Berita Terbaru

AS Kaji Pembebasan Hambali dari Guantanamo, Malaysia Menentangnya

Selasa, 23 Agustus 2016,

MALAYSIA, ARRAHMAHNEWS.COM – Narapidana terorisme asal Indonesia, Hambali, tengah dalam proses pengkajian oleh otoritas Amerika Serikat (AS) untuk bisa bebas dari penjara Guantanamo. Untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir, Hambali muncul dalam persidangan di Kuba. (Baca juga: Polisi Hungaria Perlakukan Pegungsi Bak Hewan, inilah ‘Guantanamo’ Baru di Eropa : Video)

Pemerintah Malaysia menyatakan tidak setuju kalau Encep Nurjaman alias Hambali akan dilepaskan dari tahanan militer Amerika Serikat di Guantanamo, Kuba, yang dijalankan oleh Amerika Serikat (AS). Hambali minta dibebaskan dari Penjara Guantamo setelah ditahan satu dekade.

Hambali alias Riduan Isamuddin alias Encep Nurjaman dituduh mendalangi pengeboman di Bali pada tahun 2002 yang menewaskan lebih dari 200 orang. Dia ditangkap di Thailand pada tahun 2003. (Baca juga: Karen Armstrong; Aksi Terorisme tidak Ada Hubungannya dengan Islam)

Pria asal Indonesia ini dianggap AS sebagai pemimpin Jemaah Islamiyah (JI) dan berhubungan dengan al-Qaeda. Dia adalah salah satu dari 61 tahanan yang masih mendekam di Penjara Guantanamo.

Permohonan Hambali untuk bebas dari Penjara Guantamo diajukan dalam sidang pengadilan di AS, pekan lalu.

Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia, Nur Jazlan Mohamed, mengatakan bahwa Hambali kemungkin masih memiliki pengaruh yang kuat terhadap beberapa militan JI di Indonesia dan Malaysia.

”Kelompok ini mungkin masih memiliki pengikut dan kemungkinan penantian untuk bebas Hambali guna menghidupkan kembali gerakan itu,” kata kepada wartawan, hari Senin (23/8/2016), selatan negara bagian Johor.

”Jika dibebaskan dari penjara, kehadirannya bisa jadi napas (untuk) kehidupan baru terorisme di wilayah tersebut,” ujarnya, seperti dikutip Malaysia Kini. (Baca juga: Polisi Diraja Malaysia Sahkan Wahabi Ajaran Terorisme)

Meskipun Hambali warga Indonesia, namun dia tinggal di Malaysia selama hampir dua dekade. Menurut Nur Jazlan, Hambali terlibat dalam rencana pendirian kamp JI di Malaysia.

“Hambali menyatakan tidak punya dendam kepada AS,” tegas perwakilan militer itu, sembari menyebut kliennya hanya ingin hidup damai.

“Dia percaya Amerika memiliki keberagaman dan sistem kekuasaan, yang lebih baik dari kediktatoran. Dia menyatakan tidak ingin yang lain, selain melanjutkan hidupnya dan damai. Dia berharap untuk menikah lagi dan memiliki anak untuk dibesarkan,” imbuh pernyataan itu, seperti dilansir media Singapura, Straits Times.

Menanggapi pernyataan itu, perwakilan pemerintah AS menyatakan perlawanan. Disebutkan pemerintah AS bahwa Hambali masih memiliki pengaruh terhadap narapidana lain dan mempromosikan jihad dengan kekerasan saat ibadah salat dan dalam ceramahnya di dalam penjara.

“Dia kemungkinan besar akan mencari cara untuk berkomunikasi kembali dengan para pengikutnya atau menarik pengikut baru jika dia dipindahkan dari Guantanamo Bay,” demikian pernyataan perwakilan pemerintah AS, sembari menyinggung bahwa adik Hambali, Rusman Gunawan, kini menjadi anggota jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Persidangan ini digelar di tengah upaya Presiden Obama untuk mengosongkan Guantanamo Bay, yang rencananya akan ditutup total. Hingga kini, tersisa 61 narapidana di Guantanamo, yang banyak dijuluki ‘tahanan selamanya’. Panel persidangan pada Kamis (18/8) itu, belum menjatuhkan keputusan apapun soal nasib Hambali di Guantanamo. Proses penilaian Periodic Review Board bisa memakan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.  (ARN)

About ArrahmahNews (11808 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

2 Comments on AS Kaji Pembebasan Hambali dari Guantanamo, Malaysia Menentangnya

  1. Perlu kiranya Hambali dikirim ke Indonesia, untuk diadili akibat terornya di Indonesia, dan dieksekusi seperti teman-temannya.

    Suka

  2. betul .. ekstradisi ke indonesia biar di eksekusi hukuman mati

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: