Berita Terbaru

Tuduhan atas Houthi adalah Upaya Mengkriminalisasi Gerakan Perlawanan

Sabtu, 06 Agustus 2016,

SANA’A, ARRAHMAHNEWS.COM – Sebuah laporan PBB yang merinci pelanggaran kemanusiaan dari semua sisi tidak boleh mengurangi perhatian dari dampak serius serangan udara koalisi yang dipimpin Saudi terhadap Yaman. Hal ini diungkap analis politik Catherine Shakdam kepada Radio Sputnik.

“Para ahli pemantauan sanksi PBB di Yaman telah menulis sebuah laporan kepada Dewan Keamanan yang merinci pelanggaran hukum humaniter internasional yang dilakukan oleh semua pihak yang terlibat konflik,” demikian dilaporkan Reuters pada hari Kamis.

(Baca juga: Brutalnya Serangan Saudi di Lahij, 15 Warga Sipil Tewas dalam Kondisi Mengerikan)

Dokumen rahasia 105 halaman itu melaporkan bahwa koalisi militer yang dipimpin Saudi telah membom rumah penduduk, dan bahwa pemberontak Houthi telah menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia.

Analis politik Catherine Shakdam kepada Radio Sputnik mengatakan, bahwa sementara laporan mengkritik semua pihak dalam konflik, hambatan terbesar untuk perdamaian yang sesungguhnya adalah kampanye pemboman yang dilakukan koalisi pimpinan Saudi, yang dimulai pada bulan Maret tahun 2015 dengan tujuan memulihkan kekuasaan untuk mantan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

(Baca juga: Syekh Adnan: Para Sayyid dan Habaib Jadi Sasaran Pembunuhan dan Pembakaran Tentara Saudi)

“Houthi adalah gerakan perlawanan dengan legitimasi politik de facto karena mereka mewakili kehendak rakyat,” kata Shakdam, Direktur Program untuk Shafaqna Institute for Middle Eastern Studies.

Laporan PBB mengatakan bahwa pemberontak Houthi mengalihkan jutaan dolar dari bank sentral Yaman untuk mendukung kampanye militer mereka. Shakdam menjawab bahwa Houthi dibenarkan mengambil uang untuk melakukan perang melawan musuh negara dengan cara yang jauh lebih besar. (Baca juga: Sekjen PBB Prihatin atas Pembunuhan Anak-Anak Yaman Oleh Saudi)

“Segala sesuatu yang dilaporkan PBB sekarang adalah seputar apa yang didengar. Saya tidak mengatakan bahwa mereka tidak tahu apa yang mereka bicarakan, tapi apa yang saya katakan adalah, kita hanya bisa sedikit saja mempercayainya. “

“Apa yang Anda lihat adalah gerakan perlawanan bertindak atas bank sentral untuk melakukan tugasnya dan mendanai upaya perang melawan kekuatan penjajah yang datang untuk menyerang Yaman,” katanya.

(Baca juga: Tentara Saudi Gunakan Cara-cara ISIS Hancurkan Masjid dan Makam Sufi di Yaman; VIDEO)

Shakdam mengatakan bahwa Houthi adalah gerakan perlawanan yang mampu menahan pemboman koalisi pimpinan Saudi karena memiliki dukungan dan legitimasi dari rakyat.

“Anda tidak akan mungkin mempertahankan gerakan itu jika entah bagaimana, tidak ada dukungan  rakyat didalamnya,” kata Shakdam, “Ada keinginan untuk mengkriminalisasi gerakan perlawanan. Houthi, gerakan perlawanan, ada untuk membela rakyat,” tegas Shakdam.

Shakdam mengungkap bahwa pasukan koalisi yang dipimpin Saudi tidak mengizinkan bantuan sampai kepada orang-orang yang membutuhkannya. Saudi menentukan siapa yang menerima bantuan atas dasar agama dan persuasi politik.

“Semua itu disaksikan langsung (dan dilihat) oleh PBB. Dan masyarakat internasional tidak mengatakan apa-apa.”

Pada Februari 2015 Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi mengundurkan diri atas desakan rakyat, dan Houthi mengambil alih kendali atas kota terbesar, serta ibukota negara, Sana’a. Hadi lantas mencabut pengunduran dirinya setelah melarikan diri ke Aden, dan kemudian tiba di ibukota Saudi, Riyadh, pada Maret 2015.

Arab Saudi kemudian melancarkan perang terhadap Yaman sejak akhir Maret 2015 dalam upaya untuk mengembalikan kekuasaan Mansour Hadi dan melemahkan gerakan Houthi Ansarullah, yang mengambil alih urusan negara setelah Hadi mengundurkan diri.

Namun alih-alih menargetkan pusat-pusat militer Houthi, serangan Saudi justru selalu menyasar ke perumahan warga dan fasilitas publik rakyat Yaman. Sebuah laporan PBB yang diproduksi pada bulan Januari “mendokumentasikan 119 serangan udara koalisi Saudi yang berkaitan dengan pelanggaran hukum kemanusiaan internasional.”

Dalam laporan terbaru, PBB mengatakan bahwa lebih dari satu tahun perang yang dilancarkan Saudi atas Yaman telah memberi para ekstremis teroris seperti ISIS dan Al-Qaeda untuk meningkatkan operasi mereka di negara itu. Menurut laporan itu, teroris ISIS telah menerima masuknya sejumlah uang tunai, dan al Qaeda telah meningkatkan bom pinggir jalannya. (ARN)

About ArrahmahNews (9640 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Dibalik Inisiatif Perdamaian yang Diajukan Kerry, Houthi Tolak – VOA ISLAM NEWS
  2. Kupas Tuntas Revolusi Yaman (Bagian Pertama) | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: