudi. [ARN]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: