News Ticker

Menhan Saudi Kuras Uang Rakyat dan Kerajaan

Wakil Deputi Putra Mahkota Mohammad bin Salman

محمد بن سلمان جانشین ولیعهد و وزیر دفاع سعودی

Kamis, 14 Juli 2016,

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Mujtahid, whistle-blower Saudi di halaman Twitter-nya menulis pemerintah Saudi rata-rata perbulan meminjam 5,3 milayar dolar (20 milyar riyal Saudi), dan total pinjaman pemerintah Saudi dalam bentuk obligasi lebih dari 40 milyar dolar (150 milyar riyal Saudi). (Baca juga: GILA! Menhan Saudi Tawarkan 10 Juta Dolar Demi Tidur Semalam Dengan Kim Kardashian)

Mujtahid dalam kicauannya, mengatakan bahwa pinjaman mungkin menjadi penyebab dari “penurunan cadangan Arab Saudi di Amerika Serikat hingga 115 milyar dolar (435 milyar riyal), seperti yang dinyatakan oleh otoritas AS dalam pengumuman pada Maret lalu, dikutip dari situs berbahasa Arab Mepanoram. (Baca juga: Zionis Duduki Masjidil Aqsa, Kerajaan Saudi Duduki Masjidil Haram )

Whistle blower Saudi mengungkapkan, “selian itu, lembaga pemerintah dan semi pemerintah meminjam (Aramco, Saudi Airlines, listrik dll) lebih dari 16 milyar dolar hingga total utang mencapai 56 milyar dolar.

Dia juga mengatakan bahwa “Mohammad bin Salman (Wakil Deputi Putra Mahkota Saudi dan Menteri Pertahanan) telah mengakui bahwa sebagian besar cadangan Arab Saudi di Amerika Serikat telah diambil dengan rata-rata perbulan 30 milyar dolar (112 milyar riyal) sejak awal krisis minyak”.

Mujtahid juga menambahkan, “mereka selalu mengklaim bahwa cadangan Saudi lebih dari 3 triliun rial atau sekitar 800 milyar dolar. Klaim itu bohong atau Mohammad bin Salman telah menghabiskan cadangan Saudi sebesar 685 milyar dolar dan hanya menyisakan 115 milyar saja. (Baca juga; ISIS Ancam Serang Haramain, Benarkah?)

Selain itu, dia juga menyinggung “pengakuan Mohammad bin Salman yang menarik 30 milyar dolar perbulan (112 milyar Saudi), berdasarkan pengakuannya sendiri di Bloomberg (press release). Namun, sayangnya bagian ini tidak diterjemahkan di surat kabar Saudi Al-Arabiyah”.

Mujtahid mengingatkan, “pengeluaran keluarga kerajaan dimabil dari gaji, hadiah, minyak, dan biaya kehidupan dan perjalanan tetap tidak berubah”. Bahkan, “satu-satunya hal yang berubah traksaksi anak-anak mendiang Raja Abdullah kepada Mohammad bin Salman dan kroni-kroninya, serta Mohammad bin Nayef dan kroni-kroninya. Mereka tidak tunduk pada penghematan apapun”. [Baca juga; Kerajaan Saudi Perjual Belikan Haramain]

Bahkan Mujtahid mengungkap pemborosan biaya yang dikeluarkan kerajaan Arab Saudi untuk para pemimpin Arab, seperti Presiden Mesir Abdul Fatah El-Sisi dan biaya-biaya lain yang tidak disebutkan secara terperinci, yang tidak berkurang, bahkan bertambah besar seperti biaya yang dikeluarkan untuk mendukung salah satu colan presiden Amerika Serikat. (Baca juga: Pangeran Saudi; Riyadh Danai 20% dari Kampanye Presiden Hillary Clinton)

Mujtahid juga menekankan sejumlah pejabat di Departemen Keuangan Saudi menyatakan bahwa tekanan penggelapan keuangan, belanja mewah keluarga kerajaan dan penghamburan uang untuk Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi dan sejenisnya, telah menyebabkan Saudi tidak bisa membayar gaji, kecuali dengan terus meminjam.

“Banyak biaya yang tidak diungkap oleh berita Saudi, tapi sumber kami berada di antara mereka, seperti biaya pemilu untuk salah satu kandidat calon presiden AS”, ujarnya. (Baca juga: Pangeran Saudi: Muhammad bin Salman Penyebab Runtuhnya Saudi)

“Dan karena undang-undang Amerika tidak mengizinkan bantuan pihak ketiga dalam pemilu, Mohammed bin Salman menggunakan perusahaan AS untuk tujuan ini dan lari dari hukum”, tambahnya. “Meskipun ia sendiri masih meragukan kedua kandidat tersebut. Namun, ia telah menyuntikan dana besar untuk pencalonan Hilary Clinton”. (ARN)

About ArrahmahNews (16337 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Menhan Saudi Kuras Uang Rakyat dan Kerajaan | Arrahmah

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: