NewsTicker

Bin Salman Tawarkan Beli Facebook 250 Miliar Dolar demi Kekang Aktivis Pro-Demokrasi

Senin, 27 Juni 2016,

WASHINGTON DC, ARRAHMAHNEWS.COM – Menurut surat kabar Arab Saudi, al-Okaz, Pangeran Mohammad Bin Salman, wakil putra mahkota dan menteri pertahanan termuda di dunia itu, menawar untuk bisa membeli jaringan sosial terbesar di dunia itu senilai hampir dua kali lebih banyak dari nilai harga jejaring sosial itu untuk saat ini. Para analis pasar percaya bahwa motivasi Saudi melakukan hal itu adalah untuk mencegah melonjaknya demonstrasi pro-demokrasi di kerajaan kaya minyak tersebut. (Baca juga: Raja Saudi Danai Kampanye PM Netanyahu Ternyata TIDAK HOAX)

zuckerberg-sauid-prince2-767x600


“Yang Mulia Pangeran Mohammad Bin Salman bertemu dengan co-founder Facebook, Mark Zuckerberg, pada hari Rabu untuk mengekspresikan ketidaksenangan Yang Mulia Raja Salman terhadap perusahaan Facebook karena membiarkan kelompok-kelompok terlarang untuk mengatur kegiatan kriminal mereka (melalui Facebook),” lapor Saudi Press Agency (SPA) saat pangeran flamboyan itu mengunjungi Washington DC. (Baca juga: Pangeran Muhammad bin Salman, “Si Penjudi Politik Yang Naif dan Sombong”)

Sementara itu, perusahaan investasi kontroversial yang berbasis di New York, Morgan Stanley Inc, yang membuat investasi 11,5 miliar dolar Amerika di Facebook Maret lalu atas nama perusahaannya sendiri maupun atas nama klien non-ASnya, membuat presentasi meyakinkan kepada anggota keluarga kerajaan Saudi itu di mana mereka menyatakan kesiapan perusahaan untuk membantu rezim Saudi mengakhiri protes pro-demokrasi yang terus meningkat sesegera mungkin. (Baca juga: Saudi Beli Media Barat 500.000 Dolar Pertahun Untuk Tutupi Kejahatannya)

Wael Ghonim, eksekutif pemasaran Google Inc di Mesir yang menyelenggarakan protes pro-demokrasi 2011 –via Facebook– di negara itu hingga berhasil menggulingkan diktator Mesir Hosni Mubarak, mengutuk keras tawaran Saudi tersebut.

“Dalam apa yang disebut sebagai taktik murni Wall Street Gordon Gecko, Raja Salman dari Arab Saudi telah memutuskan untuk membuat tawaran sebesar 250 miliar dolar untuk membeli Facebook. Sumber internal saya dalam kerajaan menunjukkan bahwa dia sangat marah dengan Mr Zukerberg karena memungkinkan pemberontakan pro-demokrasi untuk keluar kontrol. Dalam pertemuan pribadi antara Mark Zuckerberg dan Pangeran Mohammad Bin Salman, Zuckerberg diduga berjanji bahwa ia tidak akan mengizinkan halaman pemberontakan yang akan dibentuk di Facebook, “kata Wael Ghonim kepada Middle East News Agency (MENA). (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: