Berita Terbaru

Saiful Huda: Jahatnya Syahwat Berkuasa dalam Kasus Archandra

Selasa, 16 Agustus 2016,

ARRAHMAHNEWS.COM, BANDUNG – Seorang Penulis sekaligus Advokat dari Bandung, *Saiful Huda EMS memberikan analisa menarik tentang jahatnya syahwat berkuasa dalam kasus Archandra tahar, berikut tulisannya:

SYAHWAT BERKUASA

Presiden Jokowi menghadapi gelombang protes besar yang tidak hanya datang dari kubu mereka yang bersebrangan politik dengan Presiden Jokowi, tetapi juga gelombang protes dari sebagian para pendukungnya sendiri terhadap kontroversi dwi kewarganegaraan Archandra Tahar. Olehnya Presiden Jokowi memberhentikan menteri ESDM Archandra Tahar. Peristiwa ini saya pikir merupakan sebuah langkah yang bijak dan taktis, karena bagaimanapun Presiden Jokowi harus mendengar dan mempertimbangkan suara rakyatnya baik yang selama ini mendukung atau yang bersebrangan dengannya. Selain itu dalam kaidah fiqh juga dinyatakan, bahwa mencegah kerusakan sebaiknya lebih didahulukan daripada berbuat kebaikan (Dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashaalih).

Selanjutnya, hal yang perlu kita cermati disini adalah peran dari Badan Intelijen Negara (BIN) kita. Mereka ke depan seharusnya lebih cepat dan tepat dalam memberi masukan atau informasi pada Presiden. Jangan sampai hal-hal yang sensitif dan yang sudah ramai diributkan dalam masyarakat, baru kemudian dipelajari dan diinfokan oleh BIN kepada Presiden. Akibatnya kejadian pemberhentian Menteri ESDM Archandra Tahar ini mau tidak mau, suka tidak suka akan menciderai kewibawaan dari institusi Pemerintahan Pusat atau Presiden itu sendiri. Publik akan mulai berpikir, kok presiden seperti plin-plan, baru kemarin mengangkat menteri dan sekarang sudah memberhentikannya? Kok Presiden seperti kecolongan karena diserobot oleh kekuatan asing melalui lingkaran orang atau institusi terdekatnya? Berbagai spekulasi politik dan hipotesa ceroboh serta asumsi liar yang berbaur dengan fitnah akan berkembang secara cepat di masyarakat.

Menjaga kewibawaan Negara dan Institusinya sudah menjadi kewajiban kita bersama sebagai Rakyat Indonesia yang mensyukuri kemerdekaannya. Jika wibawa Pemerintahan Pusat telah runtuh, maka berarti sudah setengah dari keruntuhan wibawa negeri kita, disinilah celah politik bagi kekuatan negara asing itu akan masuk dan akan terlibat untuk mengendalikan berbagai arah kebijakan politik, ekonomi, pendidikan dan kebudayaan kita. Berbagai negara di berbagai belahan dunia telah bergejolak. Perang antar negara dan kawasan sudah terjadi. Masing-masing negara atau kawasan berebut pengaruh dari negara atau kawasan lainnya. Kebijakan politik internasional kita yang aktif dan bebas serta yang selama ini terlibat aktif dalam gerakan non blok akan memudar jika sampai negara kita berada dalam pengaruh dan kendali negara tertentu, kita harus bersama mencegahnya.

Presiden Jokowi sangat mengerti dan memahami semua ini, karena itulah Presiden Jokowi mengakhiri kontroversi dwi kewarganegaraan Menteri ESDM Archandra Tahar yang berkembang liar di tengah masyarakat, dengan cara memberhentikan Archandra Tahar. Keputusan ini sangatlah pahit dan berat mengingat Indonesia sangat krisis dengan Sumberdaya Manusianya. Sedangkan satu orang jeniusnya yang sudah diangkatnya menjadi menteri dipaksa berhenti oleh sebagian rakyatnya sendiri. Entah sampai kapan bangsa ini bersedia menghormati dan menghargai anak-anak bangsa terbaiknya, atau memang begitulah syahwat berkuasa dari sebagian elit politik dan kepentingan jahat para mafia pebisnis selamanya akan memukul atau mengganggu siapa saja yang tak bersedia mengakomodir syahwat berkuasanya? Semoga kita segera tampil menjadi bangsa yang tercerahkan. Wallahu a’lam bissawab. Merdeka!. (ARN). * Bandung, 16 Agustus 2016. Saiful Huda Ems (SHE). Advokat dan pemerhati masalah politik dan sosial.

About arrahmahnews (8002 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Advokat Saiful Huda EMS: Jahatnya Syahwat Berkuasa dalam Kasus Archandra | VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: