Berita Terbaru

Mengungkapkan Kebodohan Arab Saudi dan Kelicikan Inggris

#PerangYaman

Sabtu, 30 Juli 2016

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Surat kabar Inggris “The Economist” menegaskan bahwa pemerintah Inggris saat ini “memasok, mempersenjatai, dan memelihara ratusan pesawat Arab Saudi yang berpartisipasi dalam serangan udara di Yaman”, dalam mendukung peran yang dimainkan oleh Amerika, Perancis dalam agresi yang dilancarkan oleh koalisi pimpinan Saudi.

Perusahaan senjata Barat dengan persetujuan pemerintah, mereka memberikan “intelijen dan dukungan logistik serta pengisihan bahan bakar untuk melakukan sorti setiap hari yang melebihi kampanye udara Rusia di Suriah. Ada perbedaan. Pilot Rusia dalam melakukan misi tempur di Suriah berkoordinasi dengan pemerintah Damaskus dan atas mandat PBB. Sementara, Barat dalam melakukan misi tempur tidak atas nama koalisi Saudi di Yaman. Pemerintah mereka juga bukan anggota resmi koalisi yang ikut berperang di Yaman.

Kehadiran mereka, termasuk di kamar operasi Riyadh dan persenjataan presisi-pandu mereka, harus dipastikan memegang aturan perang untuk melindungi warga sipil. Tapi studi lapangan menunjukkan data sebaliknya. Amnesty Internasional dalam laporannya pada bulan Mei, menyatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas ribuan kematian warga sipil atas serangan udara brutal selama 16 bulan. Dewan HAM PBB, Human Rights Watch dan Oxfam menemukan bukti bahwa bom curah Inggris dan Amerika Serikat telah mendokumentasikan penggunaan penggunaan persenjatan Barat di sejumlah pasar, pusat medis, gudang, pabrik, masjid, dan sekolah.

Salah satu analis mengatakan bahwa penggunaan senjata konvensional menyeret keterlibatan Barat dalam kejahatan perang. dan menambahkan, “Saya memiliki bukti bahwa Saudi telah menggunakan bom curah buatan Inggris”. [Baca juga; Analis : Arab Saudi Berperang Atas Nama Washington di Yaman]

Stop_Bombing_Yemen_Now

Perang yang dilancarkan oleh aliansi Saudi di Yaman, telah menguntungkan London “Sejak kampanye pengeboman dimulai pada Maret 2015, Arab Saudi telah menghabiskan 2,8 miliar poundsterling untuk membeli senjata dari Inggris, menjadikannya pasar senjata terbesar bagi Inggris, menurut angka pemerintah, yang telah dianalisis sebelum kampanye melawan perdagangan senjata. Dan Amerika lebih dari itu.” [Baca juga; Kemenlu Iran: Tindakan Saudi di al-Serari Yaman adalah Genosida]

The Economist melaporkan bahwa dukungan Barat pada rezim Saudi dalam invansi ke Yaman, mungkin dimaksudkan untuk “mengurangi murka Arab Saudi atas perjanjian nuklir yang dicapai antara Amerika Serikat dan kekuatan dunia lainnya dengan meringankan sanksi terhadap Iran”. Selain perang darat dan pengepungan laut dan udara yang dipimpin oleh Arab Saudi, telah menghancurkan infrastruktur negara termiskin di dunia Arab, dan menyebabkan gelombang pengungsi lebih dari dua juta serta seperempat dari penduduk Yaman dari 26 juta jiwa berada diambang kelaparan. Badan-badan kemanusiaan internasional telah memperingatkan bahwa eksodus pengungsi dengan menyeberangi Laut Merah dan Laut Mediterania dalam waktu dekat akan terjadi.

Negosiasi yang bertujuan mengakhiri perang, yang dilanjutkan pada tanggal 16 Juli di Kuwait, berakhir dengan kebuntuhan. Kuwait sebelumnya mengancam akan mengusir kedua delegasi jika mereka gagal mencapai kesepakatan. Mantan Presiden Yaman, Abd Rabbo Mansour Hadi bersih keras menginstal pemerintahan sendiri, dan menolak proposal utusan PBB untuk pembagian kekuasaan.

Delegasi yang didukung Saudi untuk pembicaraan damai Yaman yang ditengahi PBB di Kuwait mengatakan akan meninggalkan pembicaraan pada hari Sabtu (30/7), menandakan runtuhnya perundingan empat bulan dengan gerakan Ansarullah yang ditengahi PBB. [Baca juga; Blokade Kemanusiaan dan Kelaparan, Senjata Baru Saudi Tundukkan Rakyat Yaman]

Sementara, gerakan Ansarullah dan Kongres Umum Rakyat mantan presiden Ali Abdullah Saleh pada Kamis (27/7) bersama-sama mengumumkan mendirikan dewan 10-anggota. Seorang juru bicara PBB di Kuwait, utusan dari organisasi internasional Ould Cheikh Ahmed dijadwalkan bertemu dengan delegasi dari partai nasional pada hari Jumat (29/7) dan dengan duta besar dari 18 negara yang mendukung proses perdamaian di Yaman. [ARN]

 

About ArrahmahNews (9613 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: