News Ticker

Pembebasan Aleppo Berarti Hancurnya Mimpi AS Pengaruhi Situasi Suriah

Sabtu, 06 Agustus 2016,

MOSKOW, ARRAHMAHNEWS.COM – Amerika Serikat telah meminta Rusia dan pemerintah Suriah untuk menarik kembali operasi militer mereka terhadap kelompok-kelompok oposisi bersenjata Suriah. Dalam sebuah wawancara dengan Sputnik, analis militer Ivan Konovalov menjelaskan hal ini adalah wujud kegagalan sepenuhnya dari aksi Washington beserta sekutunya, di Suriah dan di wilayah lain di Timur Tengah.

Sebagai ganti atas hal itu, Menteri Luar Negeri AS John Kerry berjanji untuk menekan oposisi Suriah, sementara Rusia juga harus menahan diri, serta mendesak Damaskus supaya melakukan hal yang serupa. (Baca juga: Analis Militer: Sukses Pasukan Suriah di Aleppo, Kartu Kemenangan Pembicaraan Jenewa)

“Kebijakan mereka adalah kegagalan dalam segala bidang, terutama karena mereka tidak memiliki rencana aksi yang jelas yang bisa dijadikan landasan, sementara tujuan Rusia jelas, sebagaimana cara-cara untuk mencapainya, Angkatan Udara, Tentara Suriah dan proses negosiasi. ‘Rekan-rekan’ (Barat) kami hanya cemburu atas keberhasilan Rusia, “kata Ivan Konovalov sebagaimana dikutip Sputnik Rabu (03/08) lalu.

Militer Rusia dan otoritas Suriah telah mendirikan sejumlah koridor kemanusiaan di sekitar Aleppo untuk warga sipil, dan bagi pejuang teroris yang bersedia untuk menyerahkan diri, sebagai bagian dari operasi kemanusiaan yang diluncurkan pada tanggal 28 Juli. (Baca juga: HEBAT! Pasukan Suriah Gagalkan Serbuan Teroris di Aleppo, 800 Militan Tewas)

Mengomentari kritik AS atas operasi kemanusiaan ini sekitar Aleppo, Konovalov mengatakan bahwa itu sebenarnya justru mencerminkan niat damai dari Moskow dan Damaskus yang ingin memberikan kesempatan bagi militan yang bersembunyi di kota yang terkepung itu untuk bergerak keluar dan mengakhiri perang di mana semua orang ingin membunuh satu sama lain.

“Membunuh semua orang adalah apa yang benar-benar diinginkan al-Nusra, Daesh dan kelompok militan sekutu mereka yang digambarkan oleh Amerika sebagai ‘oposisi moderat’. Dan ditembak jatuhnya helikopter Rusia yang terbaru kemarin membuktikan bagaimana sesungguhnya yang disebut ‘oposisi moderat ‘ itu,” kata Ivan Konovalov kepada Sputnik.

(Baca juga: Teroris Gunakan Warga Sipil Aleppo Sebagai Perisai Manusia)

Ia mengatakan seruan AS kepada Rusia dan Damaskus untuk menahan diri dari setiap kemajuan lebih lanjut terhadap pasukan teroris, berasal dari keinginan Washington untuk mencegah kekuatan-kekuatan ini dari menguasai Aleppo, karena hal ini akan mengubah arah perang di Suriah.

“Jika Aleppo sampai jatuh, ini akan menjadi pukulan serius bagi Turki, yang telah mendukung kelompok-kelompok teroris ini. Ini juga berarti kegagalan sepenuhnya rencana Amerika untuk mempengaruhi situasi di Suriah, “kata Ivan Konovalov dalam kesimpulannya.

(Baca juga: Tentara Suriah Terus Bebaskan Daerah-daerah di Aleppo)

Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, mengatakan pekan lalu bahwa Moskow dan Damaskus telah melancarkan operasi kemanusiaan besar-besaran di Aleppo, membuka tiga rute pelarian bagi warga sipil dan satu untuk militan yang ingin meletakkan senjata.

Pada saat ini pusat Aleppo dikuasai oleh pasukan pemerintah Suriah, sementara sekitar 250.000 warga sipil dikhawatirkan terjebak di distrik-distrik bagian timur yang dikuasai pemberontak.

Sementara itu, pertempuran sengit terus meningkat di kota yang diperebutkan tersebut dalam beberapa hari terakhir. (ARN)

About ArrahmahNews (12566 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on Pembebasan Aleppo Berarti Hancurnya Mimpi AS Pengaruhi Situasi Suriah

  1. Kali ini AS kewalahan menundukan “negara setan” musuhnya, mirip jatuh mental seperti di perang Vietnam dulu. Kuncinya karena Pres. Obama yang ahli hukum kalah taktik strategi musuh Pres. Putin yang ahli intelejen. Jelas akan mencoreng sejarah pemerintahan Obama yang akan dikenang sepanjang masa.

1 Trackback / Pingback

  1. Gagal untuk Maju, Teroris Terpaksa Mundur Serang Pasukan Suriah | VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: