News Ticker

Nasrallah: Darah Para Pejuang yang Syahid Semakin Perkuat Perjuangan di Suriah

Nashrallah: Kehadiran Kami di Suriah Untuk Bela Bangsa Arab

  • Ciri-ciri Wahabi
  • Rupiah Perkasa

 Sabtu, 21 Mei 2016

BEIRUT, ARRAHMAHNEWS.COM – Sekjen Hizbullah Libanon, Sayyed Hassan Nasrallah, mengatakan bahwa keputusan perlawanan Lebanon memasuki pertempuran di Suriah adalah demi membela Lebanon, Palestina, keseluruhan dari bangsa Arab, dan poros perlawanan.

Dalam pidato hari Jumat (20/05) selama acara untuk menandai satu minggu (7 hari) meninggalnya syahid Mustafa Badreddin, Nasrallah memperingatkan Israel bahwa jika mereka menargetkan siapapun anggota perlawanan, maka respon Hizbullah akan tanpa kompromi dan akan berada di luar peternakan Sheb’a, terlepas dari segala konsekuensinya. (Baca juga: Mufti Besar Suriah Kenang Sang Martir Hizbullah “Mustafa Badreddin”)

Dalam pidatonya, Nasrallah mengungkap prestasi mendiang Badreddin, atau yang lebih dikenal ” Sayyed Zulfiqar” yang menjalankan operasi perlawanan terhadap organisasi teroris di Suriah. Selain itu, ia juga memainkan peran utama dalam membongkar jaringan agen-agen Israel dan jaringan teroris yang merencanakan pemboman di Libanon.

Ia juga mengatakan bahwa data menegaskan organisasi teroris Takfiri bertanggung jawab atas kematian Badreddin, dan mencatat bahwa jika informasi mengindikasikan Israel bertanggung jawab atas pembunuhan itu, maka Hizbullah tidak akan menyembunyikan informasi tersebut dan tidak berbohong, bahkan jika itu demi perang psikologis. (Baca juga: Inilah Wasiat Sang Jenderal Hizbullah yang Gugur di Suriah)

Nasrallah mengatakan kesyahidan Badreddin dan darah para martir lainnya hanya memotivasi gerakan perlawanan untuk memiliki kehadiran yang lebih besar di Suriah karena keyakinan perlawanan dalam kebenaran pertempuran di sana dan karena pendirian kelompok itu bahwa kemenangan hampir berada dalam genggaman. Ia juga menambahkan bahwa Hizbullah akan hadir dalam berbagai bentuk dan menyelesaikan pertempuran, karena percaya bahwa usaha dan pengorbanan akan menggagalkan proyek Takfiri buatan AS dan Israel.

“Kami memasuki pertempuran di Suriah berdasarkan analisis dan estimasi yang jelas terhadap berbagai bahaya dan ancaman, dan bahwa setiap hari fakta semakin terungkap dan tujuan dari pertempuran menjadi jelas seiring dengan peran Amerika, Barat, dan sekutu-sekutu mereka di kawasan, yang mengeksploitasi, mendanai, mengerahkan, mempersenjatai, melengkapi, melatih organisasi teroris, serta mengatur dan memfasilitasi kedatangan mereka dari seluruh dunia ke Suriah”, katanya sebagaimana dikutip SANA, Jum’at (20/05). (Baca juga: Mustafa Badreddin; Aku Tidak Akan Kembali dari Suriah kecuali Menjadi Martir)

“Semua orang tahu bahwa rezim Al Saud membayar media dan melakukan hasutan sektarian, mendanai, mempersenjatai, dan membawa teroris dari seluruh dunia ke Suriah, kemudian mengorganisir mereka melalui ruang operasi di Yordania, selain menjalankan apa yang disebut delegasi Riyadh,” katanya, dan menambahkan bahwa rezim Saudi berperang di darat dan juga menyabotase upaya politik.

Karikatur, ISIS Boneka AS dan Saudi

Lebih lanjut Nasrallah mengatakan bahwa informasi dan pengakuan yang muncul ke permukaan saat ini membuktikan bahwa Suriah telah menjadi target karena negara itu independen dari hegemoni AS dan kroni-kroninya di kawasan, atas komitmennya terhadap pan-Arab, dan karena menentang proyek Israel di Palestina yang menduduki tanah Arab tersebut, dan untuk mendukung perlawanan di Lebanon dan Palestina. (Baca juga: Breaking News; Kepala Intelijen dan Komandan Militer Hizbullah Dibunuh Israel)

Nasrallah mengatakan bahwa setelah kegagalan AS dan Israel dalam tekanan langsungnya, mereka kemudian mengeksploitasi ISIS dan Jabhat al-Nusra serta kelompok teror lainnya untuk melawan sumbu perlawanan, sementara pada saat yang sama mereka berusaha untuk menyamar sebagai pelindung masyarakat di kawasan ini dan menggunakan kelompok-kelompok teror ini sebagai alasan untuk memiliki kehadiran militer di wilayah tersebut dan memasuki Suriah. (ARN)

Iklan
  • Perempuan Alawy Disekap ISIS
  • Sumanto Al Qurtuby: Mengapa Hizbut Tahrir Tidak Laku di Timur Tengah?
  • Idham Aziz, Calon Kapolri, Polri
  • Emak Militan Jokowi
  • Rekam Jejak Enzo Allie
  • Gatot Nurmantyo, Mantan Panglima TNI
  • Dina Sulaeman: Pembantaian dan Industri Kebencian (2)

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Nasrallah: Darah Para Pejuang yang Syahid Semakin Perkuat Perjuangan di Suriah | Arrahmah
  2. Nasrallah: Mempertahankan Aleppo Berarti Mempertahankan Lebanon, Suriah dan Irak | ISLAM NKRI

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: