News Ticker

Washington, Riyadh, Tel Aviv Membully PBB

Minggu, 12 Juni 2016,

WASHINGTON DC, ARRAHMAHNEWS.COM – PBB seperti yang kita kenal , selalu memiliki setiap alasan untuk setiap keputusan kontroversial mereka.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon telah mengakui bahwa kecaman yang bertubi-tubi menghampirinya setelah menghapus Arab Saudi dan rekan-rekan kriminalnya dari daftar hitam pembunuh anak-anak Yaman adalah hasil dari tekanan langsung “donator kunci PBB” tersebut.

“Ini adalah salah satu keputusan yang paling menyakitkan dan sulit yang harus saya buat. Hal ini tidak dapat diterima bagi negara-negara anggota untuk memberikan tekanan yang tidak semestinya,” ungkap Ban kala itu.

Pada hari Senin hampir sepekan lalu, PBB telah memasukkan koalisi yang dipimpin Saudi ke dalam daftar hitam,dengan mengatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas 60 persen dari 1.953 anak-anak yang tewas atau terluka di Yaman tahun lalu. Tapi beberapa hari kemudian, PBB menghapus kelompok itu dari “daftar memalukan” tersebut. Langkah yang menuai badai kritik dari organisasi-oraganisasi hak asasi manusia yang mengatakan langkah itu “sangat memalukan”. (Baca juga: “Skandal Daftar Hitam” Ban Akui Dirinya Mendapat Tekanan Negara-Negara Arab)

UNbribedj


Ban telah mngakui kritik tersebut, menyatakan fakta bahwa penghapusan tersebut adalah karena Riyadh mengancam untuk menarik dana dari program PBB.

Tanpa mempolitisasi masalah ini, argumen yang sebenarnya adalah sederhana:

Bukti pelanggaran berat terhadap anak-anak di Yaman oleh koalisi yang dipimpin Saudi sangat banyak. Dan penghapusan penetapan mereka (dalam daftar hitam) adalah preseden yang merusak dan menjatuhkan kredibilitas PBB. Jika Arab Saudi dan mitra dalam kejahatannya ingin dihapus dari “daftar memalukan” itu, mereka seharusnya mengakhiri perang kotor, yang selalu mereka katakan sebagai perang proxy untuk melawan Iran itu. Tidak ada cara lain lagi untuk menghentikan pembunuhan anak-anak dan pemboman terhadap sekolah serta rumah sakit di Yaman yang telah dilakukan koalisi kriminal tersebut. (Baca juga: Guardian; PBB Khianati Anak-Anak Yaman Dengan Menghapus Saudi dari Daftar Hitam)

Adapun PBB, jelas bahwa badan dunia itu telah dirusak oleh kegagalan yang tak terhitung jumlahnya dan blunder internasional yang memalukan. PBB mengakui bahwa ia mengikuti diktat dari Riyadh, sebagaimana badan itu mengikuti diktat dari Washington dan Tel Aviv. Kemudian lagi, masalah uang Saudi mendanai program PBB hanya sebuah alasan. Banyak negara-negara anggota lainnya yang juga mendanai program PBB tapi belum pernah mencoba untuk menggunakannya sebagai alat untuk menggertak badan dunia itu sesuai dengan keinginan mereka. Selain itu, alasan sederhana lain, Israel tidak mendanai program-program seperti itu tetapi masih berhasil lolos bahkan memaksa PBB untuk mengikuti diktat nya sehubungan dengan masalah Palestina.

cz0juqsueaaammp
Semua ini adalah fakta yang membuat pernyataan Ban serta komitmen untuk hak asasi manusia PBB menjadi meragukan . Jika ini memang nilai penting, maka ini adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh semua negara anggota tanpa terkecuali, termasuk PBB itu sendiri. Pengecualian PBB atas tindakan-tindakan Riyadh, Washington dan Tel Aviv sangat jelas menunjukkan bahwa pembuat kebijakan PBB itu menerima begitu saja Bullying” yang dilakukan ketiganya dimana mereka bisa dengan seenaknya memberlakukan politik luar negeri yang bertentangan dengan PBB.

Selain itu, meskipun menuai badai kritik dari berbagai kelompok HAM, namun karena lobi tanpa henti dan promosi diri dari para perubah rezim dan penjahat perang, PBB tidak bersedia untuk mengorbankan hubungan ramahnya dengan Washington, Riyadh dan Tel Aviv. Sederhananya, semua yang dilakukan PBB adalah untuk memenuhi obsesi kepentingan anti-Iran dan anti-Rusia yang berbasis di Washington, Riyadh, dan Tel Aviv, dan mereka telah menggelontorkan jutaan dolar yang tak terhitung demi mempromosikan lobi-lobinya itu. (Baca juga: ‘Tukar Guling’ PBB Hapus Saudi dari Daftar Hitam Agar Amerika Bisa Jual Senjata)

Sudah menjadi rahasia umum bahwa permainan mereka adalah menggunakan HAM sebagai alat untuk membentuk persatuan kotor guna mengisolasi Iran dan Rusia, berusaha membawa mereka bertekuk lutut, memaksa mereka untuk menjadi penurut, dan menerima hegemoni persatuan kotor tersebut, atau dalam mimpi terliar dari perencana strategis mereka adalah untuk memaksa ” menurunkan rezim”.

Jadi, seperti yang terlihat, langkah terbaru PBB itu adalah bentuk kurangnya produk perhatian terhadap hak asasi manusia dan Program dana, dan lebih merupakan hasil dari dendam kebijakan luar negeri kolektif terhadap pemerintah Iran dan Rusia oleh lobi Amerika-Arab-Israel yang sangat kaya dan berpengaruh di kota New York yang melancarkan berbagai kampanye tekanannya.

2695535_max
Lebih ganjil lagi adalah, dalam semua pembicaraan tentang hak asasi manusia, PBB sama sekali mengabaikan bahwa AS adalah pedagang senjata utama ke Arab Saudi dan rezim-rezim otokratis tak terhitung lainnya yang terus-menerus secara rutin, dan cukup sistematis, melanggar hak asasi manusia orang-orang Yaman.

Di sini, hak asasi manusia hanyalah digunakan sebagai alat. Ini adalah klub nyaman PBB yang digunakan untuk memberi tekanan politik, ekonomi, dan diplomatik terhadap negara-negara independen, tetapi akan benar-benar diabaikan ketika hal itu sesuai agenda politik dan geopolitik Washington, Riyadh, dan Tel Aviv.

Kesimpulannya, masalah ini intinya adalah tentang kontrol. Ban mengatakan bahwa ia telah berada di bawah tekanan yang tidak semestinya untuk menghapus koalisi yang dipimpin Saudi dari daftar hitam dan ia sedih mengenai hal itu. Sekjen PBB itu harus menyadari bahwa tidak ada kaca yang terlalu sulit untuk dipecahkan. Saat ini ia masih memiliki waktu untuk memperbaikinya, melawan balik tekanan Riyadh, dan mengembalikan integritas badan yang dipimpinnya sebelum ia meninggalkan kantor.

korban kebrutalan Saudi di Yaman

Posisinya yang mengatakan penyesalan tidak akan menyelamatkan anak-anak Yaman dari imperialisme kemanusiaan yang dikerahkan untuk perubahan rezim yang sedang berlangsung. Ini sebenarnya lebih buruk daripada kedengarannya. Mustinya ia tahu persis mengenai hal ini. (ARN/FARS)

Iklan

1 Trackback / Pingback

  1. Washington, Riyadh, Tel Aviv Membully PBB | ISLAM NKRI

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: