Amerika

Tempat Penyembelian Ternak di AS Jorok dan Menjijikan

Sabtu, 14 Mei 2016

WASHINGTON DC, ARRAHMAHNEWS.COM – Disaat sebagian dari rakyat Amerika meributkan perdebatan apakah setiap pekerja seharusnya menggunakan satu toilet secara bersama atau tidak, para pekerja di pabrik-pabrik peternakan unggas dipaksa untuk memakai popok/diaper karena kecepatan kerja mereka tidak memungkinkan mereka untuk meminta istirahat atau izin ke kamar mandi .

Sebuah situs berita online Amerika, trofire.com, pada Kamis (12/05) menyatakan bahwa itu adalah harga yang harus dibayar akibat kebijakan ayam murah di AS.

Sebuah laporan yang dirilis Oxfam Amerika baru-baru ini mengungkap bahwa di banyak pabrik peternakan, pekerja tidak boleh izin ke kamar mandi. Laporan itu mengutip beberapa produsen utama unggas termasuk Tyson Foods Inc, Pilgrim’s Pride Corp, Perdue Farms Inc dan Sanderson Farms Inc. Para buruh di pabrik-pabrik tersebut melaporkan kondisi yang tidak manusiawi dan kurangnya perlakuan yang adil oleh manajer dan supervisor.

Para pekerja yang miskin ini terus menerus diejek, ditertawakan, dan diabaikan hak-hak kemanusiannya. Akibatnya, banyak pekerja membahayakan diri dengan membatasi asupan makanan dan cairan agar mereka lebih bisa menahan diri untuk tidak buang air kecil. Yang lain bahkan sampai terpaksa mengompol atau lebih menjijikkan lagi, buang air besar di celana. Banyak juga yang dalam rangka mencegah kebutuhan untuk menggunakan toilet, menggunakan popok pakai dewasa setiap harinya.

Perusahaan menyangkal tuduhan ini, tapi ini bukan pertama kalinya kasus-kasus seperti ini terungkap. Oxfam juga telah mendengar kesaksian semacam itu dari para pekerja di pabrik-pabrik olahan peternakan seperti ini dan yang lainnya.

Sementara para pekerja telah diabaikan hak-hak dasar mereka demi untuk bisa bekerja lebih keras, lebih cepat, dan lebih efisien demi para elit perusahaan yang menduduki posisi puncak di perusahaan-perusahaan ini, mereka yang memperlakukan para buruh bagaikan budak meraih rekor keuntungan yang sangat tinggi.

Para buruh di seluruh Amerika telah berjuang untuk mendapatkan hak-hak pekerja yang wajar selama berabad-abad, namun kebutuhan paling dasar dari para buruh ini ternyata masih saja diabaikan oleh beberapa perusahaan paling makmur di negeri itu. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: