Berita Terbaru

Kronologi Petempuran Aleppo Dalam 24 Terakhir; VIDEO

Senin, 8 Agustus 2016

SURIAH, ARRAHMAHNEWS.COM – Pertempuran sengit hari ini di Aleppo, antara pasukan pemerintah (SAA) dengan dua kelompok militan terus berkobar, berikut ulasan perang yang dalam 24 jam terakhir;

Jembatan_Aleppo

Jembatan yang menghubungan dua daerah dikuasai pasukan pemerintah.

  1. Pengepungan tentara pemerintah atas militan yang terjebak belum berhasil dipatahkan oleh para pemberontak, meskipun pada 7 Agustus para pemberontak dari setiap sisi telah terhubung, tetapi berada di bawah penembakan konstan dan bombardir, dan tidak bisa memanfaatkan akses tersebut.
  2. Para pemberontak mulai putus asa dalam mematahkan pengepungan, karena kuatnya gempuran pasukan pemerintah dan serangan udara Rusia.
  3. Para pemberontak kehilangan 30-50% anggotanya yang tewas selama pertempuran.
  4. Kemajuan pemberontak sejak 6 Agustus kembali dapat dipatahkan pasukan pemerintah.
  5. Pasukan SAA merebut jembatan startegis yang menghubungan dua daerah (lihat garis di peta).
  6. Akademi militer yang sebelumnya direbut pemberontak kembali dikuasai pasukan pemerintah.
  7. Pasukan gerakan perlawanan Hizbullah dan Rusia terlibat dalam pertempuran sengit dengan para pemberontak.
  8. Pasukan Suriah dan serangan udara Rusia berhasil menghancurkan tank-tank musuh.
  9. Serangan udara Rusia juga menargetkan tempat-tempat berkumpulnya para pemberontak (lihat video di bawah).
  10. Kerugian yang diderita pasukan pemerintah relatih lebih rendah.
  11. Bala bantuan untuk memperkuat pasukan pemerintah telah memasuki medan tempur.
  12. Kelompok ekstrimis Nureddin Zenki penggal bocah 12Tahun, dipastikan terlibat dalam pertempuran.
  13. Pasukan pemerintah menemukan peralatan radar yang digunakan para pemberontak di Aleppo sama dengan jenis yang digunakan oleh Turki.

Fakta paling penting dari pertempuran hari ini terkait laporan dari kelompok ‘pemberontak’, terutama Jaysh al-Islam dan FSA yang mengklaim telah mematahkan pengepungan, adalah palsu. Sementara dua kelompok pemberontak telah terhubung antara Aleppo selatan dan barat. Namun, penembakan SAA dan sorti dari pasukan udara sekutu, yang begitu kuat telah membuat mereka tidak bisa menggunakannya.

Selain ini, gambar di sebagian besar peta perang pada 7 Agustus, sulit untuk dipastikan kebenarannya dan belum diverifikasi, karena serang intens dari pasukan pemerintah ke posisi pemberontak yang membuat musuh sulit untuk maju,  sumber-sumber di medan perang melaporkan pada kantor berita SANA.

Dari pantauan real di medan tempur, terlihat jelas bahwa berita pemberontak mematahkan pengepungan adalah propaganda, dan pola-pola ini biasanya dilakukan musuh sebagai perang psikis untuk menurunkan mental pasukan pemerintah. Gambaran yang lebih baik bisa disaksikan beberapa jam setelah matahari terbenam pada tanggal 7 Agustus.

Dari ini, kita harus hati-hati dalam membuat laporan terkait kondisi pertempuran terakhir di Aleppo. Mengenai laporan pengepungan yang rusak, tampak bahwa laporan ini sengaja menyesatkan, prematur, atau disalahartikan. Apa yang terjadi adalah beberapa kelompok telah berhasil mengambil posisi bukan meruntuhkan pengepungan. Rekaman Video jelas memperlihatkan bahwa kelompok itu tidak sedang dikepung, kemudian berhasil mematahkannya, tetapi mereka masuk dari luar, mendekati rute yang sesuai dengan jalan raya 62, 60, dan M5.

Peta_Perang_Aleppo

Peta perang pada 8 Agustus 2016.

Pemberontak merencanakan penurunan kekuatan penuh, sekitar 20.000 jihadis akan dikerahkan untuk melawan dan mematahkan pengepungan pasukan pemerintah. Sekitar 20.000 jihadis berusaha berkumpul dekat distrik Sukkari, Aleppo selatan, sementara pemberontak yang terkepung mencoba menekan dari pinggiran Al-Rashadin, Hikmah, dan Mushrifah, jalan M5. Ini terlihat pada peta, dan antara titik-titik yang disebutkan terdapat instalasi listrik, yang telah menjadi subyek dari banyak liputan media berbahasa Arab.

Kelompok-Kelompok-Jihadis-Yang-Terlibat-Pertempuran

Kelompok-kelompok militan yang terlibat pertempuran di Aleppo.

Komandan SAA memiliki keuntungan strategis yang signifikan dalam mengelola jalannya situasi. Karena pemberontak dari kelompok Jaysh al-Islam dan FSA dalam kondisi kurangnya pasokan logistik maupun senjata. Tentu, kondisi ini tidak tepat untuk memberi tekanan pada pasukan pemerintah, karena mereka hanya punya pilihan mati atau bertahan.[ARN]

Sumber; Fort Russ.

 

About ArrahmahNews (9613 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: