Internasional

Bahrain Bebaskan Aktifis Wanita Beserta Bayinya yang Ditahan

Rabu, 1 Juni 2016

AL-MANAMA, ARRAHMAHNEWS.COM – Seorang pejabat kejaksaan mengatakan bahwa pihak berwenang Bahrain pada hari Selasa (31/05) melepaskan aktivis “kemanusiaan”, Zainab al-Khawaja, yang telah dipenjara bersama dengan bayinya sejak Maret lalu.

Jul 5, 2022
Seorang Ibu dari Bahrain, yang juga memegang kewarganegaraan Denmark itu, dihukum karena menghina Raja Hamad dengan merobek sebuah foto sang raja. Zainab yang memiliki seorang bayi berusia 17 bulan, memilih untuk membawa bayinya ke penjara agar tetap bisa untuk mengasuhnya secara langsung.

“Pejabat kehakiman memerintahkan “penangguhan hukuman” untuk Khawaja dan terdakwa lain Irena Bogotova yang telah dipenjara juga bersama aanaknya yang berumur empat tahun,” jelas Abdulrahman al-Sayed dalam sebuah pernyataan.

“Mereka dilepaskan dengan mempertimbangkan situasi kemanusiaan dan untuk kepentingan anak-anak mereka,” katanya. Bogotova dilaporkan sebagai keturunan Rusia, namun tidak ada rincian yang jlas tentang kasusnya.

Zainab al-Khawaja adalah putri dari aktivis hak asasi terkemuka Abdulhadi al-Khawaja, yang menjalani hukuman seumur hidup karena dianggap telah merencanakan untuk menggulingkan rezim Sunni.

Pusat Hak Asasi Manusia Teluk (GCHR) mengatakan bahwa Khawaja dipenjara selama tiga tahun satu bulan atas berbagai tuduhan, termasuk merobek gambar raja dan menghina seorang perwira polisi. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: