News Ticker

Setelah Blacklist Arab Saudi, Apa Selanjutnya yang Dilakukan PBB?

Senin, 6 Juni 2016

YAMAN, ARRAHMAHNEWS.COM – PBB harus telah memasukkan Arab Saudi ke dalam daftar hitam kejahatan terhadap anak, membuat cacat atau membunuh anak-anak tak berdosa dengan agresi militer yang sedang berlangsung di Yaman. [Baca juga; PBB Blacklist Koalisi Saudi atas Pembantaian Anak-anak Yaman]

Setelah memblacklist Arab Saudi, apa selanjutnya yang harus dilakukan PBB?

Dalam rangka untuk membantu mengakhiri pelanggaran berat ini, masyarakat internasional, PBB khususnya, harus mengambil beberapa langkah besar, termasuk mengakhiri perang, menangguhkan penjualan senjata ke Arab Saudi, dan membentuk sebuah mekanisme internasional untuk menyelidiki pelanggaran oleh negara-negara Barat yang masih terus melanggar Hukum Internasional dengan mempersenjatai koalisi yang dipimpin Saudi, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Israel dan beberapa negara anggota Uni Eropa lainnya.

PBB juga harus memberikan sanksi kepada mereka yang terlibat dalam pembunuhan dan membuat cacat anak-anak, serangan terhadap infrastruktur sipil, sekolah, pernikahan, kamp-kamp pengungsi dan bahkan rumah sakit. Laporan itu seharusnya juga menempatkan AS dalam daftar hitam PBB, karena keterlibatannya secara langsung dalam kejahatan perang Saudi. Namun, hal itu biasa dan tidak bisa dipercaya sama sekali.[Baca juga; Catherine Shakdam: Adu Domba Asing dan Kelicikan Saudi Diantara Perlawanan Bangsa Yaman]

Kejahatan_Saudi_Di_Yaman

Untuk menghindari skenario perang Yaman, badan dunia memiliki kewajiban untuk memasukkan mereka ke dalam daftar hitam, karena telah mengambil bagian dalam serangan udara mematikan dan melakukan kejahatan perang terhadap sasaran sipil di Yaman, termasuk serangan terhadap Doctors Without Borders dan kelompok-kelompok hak asasi manusia lainnya. Memang, ada sesuatu yang sangat salah ketika laporan hanya mengklaim bahwa serangan tersebut “dilakukan oleh pasukan internasional” tanpa menyebut dan mempermalukan para pelaku yang sebenarnya.

hal itu juga tidak berarti, negara-negara Barat masih bebas mengekspor senjata mereka ke Arab Saudi. Bahkan, risiko pelanggaran protokol internasional akan terus terulang kembali, jika mereka tidak dimasukan dalam daftar hitam. Hukum internasional mengharuskan mereka untuk mendukung panggilan oleh PBB untuk mulai melakukan investigasi berimbang atas kejahatan perang Arab dan pelanggaran. [Baca juga; UNICEF; Rata-rata 6 Anak Yaman Tewas atau Terluka Setiap Harinya Sejak Agresi Saudi]

saudismurderchildrenyemen

Dalam beberapa serangan yang didokumentasikan, Human Rights Watch dan PBB telah mengidentifikasi penggunaan amunisi tandan (bom cluster) Amerika di Yaman. Mereka bahkan telah menyerukan kepada Amerika Serikat untuk mengecam penggunaannya oleh koalisi Saudi tetapi tidak berhasil. AS secara terbuka mendukung perang, dan terus mencemoohkan Hukum Internasional. Penggunaan amunisi tandan seperti memainkan peran dalam menjelaskan mengapa ada semacam pembunuhan sipil besar-besaran dalam perang.

PBB telah melaporkan selama berbulan-bulan bahwa koalisi yang dipimpin Saudi bertanggung jawab atas sekitar 2/3 dari korban sipil. Menteri Pertahanan Ashton Carter telah mengakui bahwa AS mempersenjatai dan menyediakan koalisi yang dipimpin Saudi. Pentagon juga telah mengungkapkan bahwa memberikan layanan intelijen, pengawasan, pengintaian dan informasi logistik kepada koalisi. Selain itu, laporan media telah mengungkap bahwa para pejabat militer Amerika berada dalam ruang perintah dan pengambil keputusan dalam pemboman Saudi, dan memiliki akses ke dalam daftar target. [Baca juga; PBB: 10.000 Anak Yaman Meninggal Setahun Terakhir Karena Penyakit]

Koalisi yang dipimpin Saudi tanpa putus terus melakukan pemboman ke negara termiskin di Timur Tengah selama lebih dari satu tahun hingga sekarang, termasuk Mesir, Yordania, Maroko, Sudan, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar dan Bahrain. Artinya, mereka semua harus juga dimasukkan ke dalam daftar hitam PBB atas kejahatan keji mereka.

Kejahatan_Saudi

Perlu diketahui bahwa bahwa perang yang mereka lancarkan di Timur Tengah tidak bermoral, gila dan mengerikan. Karena itu, PBB harus melaksanakan tugasnya dalam praktek atau risiko untuk cepat tanggap dan bertindak. Badan dunia harus terbuka menyatakan bahwa apa yng dilakukan Riyadh dan koalisinya di Yaman adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. [Baca juga; Motif Invansi Saudi di Yemen]

Dengan penolakan mereka untuk mengakhiri perang, dan lobi-lobi kuat mereka di PBB, para penghasut perang tidak dapat memberitakan impunitas dari penuntutan dan akuntabilitas internasional. Keputusan mereka untuk mengubah Yaman menjadi negara yang gagal tidak memiliki tujuan baik dan hubungan intim mereka dalam kejahatan perang dan pembunuhan tidak akan pernah terhapus dari memori. [ARN]

Iklan
  • Surat Terbuka Yusuf Muhammad ke Maaher Ath-Thuwailibi: Ajaran Membunuh Itu Fiqih Islam Mana?
  • Viral Video Emak-emak Fakfak bawa bendera merah putih
  • Sertifikat
  • Papua Bagian NKRI
  • Nadirsyah Hosen: Istilah Khilafah Tidak Ada dalam Alquran

1 Comment on Setelah Blacklist Arab Saudi, Apa Selanjutnya yang Dilakukan PBB?

  1. Arab Saudi kan lama tidak pernah perang. Lha karena didorong pihak ketiga (AS dkk) sekarang jadi mabuk perang. Pemboman asal saja, bahkan gentatan senjata masih membom. Ya begitulah jadinya!!

1 Trackback / Pingback

  1. Setelah Blacklist Arab Saudi, Apa Selanjutnya yang Dilakukan PBB? | Arrahmah

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: