News Ticker

Laksanakan Perintah Jokowi, Kapolri Lacak Para Mafia Kartel Harga Sembako

Sabtu, 04 Juni 2016,

JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – Perintah presiden Jokowi untuk turunkan harga sembako menjelang puasa kepada kementrian terkait termasuk didalamnya Kepolisian, ditugaskan untuk menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok, terutama daging Sapi. Jokowi menargetkan harga daging sapi maksimal Rp. 80.000 – 90.000 per kilogram sebelum Lebaran.

Salah satunya adalah dengan memantau dan memburu para mafia dan kartel harga sembako yang diduga keras menjadi penyebab kenaikan harga-harga kebutuhan pokok.

Jelang Lebaran, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti telah menurunkan satuan tugas (Satgas) untuk menelusuri mafia kartel harga sembako. Satgas tersebut dibentuk di tiap-tiap Kepolisian Daerah (Polda), Kepolisian Resort (Polres) sampai Kepolisian Sektor (Polsek) di seluruh wilayah Indonesia. (Baca juga: Jokowi Presiden Rakyat, Suara Rakyat Suara Kejujuran)

“Mulai dari kemarin bapak Kapolri sudah melaksanakan konferensi video dan sudah diperintahkan untuk seluruh jajaran Polda membuat satgas memantau dan menindak kalau ditemukan pelanggaran dan kartel-kartel pangan,” kata Kabareskrim Polri Irjen Ari Dono Sukmanto di Mabes Polri, Jumat (3/6/2016).

Menurutnya, satgas ini akan memperhatikan lonjakan harga sembako di pasar, memetakan petani, pengepul hingga pendistribusiannya. Intinya untuk membatasi ruang gerak para mafia kartel harga sembako.

“Intinya, satgas itu akan rutin turun ke lapangan meninjau gejolak-gejolak di pasar,” ucap Ari seraya menambahkan bahwa Polri akan membidik dan menindak tegas pelaku yang diduga memonopoli pasar dalam hal ini adalah para pedagang besar dan mafia kartel. (Baca juga: Jokowi; Bangsa Indonesia Tertinggal Karena Enam Masalah?)

Para pelaku mafia kartel ini nantinya akan dijerat pasa pidana sesuai dengan pelanggarannya, namun Ari Dono enggan menguraikan pasal pidana yang nantinya akan menjerat pelaku mafia kartel sembako.

“Sesuai dengan pelanggarannya apa, kalau terkait dengan perdagangan ya perdagangan, pertanian ya pertanian,” paparnya. (ARN/FokusNusa)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: