Internasional

Dukungan Untuk Syekh Qassim Mengalir, Ratusan Orang Berjaga di Depan Rumahnya

Selasa, 21 Juni 2016

MANAMA, ARRAHMAHNEWS.COM – Ratusan pengunjuk rasa telah menghabiskan malam mereka di luar rumah ulama Syiah Bahrain paling menonjol, Syekh Isa Qassim, sebagai bentuk dukungan terhadapa ulama yang dicabut kewarganegaraannya, Senin (20/06) kemarin itu.

Sebuah gambar yang di posting di akun twitter aktivis hak asasi manusia Bahrain, Nabeel Rajab, pada hari Selasa dan dapat diakses di https://twitter.com/NABEELRAJAB menunjukkan demonstran tidur di luar rumah sang ulama, di desa Diraz, dekat ibukota Manama.

Di desa Juffair, pengunjuk rasa bentrok dengan pasukan keamanan yang menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan kerumunan. Keputusan rezim Bahrain telah menimbulkan kekhawatiran membludaknya pengunjuk rasa, serta timbulnya bentrokan berkelanjutan antara demonstran dan pasukan keamanan di pulau Teluk Persia kecil yang sudah sering menjadi tempat protes tersebut.

Pada hari Senin, pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di Diraz untuk melampiaskan kemarahan mereka setelah keputusan terhadap Syekh Qassim diumumkan. Beberapa dari mereka mengenakan kain kafan putih untuk menunjukkan kesediaan mereka mati demi pimpinannya.

Pasukan keamanan dikerahkan dan menutup desa, di mana ribuan demonstran melambaikan potret pemimpin agama mereka dan meneriakkan slogan-slogan menentang Raja Hamad.

Bahrain menuduh Sheikh Qassim menabur “sektarianisme dan kekerasan,” menyalahkannya karena protes yang telah berlangsung selama bertahun-tahun yang terjadi di negara itu hingga mencabut kewarganegaraannya.

Keputusan terhadap Sheikh Qassim ini menyusul suspensi kelompok oposisi utama Bahrain, al-Wefaq, yang kepala politiknya Sheikh Ali Salman sedang menjalani hukuman penjara sembilan tahun atas tuduhan menghasut kekerasan.

Bahrain, Rumah bagi Angkatan Laut AS Armada Kelima, berada dalam kekacauan sejak pemberontakan 2011 dimana mayoritas penduduk menuntut hak-hak sipil dan politik yang lebih besar daripada monarki yang didukung Saudi itu. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: