Berita Terbaru

Hillary atau Trump? Ancaman Perang Nuklir Dibalik Pemilu AS

 Sabtu, 30 Juli 2016

WASHINGTON DC, ARRAHMAHNEWS.COM – Banyak orang yang secara naif percaya bahwa mereka yang disebut “pertama kalinya dalam sejarah” adalah sesuatu yang baik. Apa bedanya itu jika nantinya Hillary Clinton membuat sejarah dengan menjadi wanita pertama yang memenangkan nominasi dari partai politik besar untuk jabatan presiden? Atau Donald Trump sebagai nominasi Partai Republik melalui cara yangjuga belum pernah terjadi sebelumnya? Keduanya adalah sama-sama orang-orang yang berbahaya bagi dunia. Orang yang bisa dengan mudah memulai perang nuklir.

Dengan Hillary Clinton menjadi pesaing wanita pertama untuk calon presiden dari partai politik besar, maka seperti biasa media mengangung-agungkannya dengan menyebut hal ini adalah yang pertama dalam sejarah. Benar, berhasilnya Hillary mengamankan nominasi adalah sejarah. Begitu juga cara Donald Trump menjadi nominasi Partai Republik karena ia adalah orang luar. (Baca juga:Masyarakat New York Berdemo Protes Donald Trump)

Tapi ini adalah rincian yang tidak relevan. Di masa lalu, pemilihan George W Bush sebagai presiden juga merupakan yang pertama dalam sejarah karena ayahnya George Herbert Bush juga telah menjadi presiden. Kemudian, Barack Obama, yang disebut membuat sejarah karena menjadi kulit hitam pertama yang menduduki Gedung Putih.

Istilah “membuat sejarah” ini sendiri sebenarnya tidak memiliki nilai. Pertanyaan sesungguhnya adalah apakah hal ini akan membawa perbedaan dalam kehidupan masyarakat Amerika atau tidak. Trump menggambarkan dirinya sebagai orang luar dan mencerca habis-habisan para elit seolah-olah ia adalah bagian dari kaum miskin. Padahal dia adalah penerima manfaat dari sistem korup yang sama yang membuatnya menghasilkan miliaran dolar. Fakta bahwa begitu banyak orang Amerika yang berbondong-bondong berpihak kepadanya menunjukkan bagaimana menyedihkan dan bodohnya kebanyakan orang Amerika. (Baca juga:Protes Tolak Hillary Terus Berlangsung diluar Konvensi Partai Demokrat)

Adapun Hillary Clinton, dia telah mencetak rekor ganda sebagai “pembuat sejarah” : wanita pertama serta istri dari mantan presiden.

Siapa yang lebih baik antara mereka berdua? mungkin lebih relevan untuk bertanya, siapa yang lebih rendah tingkat kejahatannya? Ini adalah pertanyaan yang dihadapkan kepada rakyat Amerika di hampir setiap pemilu. Hal ini mencerminkan bagaimana rusaknya sistem politik disana. Amerika bukan negara demokrasi! Negara itu adalah negara oligarki di mana rakyat yang dipimpin tak ubahnya seperti domba gembala yang dituntun untuk membuat tanda ‘X’ pada kertas suara dimana setelahnya mereka diberitahu bahwa mereka telah berpartisipasi dalam demokrasi.

Sebagaimana tulisan Harold Lasswell hampir satu abad yang lalu, orang-orang Amerika terlalu bodoh untuk diizinkan menentukan pilihan sendiri. Ini adalah pekerjaan dari elit yang tahu apa yang terbaik bagi mereka. Dan setelah bertahun-tahun, media korporasi dan sistem pendidikan Amerika telah benar-benar melakukan pekerjaan yang menyeluruh untuk membodohkan rakyat Amerika. (Baca juga:ARMAGEDDON! Amerika dan Dunia Dibawah Kepresidenan Hillary Clinton)

Tidak mengherankan, setidaknya 38 persen dari siswa Amerika berpikir Perancis berbatasan dengan Amerika! Tapi geografi bukan satu-satunya titik lemah mereka. Banyak pendukung Trump tidak tahu dimana mereka berpihak.

Ketika ditanya mengapa mereka mendukungnya jika mereka bahkan tidak tahu apa kebijakannya? respon mereka adalah dia tidak harus mengungkapkan kebijakan itu karena lawan-lawannya, dan sekarang mungkin hanya menjadi satu-satunya lawannya, yaitu Hillary, akan mencuri kebijakannya. (Baca juga:Pangeran Saudi; Riyadh Danai 20% dari Kampanye Presiden Hillary Clinton)

Trump mengatakan ia akan membuat Amerika menjadi lebih besar lagi. Ketika ditanya, bagaimana caranya, ia dengan mudah mengatakan, “saya akan, karena saya seorang pengusaha dan saya telah menghasilkan miliaran dolar.”

Hillary berada di kantong Wall Street sementara keduanya berada di kantong lobi Israel. Dengan demikian, maka tidak akan ada sedikitpun perbedaan apakah Hillary atau Trump yang menempati Gedung Putih.

Pertanyaan yang harus ditanyakan adalah: siapa yang akan menghancurkan Amerika dengan lebih cepat? Trump akan mengobarkan perang di luar negeri serta menghancurkan Amerika di dalam negeri. Ia cenderung untuk memulai perlombaan perang yang akan merobek struktur masyarakat Amerika.

hillary-clinton-vs-donald-trump-cartoon-598
Tetapi Hillary juga akan mengobarkan perang hanya saja ia akan berpura-pura membela minoritas di dalam negeri. Suaminya Bill Clinton juga berpura-pura menjadi seorang teman dari minoritas, tetapi dengan adanya banjir kekerasan baru-baru ini terhadap orang kulit hitam di Amerika, menunjukkan bahwa ini adalah sebuah mitos. (Baca juga:Demi Tuhan, Jangan Racuni Pikiranku Dengan Pemilu AS!)

Amerika adalah masyarakat yang terpecah belah oleh garis ras dan etnis. Terpilihnya Obama sebagai presiden sama sekali tidak memperbaiki kehidupan orang kulit hitam, sebaliknya, fakta membuktikan mereka bahkan telah menjadi kurang aman.

Dalam enam bulan pertama tahun lalu, 465 orang kulit hitam ditembak dan dibunuh oleh polisi. Pada periode yang sama tahun ini, 559 orang kulit hitam telah ditembak dan dibunuh. Memiliki seorang presiden kulit hitam di Gedung Putih telah tidak membuat perbedaan apapun untuk kehidupan rakyat Amerika kulit hitam. (Baca juga:Analis; Rusia Akan Jadi Topik Panas Dalam Pemilu AS)

Dengan demikian, orang-orang yang berpikir bahwa Hillary tidak akan menjadi lebih jahat, sedang membodohi diri mereka sendiri. Keduanya, Trump dan Hillary sangat berbahaya bagi Amerika serta dunia. Bahkan, tidak dapat dikesampingkan bahwa terlepas dari siapapun yang menjadi presiden, mereka bahkan akan sangat mungkin memulai perang nuklir dengan konsekuensi bencana bagi seluruh dunia.

Dunia baru saja menjadi tempat yang jauh lebih berbahaya untuk ditinggali. Bersiaplah untuk melihat awan jamur (hasil bom nuklir) di langit didekatmu! (ARN)

Sumber: Crescent International Magazine

About ArrahmahNews (8896 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on Hillary atau Trump? Ancaman Perang Nuklir Dibalik Pemilu AS

  1. Perang nuklir…..??? Kecuali kalau ada Presiden yang telah berubah ingatan (gila). Baik AS atau Rusia, maupun negara nuklir lainnya tak akan ada yang berani menekan tombol bom nuklir. Mereka menyadari bahwa perang nuklir berarti dunia luluh lantak. Punya senjata nuklir untuk gengsi saja dan alat penggertak !!

    Suka

1 Trackback / Pingback

  1. Media AS Kecam Partai Demokrat Agar Hentikan Salahkan Putin | VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: