Berita Terbaru

BOCOR! Dibantu Arab Saudi, Putra Mahkota Abu Dhabi Coba Lancarkan Kudeta

Kamis, 25 Agustus 2016,

ABU DHABI, ARRAHMAHNEWS.COM – Sultan bin Khalifa al-Nahyan, putra penguasa Abu Dhabi, mengungkap bahwa pamannya, Mohammed bin Zayed bin Sultan, Putra Mahkota Abu Dhabi dan Deputi Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA, telah merencanakan kudeta terhadap ayahnya, dimana kudeta itu telah direncanakan melalui kerja sama dengan Arab Saudi namun menemui kegagalan. (Baca juga: UEA Bantu Pangeran Mohammed Bin Salman Rebut Tahta Kerajaan Saudi)

Situs berita Sada al-Masirah mengutip ucapan Sultan bin Khalifa yang mengungkapkan adanya upaya kudeta itu dalam pertemuan pribadi dengan sang pangeran pada hari Rabu (24/08) kemarin.

“Sejak Mohammed bin Salman diangkat sebagai putra mahkota Saudi, pertemuan antara dia dan paman saya Mohammad bin Zayed telah meningkat dan pertemuan-pertemuan ini menunjukkan hubungan yang mendalam di antara mereka dan saya memiliki intellijen yang menunjukkan bahwa ada alasan lain di balik perjanjian antara kedua belah pihak, Saudi dan UEA, “katanya. (Baca juga: Tak Bisa Rampas Minyak! Negara Qatar, Saudi, Eropa, AS Kacaukan Suriah)

Sultan bin Khalifa juga mengungkap bahwa kemitraan UEA dalam perang melawan Yaman berakhir setelah janji kosong Arab Saudi untuk memberikan kontrol atas Aden ke UEA.

Selain itu, sebelumnya seorang mantan karyawan kerajaan pada tahun 2015 juga pernah mengatakan bahwa di tengah pemberontakan Musim Semi Arab tahun 2011 seorang pangeran senior di Uni Emirat Arab telah merancang siasat kudeta istana untuk menggulingkan pemimpin negara itu dan mengubah negara otokratis Teluk Persia itu menjadi monarki konstitusional. (Baca juga: TERBUKTI! Dokumen Rahasia Ungkap Uni Emirat Persenjatai Teroris di Yaman)

Sheikh Hamdan bin Zayed al-Nahyan, putra keempat dari pendiri negara Sheikh Zayed, adalah pangeran paling senior yang terlibat dalamsiasat licik tersebut dimana upaya itu kemudian dihentikan oleh saudaranya yang lebih kuat, putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed al-Nahyan dan Menteri Dalam Negeri Saif bin Zayed al-Nahyan.

Seorang mantan manajer investasi Inggris yang secara pribadi bekerja dengan Sheikh Hamdan selama 18 bulan dari awal musim semi 2011 mengatakan tentang rencana sang pangeran pada kondisi anonimitas. Sumber itu mengatakan mereka ingin mengungkapkan plot karena mereka kecewa dengan UEA, terutama karena sengketa bisnis yang memaksa mereka untuk meninggalkan negara itu pada akhir musim panas tahun 2012.

Adanya upaya kudeta ini juga dikonfirmasi oleh mantan eksekutif perbankan senior Inggris yang bekerja di UAE dari sebelum kemerdekaan negara itu pada tahun 1971 sampai saat ini dan yang memiliki, dan masih mempertahankan, kontak teratur dengan para bangsawan profil tinggi dari tujuh emirat tersebut. (Baca juga: HEBOH! Hacker Sebarkan Password Perbankan Keluarga Kerajaan Qatar)

Laporan kerusuhan di kalangan elite kerajaan di UEA merusak kesan bahwa negara kecil kaya minyak itu adalah bagai lautan ketenangan di kawasan yang penuh gejolak. (ARN)

About ArrahmahNews (11430 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: