News Ticker

Politisi: Operasi Turki di Suriah Bukan untuk Usir ISIS

Jum’at, 26 Agustus 2016,

ANKARA, ARRAHMAHNEWS.COM – Kepemimpinan Turki telah menyatakan bahwa operasi militer di Suriah utara dirancang untuk mengeluarkan Daesh/ISIS dari Jarablus, namun serangan itu diluncurkan “tepat setelah” pasukan Kurdi memastikan kemenangan besar di wilayah tersebut. Hal ini diungkapkan Idris Baluken, politisi dari Partai Demokratik Rakyat pro-Kurdi (HDP) kepada kantor berita Sputnik, Kamis (25/08), menambahkan bahwa ini menunjukkan tujuan sebenarnya dari Ankara.

“Nama dari serangan ini, Operation Euphrates Shield (Operasi Perisai Efrat), menunjukkan bahwa kegiatan ini ditujukan terhadap orang-orang Kurdi, orang-orang dari Rojava,” yang juga dikenal sebagai Kurdistan Barat,” katanya. (Baca juga: Pasukan Khusus Turki Masuk ke Suriah Untuk “Melawan ISIS”)

Politisi Turki itu menunjuk waktu diluncurkannya kampanye pada Rabu pag, dimana hal itu terjadi setelah Pasukan Demokratik Suriah, yang sebagian besar terdiri dari pejuang Kurdi, mendorong militan keluar dari wilayah-wilayah strategis di kota tersebut.

“Pertama, mereka (SDF) membebaskan Manbij. Kemudian mereka memotong komunikasi antara Jarablus dan Raqqa,” ibukota de facto kekhalifahan ISIS,” katanya. “Tepat setelah itu Ankara membuat keputusan untuk meluncurkan operasi militer di Jarablus. Mengapa Turki setuju-setuju saja dengan kehadiran ISIS (di wilayah tersebut) selama bertahun-tahun sebelumnya? Tujuan sebenarnya dari Ankara sudah jelas,” tegasnya. (Baca juga: Eksodus Besar-besaran ISIS dari Manbij)

Politisi itu bersikeras bahwa FSA yang mengambil bagian dalam Operasi Perisai Efrat memiliki ideologi yang sama seperti ISIS, menambahkan bahwa FSA sebagian besar terdiri dari pejuang front al-Nusra dan Ahrar al-Sham. Rusia dan banyak negara lain menganggap kelompok-kelompok ini sebagai organisasi teroris yang terlarang.

Idris Baluken lebih lanjut mengatakan bahwa Turki secara de facto telah menjadi pihak yang bertanggung jawab atas perang Suriah. Ia menambahkan bahwa Presiden Recep Tayyip Erdogan dan AKP “sengaja” menyeret negara itu ke dalam “perang terberat” di Timur Tengah. (Baca juga: Dokumen Rahasia yang Ditemukan Mengungkapkan Dukungan Turki Untuk Teroris)

Kepemimpinan Turki tidak mendapatkan persetujuan dari parlemen sebelum membuat keputusan untuk memulai operasi. “Tidak ada diskusi diadakan pada masalah ini karena parlemen dalam masa reses,” tambahnya. “Partai yang berkuasa saat ini memanfaatkannya untuk mengerahkan pasukan ke Suriah.”

Politisi itu juga mengatakan bahwa operasi Turki ini akan merusak upaya masyarakat Kurdi yang bertujuan untuk mencapai otonomi dan penentuan nasib sendiri di Suriah utara. (ARN)

About ArrahmahNews (12574 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Pejuang Wanita Kurdi “Angelina Jolie” Tewas Dalam Pertempuran Melawan ISIS – VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: