NewsTicker

Cak Nun; Ustad yang Suka Mengkafirkan Namanya “Ustad Setan”

Kamis, 26 Mei 2016

JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – Pada hakikatnya, setan ialah sesosok makhluk Allah yang pada awalnya sangat menentang penciptaan manusia. Mereka ingin manusia terpecah belah dan saling menumpahkan darah. Setan juga selalu membujuk manusia agar menjauhi perintah Allah dan selalu menuruti hawa nafsunya dalam mengejar dunia dan jabatan. Menurut Cak Nun, sudah tidak ada lagi setan yang menentang Tuhan dan Al-Quran, karena memang setan tahu, bahwa dirinya pun makhluk Tuhan, tapi yang ada setan berpenampilan Nabi dan bemulut al-Quran.

Kata-kata Cak Nun, sangatlah dalam dan perlu penjelasan ilmiah. Setan tidaklah nampak, manusia tidak mampu melihat setan dengan wujud aslinya. Jadi yang dimaksud disini adalah setan sebagai sifat. Sifat yang senang akan perpecahan dan merasa paling benar sendiri, inilah sifat setan yang ada pada diri manusia. Dengan berpenampilan seperti Nabi Muhammad Saw (memakai jubah, sorban, udeng-udeng) mereka menghasut orang lain untuk saling bermusuhan. Mereka menggunakan ayat-ayat al-Quran untuk membunuh orang. Berapa banyak manusia yang mati karena kebiadaban kekuasaan politik yang mengatasnamakan agama.

Setan-setan ini sekarang mulai menampakkan diri, mudah menuduh orang lain kafir, padahal kekafirannya sendiri tidak dipikirkan. Mereka sibuk mencaci maki orang lain dengan kata-kata kasar, dan enggan intropeksi kepada dirinya sendiri. Inilah hakikat setan, merasa paling sempurna sehingga mereka mampu mengkapling surga, selain kelompoknya tidak akan masuk surga. Mereka juga menggunakan dalih menegakkan hukum Allah, padahal yang mereka incar adalah menaklukkan wilayah negara lain untuk kelompoknya.

Sifat-sifat setan ini yang membuat Suriah, Irak, Libya, Somalia, Afganistan, Pakistan dilanda perang saudara. Berbicara bagaikan Nabi Muhammad Saw, di tangan kanan membawa al-Quran dan ditangan kiri membawa pedang, mereka membunuh satu sama lain. Membunuh warga sipil yang tak berdosa. Dengan dalih agama juga mereka menculik orang lain yang mana ujung-ujungnya mereka meminta tebusan. Ali bin Abi Thalib pun sudah memperingati bahaya kelompok orang yang berpenampilan Nabi dan bermulut al-Quran, bahwa mereka membaca al-Quran hanya sampai batas kerongkongan saja, mereka tidak mampu menerima cahaya hikmah al-Quran tentang kedamaian dan toleransi, alih-alih ingin menegakkan hukum Allah, justru mereka membunuh Ali yang mana Ali adalah menantu Nabi Muhammad Saw.

Mereka selalu mengatakan mereka adalah pengikut Nabi Muhammad yang sejati, padahal apakah Nabi Muhammad pernah membakar tawanan? atau menjadikan budak seks tawanan tersebut? atau menjadikan anak-anak tameng untuk melakukan bom bunuh diri? tidak satupun Nabi Muhammad pernah melakukan itu. Itu adalah perbuatan setan yang berbentuk manusia, demi ambisi kekuasaannya mereka bergaya bagaikan Nabi Muhammad. [ARN]

3 Comments on Cak Nun; Ustad yang Suka Mengkafirkan Namanya “Ustad Setan”

  1. Betul sekali ucapan Cak Nun ini. Lihat aja sekarang banyak tokoh tokoh islam mulai dari tokoh Ustadz, Ulama, yang bersorban, berdaster putih, teriak teriak Allahu Akbar tidak pada tempatnya untuk menyebarkan kebencian dan penghasutan bernuansa SARA. Hati hatilah wahai saudara umat Islam.

  2. di alqur’an Allah menggunakan kata kafir tdk sedikit..bahkan jidad DAJJAL pun bertulis kaaafir..apa caknun alergi dengan kata2 itu..harap jangan menghina jubah dan sorban, apalagi di nisbahkan dg RASULULLAH..kecualia kalian bkn golongan beliau

  3. Cak nun…Makanya liat dulu masalahnya…kenapa sampai terjadi seperti ini…anda muslim…tetapi anda tidak mencerminkan sikap seperti muslim…apa yang anda bela cak…apakah DIbenarKan seorang diluar muslim menggunakan ayat suci alquran sebagai bahan kampanye politik…???terlebih lagi. dia bukan seorang muslim…alquran ayat brp yang bisa menjelaskan itu cak…seandainya keadaan di balik umat muslim menggunakan kutipan alkitab utk kepentingan politik apakah BENAR..???
    bukan habib riziek yang saya bela cak…Tapi AQIDAH DAN KEIMANAN SAYA YANG SAYA BELA…
    Sebelum terjadi seperti ini apakah ada aksi2 seperti kemarin cak…???
    MIKIR CAK NUN

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: