News Ticker

Iran Ingin Lakukan Ritual Haji, Tapi Arab Saudi Melarangnya

Selasa, 31 Mei 2016

TEHRAN, ARRAHMAHNEWS.COM – Kepala Organisasi Haji dan Ziarah Iran mengatakan Iran tidak akan menghadiri haji tahun ini, dan mengecam Arab Saudi yang telah menciptakan hambatan Iran berusaha untuk tetap melakukan manasik tahun ini.

Dalam sebuah wawancara dengan media Iran pada hari Senin, Saeed Ohadi kepala urusan haji Iran, menjelaskan alasan mengapa Iran akhirnya memutuskan untuk tidak mengirim jamaah haji ke Mekah tahun ini.

9987df3b-2481-48ac-84e6-59f1450021d2

Dia menegaskan bahwa setelah negosiasi panjang antara kedua belah pihak, pemerintah Riyadh menambahkan 11 poin untuk nota kesepahaman yang ditandatangani antara Iran dan Arab Saudi, yang tidak ada dalam perjanjian haji tahun lalu antara kedua negara.

Ohadi menyatakan bahwa 11 poin terbaru yang ditambahkan oleh pemerintah Saudi, mencoba untuk memaksakan pembatasan baru pada jamaah haji Iran, sehingga mustahil bagi Republik Islam Iran untuk menerima seluruh perjanjian sebagai akibat dari itu Iran tidak akan mengirimkan peziarah ke tanah suci Mekah tahun ini.

Berikut 6 poin tambahan yang dipaksakan oleh pemerintah Arab Saudi untuk mencegah peziarah Iran, sebagai berikut:

Perusahaan Saudi bertekad untuk tidak menerima peziarah Iran

Saeed Ohadi mengatakan, “kami telah pergi ke Arab Saudi untuk menandatangani perjanjian,” tapi pejabat Saudi itu tampaknya bertekad untuk tidak menerima peziarah Iran dan hanya mencoba untuk mengulur waktu melalui negosiasi, serta membangun citra di mata internasional.

Larangan mengibarkan bendera Iran

Ohadi menyatakan bahwa di antara alasan utama di balik pembatalan haji tahun ini oleh Iran adalah Saudi melarang penggunaan bendera Republik Islam Iran, yang biasa digunakan sebagai tanda untuk peziarah Iran dan bertujuan untuk membimbing para peziarah. Anehnya, larangan ini hanya diberlakukan pada jamaah haji asal Iran saja, tidak dengan negara-negara lain.

Pembatasan jumlah klinik Iran

Pejabat Iran juga mengatakan kondisi negatif lainnya yang ditetapkan oleh Saudi adalah “memaksakan pembatasan jumlah klinik Iran di Arab Saudi selama musim haji, dan membatasi penggunaan berbagai obat-obatan oleh peziarah Iran di Arab Saudi.”

Arab Saudi mewajibkan jamaah haji Iran memakai gelang elektronik

Pejabat Iran itu juga menyatakan bahwa Arab Saudi telah memerintahkan peziarah Iran untuk memakai “gelang elektronik.”

“Tentu saja, kami telah merancang sebuah gelang yang sama untuk memudahkan identifikasi peziarah, tetapi Arab Saudi menyatakan akan merancang gelang itu sendiri dan tidak akan membiarkan pihak Iran untuk menggunakan gelang buatan sendiri.”

Ohadi juga mencatat, mereka juga telah melarang jamaah haji Iran membaca doa bersama, merupakan alasan lain mengapa Iran tidak mau menyerah pada kondisi yang diberlakukan oleh Arab Saudi.

Tidak adanya basa-basi politik

Ohadi mengatakan pemerintah Riyadh telah mengabaikan adab politik dan diplomasi, mereka harus disalahkan karena telah melarang ritual haji bagi peziarah Iran. Ia juga mengatakan para pejabat Saudi gagal mematuhi sopan santun bahkan selama proses negosiasi dengan pihak Iran yang ditujukan untuk membahas pengaturan haji tahun ini.

Saudi melecehkan Al-Qur’an

Pejabat Iran lebih lanjut menyatakan bahwa para pejabat Saudi menunjukkan rasa tidak hormat terhadap Al-Qur’an cetakan Iran, mereka selalu mengambil paksa dari peziarah Iran dan membuangnya dengan cara tidak sopan.

Delegasi Iran baru-baru ini melakukan perjalanan ke Arab Saudi atas undangan resmi Menteri Urusan Haji dan Umrah Mohammad Saleh bin Taher Benten untuk membahas pengaturan haji tahun ini setelah tragedi mematikan di Mina yang menewaskan ratusan peziarah pada September lalu.

Kementerian Haji Arab Saudi pada Sabtu dalam pertemuan dengan delagasi Iran, menolak untuk memberikan menjamin keamanan, keselamatan dan martabat peziarah Iran.

6889f126-3e19-435b-bf2e-242fcf1cda32

Ratusan orang tewas dalam insiden mematikan di Mina yang berlangsung pada tanggal 24 September tahun 2015, saat dua massa besar peziarah berkumpul di persimpangan jalan saat upacara simbolis dari rajam Setan di Jamarat.

Arab Saudi mengklaim hampir 770 orang tewas dalam insiden itu, namun pejabat di Organisasi Haji dan Ziarah Iran serta data yang dikeluarkan setiap negara yang warganya menjadi korban, menunjukkan bahwa sekitar 4.700 orang kehilangan nyawa mereka dalam tragedi Mina.

Kantor berita AP mencatat lebih dari 2.400 jamaah haji tewas dalam tragedi mematikan itu. [ARN]

Iklan

1 Trackback / Pingback

  1. Iran Ingin Lakukan Ritual Haji, Tapi Arab Saudi Melarangnya | Arrahmah

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: