News Ticker

Mantan PM Irak: Al-Khalifa Seret Bangsa Bahrain dalam Perselisihan Sektarian

Rabu, 22 Juni 2016,

BAGHDAD, ARRAHMAHNEWS.COM – Mantan Perdana Menteri Irak, Nuri al-Maliki ,mengecam rezim al-Khalifa atas keputusan mencabut kewarganegaraan ulama Syekh Issa Qassim, dan mengatakan bahwa pemerintah Bahrain tengah menyeret negerinya menuju perselisihan sektarian.

“Mencabut kewarganegaraan seseorang seperti Syeikh Isa Qassim yang lahir dan hidup di Bahrain adalah tindakan berbahaya mendorong Bahrain menuju ketegangan agama,” kata Maliki dalam sebuah pernyataan, Selasa (22/06). (Baca juga: Dukungan Untuk Syekh Qassim Mengalir, Ratusan Orang Berjaga di Depan Rumahnya)

Ia memperingatkan konsekuensi yang harus dibayar oleh rezim al-Khalifa atas tindakan tersebut, dan meminta Manama untuk mencabut kembali keputusannya dalam upaya untuk menjaga persatuan Bahrain dan terus menghormati pemimpin agama.

“Jika para pejabat Bahrain tidak mematuhi prinsip-prinsip ini, maka bangsa Bahrain akan bertindak untuk menuntut hak-hak dasar mereka,”kata Maliki. (Baca juga: Jendral Soleimani: Kezaliman Terhadap Syeikh Qassim akan Guncang Rezim al-Khalifa Bahrain)

Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin bahwa ulama Syi’ah terkemuka di negara itu dilucuti kewarganegaraannya.

Setelah pengumuman itu, gerakan perlawanan Lebanon, Hizbullah, pada hari Senin menyerukan rakyat Bahrain untuk mengekspresikan kemarahan pada keputusan pemerintah atas kezaliman yang diberlakukan terhadap ulama terkemuka itu yang dicabut kewarganegaraannya itu, dan mengatakan bahwa hal itu akan membawa konsekuensi berat bagi kepemimpinan negara itu. (ARN)

Iklan

1 Trackback / Pingback

  1. Mantan PM Irak: Al-Khalifa Seret Bangsa Bahrain dalam Perselisihan Sektarian | Arrahmah

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: