News Ticker

MENANG TELAK! Perang ‘Sapi’ Jokowi-Ahok Vs Mafia Daging

Rabu, 08 Juni 2016,

SURABAYA, ARRAHMAHNEWS.COM – Momen puasa adalah momen langganan dimana harga-harga sembako melambung selangit di pasar-pasar, salah satunya harga daging yang masih di kisaran antara 110.000-120.000/Kg, padahal presiden Jokowi instruksikan kepada para menteri terkait untuk turunkan harga daging sapi hingga kisaran 80.000/Kg, tapi kenapa susah sekali harga daging itu turun? Ini lantaran jaringan mafia daging ‘Sapi’ sudah mengakar.

Ada sebuah tulisan menarik dari pegiat media sosial Yusuf Muhammad dalam akun facebooknya menulis tentang Jokowi, Ahok dan permainan mafia daging sapi, berikut tulisannya:

JOKOWI MENGINSTRUKSI, AHOK LANGSUNG BERAKSI

Sudah jadi kebiasaan tahunan, harga kebutuhan pokok dan daging sapi melambung tinggi saat Ramadhan. Fenomena ini sudah puluhan tahun terjadi di Indonesia, dan hingga saat ini masalah belum dapat teratasi seluruhnya. Perlu penanganan secara serius, mulai dari pemerintah pusat hingga pada pemerintah daerah setempat. (Baca juga: Perang Menteri Susi dengan Mafia Daging Sapi)

Kita tahu bahwa beberapa minggu lalu Presiden telah menginstruksikan terkait antisipasi lonjakan harga saat ramadhan. Presiden meminta bahwa harga daging sapi harus bisa turun dibawah Rp 80.000/Kg dengan cara apapun. (Baca juga: Analis : Bisnis Sapi PKS Menggurita)

Lantas apakah sekarang sudah turun?

Sebagian besar belum, karena masalah ini tidaklah mudah. Pemerintah sendiri masih berupaya, mungkin dalam seminggu atau dua minggu baru bisa dilihat bagaimana perubahannya. (Baca juga: Skakmat, Langkah Jokowi Matikan Kawan dan Lawan)

Menanggapi instruksi Presiden, Ahok-pun langsung ‘tancap gas’ dan beraksi

Disaat banyak daerah belum bisa menurunkan harga yang rata-rata masih dikisaran Rp 120.000/Kg, pemprov DKI Jakarta justru sudah dapat memberikan harga daging sapi murah Rp 39.000/Kg. Pembayaranya pun non-tunai untuk seluruh pemegang KJP, PHL dan PPSU. (Baca juga: Jokowi-Ahok Realita yang Membungkam Nalar)

Mengapa harus non-tunai? agar tepat sasaran dan data dapat ter-record

Pasar murahpun digelar di berbagai lokasi di Jakarta. Ada 20 titik lokasi yang digelar dari tanggal 04 Juni s/d 17 Juli 2016. Semua ini membuktikan bahwa Ahok serius menjalankan instruksi Presiden. Dia seakan mampu dengan cepat bersinergi atas apapun yang diinstruksikan oleh bosnya.

Apa yang dilakukan oleh Ahok juga bisa dibilang sebagai “pressure” dan “counterforce” bagi para oknum pedagang nakal dan spekulan, atau pihak-pihak yang suka memainkan harga di pasaran. Akan sangat efektif jika cara itu dilakukan di seluruh daerah lainya.

Ah….Pakde ini paling ‘soulmatenya’ koh Ahok, mereka berdua mudah banget bersinergi dan saling mendukung. Mereka kerjanya cepat dan selalu berorientasikan untuk kepentingan masyarakat. (Baca juga: Taktik ‘Gila’ Jokowi Pimpin Indonesia dan ‘Bajingan’ Ahok Pimpin DKI Jakarta)

Perlu dicatat, bahwa untuk menurunkan harga daging tidak cukup hanya dengan berdo’a, tapi perlu tindakan dan aksi nyata seperti yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta. Siapa dia? ya AHOK lah orangnya. (ARN)

Sumber: Akun Facebook Yusuf Muhammad

Iklan

1 Comment on MENANG TELAK! Perang ‘Sapi’ Jokowi-Ahok Vs Mafia Daging

  1. Mungkin Pemerintah sdh saatnya membentuk SubUnit-Sub Unit mulai Peternak/Penggemukan Sapi hingga ke pemasaran, Pilih Daerah yg strategis dan Pemerintah daerah dan masyarakat. Artinya Pemerintah harus mengontrol mulai dari Hulu hingga Hilir sampai ke pedagang.

1 Trackback / Pingback

  1. MENANG TELAK! Perang ‘Sapi’ Jokowi-Ahok Vs Mafia Daging | Arrahmah

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: