Berita Terbaru

Erdogan Bisa Lebih Sadis dari Saddam dan Muammar Qadafi

Jum’at, 5 Agustus 2016

JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – Berdasarkan informasi yang diterimanya dari Turki, Direktur Fethullah Gulen Chair, Ali Unsal, mengkaim tidak tertutup kemungkinan pemerintahan Recep Tayip Erdogan dapat mengarah seperti pemerintahan Saddam Husein di Irak ataupun Muamar Qadafi di Libya.

Indikasi awal dapat terlihat lewat bagaimana Erdogan melakukan penangkapan terhadap pihak-pihak yang dianggap kritis kepada pemerintahan.

Menurut Ali, berdasarkan kabar terbaru, setidaknya ada 10 orang yang ditangkap lantaran kedapatan melakukan kritik terhadap pemerintahan Erdogan melalui media sosial, Twitter.

Sementara dari aspek politik, keberhasilan Erdogan menjadi Perdana Menteri untuk ketiga kalinya pada 2011 membuat pendiri Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) itu menjadi begitu berkuasa.

Pada saat itu, Partai AKP, yang merupakan partai berkuasa, berhasil menang di Pemilu dengan raihan 327 kursi di Parlemen (49 persen). Atas hasil ini, Erdogan menjadi satu-satunya Perdana Menteri Turki yang berhasil memenangi Pemilu selama tiga kali berturut-turut.

Ali menuturkan, bahkan bukan tidak mungkin, jika kondisi ini bertahan, maka Erdogan bisa seperti Saddam Husein di Irak atau Muammar Khadafi di Libya.

“Sekarang mungkin kondisinya (Turki) akan lebih jelek dari (pemerintahan) Saddam Husein, tapi kenapa dia (Erdogan) bisa menang tiga kali, kenapa 49 (persen)? Saya jawab, kalau dia tunggu dua atau tiga tahun lagi, mungkin bisa 90 atau 99 (persen), sama seperti Saddam atau seperti Khadafi (di Libya),” tutur Ali saat mengunjungi Kantor Republika, Jalan Warung Buncit No.37, Jakarta Selatan, Kamis (4/8).

Bahkan, Ali menilai, meskipun digelar Pemilihan Umum, Erdogan masih bisa terus berkuasa. Bahkan, Ali menyebut, masih ada kemungkinan praktek manipulasi di Pemilu tersebut.

”Di sisa waktu Saddam, juga sempat ada pemilihan, ada Pemilu. Waktu itu dia (Saddam) menang dengan 99 (persen). Bisa saja sama. Sekarang sama (di Pemerintahan Erdogan). Di pemilunya (Erdogan) juga ada main-main, ada manipulasi,” tutur Ali.

Presiden Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa Gulen adalah dalang di balik kudeta 15 Juli lalu. Erdogan pun meminta AS mengekstradisi Gulen. Namun hingga kini permintaan Turki belum dikabulkan Paman Sam.

Ali Unsal, menyatakan, berdasarkan berita-berita dan informasi yang diterimanya, Presiden Turki, Recep Tayip Erdogan, memang berencana untuk menghancurkan Hizmet di seluruh dunia.

Hizmet merupakan sebutan untuk para pengikut ulama asal Turki, Fethullah Gulen yang dinilai Erdogan sebagai aktor intelektual percobaan kudeta gagal di Turki beberapa waktu lalu.

Menurut Ali, saat ini, Erdogan merasa sudah menang lantaran sudah bisa menghancurkan Hizmet di dalam negeri Turki sendiri. ”Sekarang Erdogan pikir, dia sudah menang. Dia pikir dia sudah berhasil menghancurkan Hizmet di Turki,” tuturnya Ali kala berkunjung ke Kantor Republika, Jalan Warung Buncit No.37, Jakarta Selatan, Kamis (4/8). [ARN]

About ArrahmahNews (8886 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: