News Ticker

Inilah 10 Kesamaan Antara Israel dan Saudi

Minggu, 15 Mei 2016,

TEL AVIV-RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Di permukaan, memang kelihatannya Arab Saudi dan Israel seperti musuh bebuyutan dan memang tidak atau belum memiliki hubungan diplomatik. Sebelumnya Saudi menampakkan diri sebagai pihak yang memperjuangkan Palestina dan Israel menyebut negaranya dikelilingi oleh ekstremis Islam dimana banyak dari kalangan ekstrimis ini termotivasi oleh Ideologi intoleran Wahabi, yang lahir dan dibesarkan oleh Arab Saudi.

Tapi di bawah permukaan, dua negara tersebut benar-benar memiliki banyak kesamaan dan telah menjadi teman satu ranjang yang aneh.

Rumor tentang hubungan mesra kedua rezim tersebut telah beredar selama beberapa tahun terakhir, dengan gosip bahwa kedua negara telah mengadakan pertemuan rahasia dan bertukar data intelijen. Pada 2015, mantan pejabat Saudi dan Israel mengkonfirmasi bahwa mereka memang telah mengadakan serangkaian pertemuan tingkat tinggi untuk membahas kepentingan bersama, misalnya pertumbuhan pengaruh Iran di Irak, Suriah, Yaman, dan Lebanon, serta program nuklir Iran. Shimon Shapira, seorang perwakilan Israel yang ikut dalam pertemuan rahasia dengan Saudi, mengatakan “Kami menemukan bahwa kami memiliki masalah yang sama, tantangan yang sama dan beberapa jawaban yang sama.”

Pada tanggal 5 Mei, Pangeran Turki bin Faisal, mantan kepala intelijen dan duta besar Arab Saudi untuk Washington, bersama dengan mantan penasehat keamanan nasional untuk Perdana Menteri Netanyahu, pensiunan Mayor Jenderal Yaakov Amidror, mengadakan pembicaraan bersama di Washington DC dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh sayap kebijakan lobi Israel, AIPAC. Institut Washington untuk Kebijakan Timur Dekat, menyiarkan langsung acara tersebut secara online, hal ini menunjukkan bahwa Arab Saudi dan Israel akhirnya keluar dari kamar bersama-sama. (Baca juga: Abdel Bari Atwan; Saudi Mencari Kemitraan Strategis Dengan Israel)

Berikut adalah sepuluh (10) kesamaan yang dimiliki Arab Saudi dan Zionis Israel:

Pertama, kedua negara sama-sama menindas kelompok-kelompok non-dominan yang tinggal di perbatasan mereka. Israel menindas Palestina, membangun pemukiman di tanah mereka dan desa-desa sekitarnya dengan dinding apartheid dan tentara bersenjata berat, sedangkan Arab Saudi mendirikan sebuah sistem politik dan hukum yang menindas siapapun yang berpaham non Wahabi, para perempuan dan jutaan buruh migran. Kedua negara menanggapi pembangkang politik dengan cara yang sama, menggunakan kekuatan yang berlebihan, penahanan sewenang-wenang dan tidak terbatas, impunitas, intimidasi, dan penyiksaan. (Baca juga: Arab Saudi bukan “Negara Islam”, Tapi “Penjual Islam”)

Kedua, Israel dan Arab Saudi telah menginvasi negara tetangga mereka dan membunuh ribuan warga sipil disana. Israel telah menyerang dan membombardir Gaza sejak tahun 2008; pada tahun 2014 saja militer Israel menewaskan 2.104 orang, sebagian besar warga sipil, menghancurkan 17.200 rumah dan meninggalkan 475.000 orang terpaksa hidup dalam kondisi darurat, sedang Saudi telah ikut campur dalam urusan internal negara tetangganya Yaman. Pada bulan Maret 2015, mereka meluncurkan kampanye pemboman yang sangat brutal. Membunuh lebih dari 6.000 orang Yaman dengan sebagian besarnya adalah warga sipil, menghantam pasar, sekolah, rumah sakit, tempat tinggal bahkan pesta pernikahan, dan menggusur lebih dari 2,5 juta orang. Kedua rezim menggunakan senjata yang telah dilarang secara internasional: Israel menggunakan fosfor putih di Gaza, Saudi menggunakan bom curah di Yaman.

Kehancuran Negara Yaman Oleh Penjajah AS, Saudi dan Sekutunya

Ketiga, Agama dimainkan sebagai peran kunci dalam politik kedua negara. Israel dianggap sebagai tanah air bagi orang-orang Yahudi dan Hukum Dasar Israel dalam konstitusinya mendefinisikan negara tersebut sebagai Negara Yahudi. Yahudi mendapatkan perlakuan istimewa, seperti hak bagi orang-orang Yahudi di mana saja untuk berimigrasi ke Israel dan otomatis menjadi warga negara, sementara Muslim menghadapi diskriminasi sehari-hari dan diperlakukan sebagai warga negara kelas dua. Di Arab Saudi, Mekkah adalah kota suci bagi umat Islam dan Kerajaan Saudi menganggap dirinya sebagai pusat global Islam. Hanya Muslim yang dapat menjadi warga negara Saudi dan non-Muslim diperlakukan seperti warga negara kelas dua.

Keempat, keduanya mengekspor “produk-produk” yang mempromosikan kekerasan. Israel adalah eksportir utama senjata dan tentara terlatih ke negara lain (termasuk Amerika Serikat) melalui teknik represif. Saudi mengekspor Ideologi ekstrimis yang bernama Wahabisme ke seluruh Timur Tengah dan Afrika Utara. Wahabisme adalah dasar ideologi teroris Al Qaeda dan ISIS. (Baca juga: AKAR SEJARAH TERBENTUKNYA ISIS DAN AL QAEDA)

Kelima, jika pepatah musuhnya musuh saya adalah teman saya, maka kebencian pada Iran telah membawa kedua rezim semakin erat bergandeng tangan. Keduanya melihat Iran sebagai ancaman eksistensial dan takut pengaruh Iran akan tumbuh di kawasan. Mereka berdua menentang kesepakatan nuklir Iran dan memandang tercapainya kesepakatan adalah seperti kemenangan besar diplomasi Iran atas perang. Mereka bertekad untuk menghentikan Amerika lebih dekat pada Iran.

Keenam, kedua negara mendukung kudeta militer di Mesir, yang dipimpin oleh Jenderal Abdul Fattah El-Sisi, menggulingkan pemerintah yang terpilih secara demokratis dan menyebabkan gelombang brutal represi yang menempatkan 40.000 orang “pembangkang” di penjara. Saudi telah melangkah dengan miliaran dolar untuk mengisi pundi-pundi rezim Sisi ini, dan Mesir telah berkolaborasi dengan Israel dalam pengepungan terus menerus yang dilakukan Israel terhadap Gaza.

Ketujuh, Israel dan Arab Saudi sama-sama mendukung kelompok-kelompok ekstremis di Suriah seperti Jabhat Al Nusra, yang merupakan afiliasi al-Qaeda, karena keduanya lebih peduli terhadap penggulingan Assad dibandingkan mengalahkan ISIS. Saudi memberi dukungan untuk Al-Nusra sementara Israel merawat para pejuang Al-Nusra yang terluka di rumah sakit Israel dan kemudian mengirimkan mereka kembali untuk bertempur melawan tentara pemerintah Suriah. Israel juga membunuh penasihat-penasihat militer Lebanon-Iran yang telah membantu pemerintah Assad dalam memerangi teroris Jabhat al-Nusra. (Baca juga: 3 Dajjal ‘AS, Saudi, Israel’ Kecil Dunia)

Kedelapan, kedua negara memenjarakan ribuan tahanan politik, termasuk anak di bawah umur. Pada bulan Februari 2016, Israel menahan 6.204 warga Palestina di penjara, 438 dari mereka adalah anak di bawah umur. Banyak anak di bawah umur yang dipenjara karena melemparkan batu ke tentara Israel. Saudi juga telah memenggal anak-anak di bawah umur. Saat ini Saudi memiliki tiga tahanan yang menghadapi ancaman eksekusi. Mereka ditangkap saat masih remaja karena turut serta dalam demo damai disana.

Amerika dan Saudi

Kesembilan, mereka berdua menghabiskan jutaan dolar untuk mempengaruhi kebijakan AS. Pemerintah Israel menggunakan lobi AS-nya, AIPAC, (American Israel Public Affairs Committee), yang merupakan kelompok lobi kebijakan luar negeri paling berpengaruh di Amerika Serikat. Saudi, kini juga memiliki lobi Amerikanya sendiri yang mereka sebut sebagai SAPRAC (Saudi American Public Relations Affairs Comitte). Selama bertahun-tahun mereka telah membeli pengaruh dengan kontrak public relations berpengaruh dan firma hukum seperti Grup Podesta, dan menyumbang ke Clinton Foundation, Carter Foundation dan puluhan think tank serta universitas Ivy League.

Kesepuluh, keduanya adalah sekutu lama Amerika Serikat. pemerintah AS telah mendukung Israel sejak rezim itu didirikan pada tahun 1948; mereka juga telah mendukung raja Saudi sejak berdirinya kerajaan itu pada tahun 1932. AS telah membantu menjamin keamanan kedua negara. pembayar pajak AS memberikan lebih dari 3 miliar dolar per tahun untuk mendukung militer Israel; militer AS menjadi penjaga Teluk Persia dengan imbalan royalti Saudi. Arab Saudi juga merupakan pembeli senjata no 1 di AS. (Baca juga: LICIK! Saudi, AS, Israel Rencanakan Siasat Perang Habis-habisan Lawan Yaman)

Karikatur, Jalan Menuju Amerika

Beberapa pihak mengatakan bahwa baik bagi Israel dan Arab Saudi untuk berdamai dan menemukan kesamaan. Tapi perdamaian di Timur Tengah tidak akan pernah terjadi dengan kolaborasi Israel-Arab Saudi. Kolusi Saudi-Israel hanya akan memanaskan situasi di kawasan. (ARN)

Sumber Artikel: huffingtonpost.com, penulis Medea Benjamin adalah salah satu pendiri kelompok perdamaian CodePink dan organisasi hak asasi manusia Global Exchange. Ia adalah penulis buku tentang Arab Saudi yang berjudul “The Unjust Kingdom” dan penulis “Drone Warfare: Killing by Remote Control (“Drone Warfare:. Membunuh dengan Remote Kontrol”).

Iklan

6 Trackbacks / Pingbacks

  1. Inilah 10 Kesamaan Antara Israel dan Saudi | Arrahmah
  2. 10 Kesamaan Antara Zionis Israel dan Arab Saudi – Banser Bela Negara
  3. Inilah 10 Kesamaan Israel dan Saudi | Second News
  4. Kondisi Masjid Terbesar di Aleppo yang Dihancurkan Teroris Takfiri – VOA ISLAM NEWS
  5. Kondisi Masjid Terbesar di Aleppo yang Dihancurkan Teroris Takfiri | ISLAM NKRI
  6. Israel Gunakan Fatwa Wahabi untuk Cegah Demo Gaza – ArrahmahNews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: