Berita Terbaru

Cegah Ekstrimisme, Sunnah-Syiah Kompak Hancurkan Superioritas Arab Saudi dan Wahabi

Jum’at, 16 September 2016,

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Hanya dalam waktu satu bulan terakhir, kerajaan Saudi telah ditantang oleh dua mazhab utama dalam Islam, yaitu Sunni dan Syiah. Kedua Mazhab itu sama-sama mengecam superioritas keagamaan yang selama ini diklaim oleh negara Saudi, dan mengutuk ideologi wahabi yang merusak, memecah belah, dan menebar sektarianisme di seluruh dunia. Hal ini disampaikan oleh Sharmine Narwani seorang Komentator dan analis geopolitik Timur Tengah dalam artikel terbarunya yang diangkat Russia Today, Kamis (15/09).

Narwani menyebut bahwa hal ini terlihat pada hasil pertemuan ulama-ulama Sunni di Chechnya yang mengeluarkan sekte wahabi dari Sunni. Konferensi ini menyatakan bahwa ideologi Wahabi yang merupakan ideologi resmi kerajaan Arab Saudi dan Qatar dan menjadi dasar bagi gerakan-gerakan radikal atas nama Islam di seluruh dunia itu bukanlah termasuk bagian agama Islam. Tak lama setelah pukulan pertama untuk Saudi tersebut, dalam pidatonya yang paling konfrontatif, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei pekan lalu saat pesan Haji tahunan mencerca ketidakadilan yang telah dilakukan kerajaan Wahabi Saudi terhadap para jama’ah haji, terutama saat tragedi Mina yang mengerikan tahun lalu. (Baca juga:Konferensi Aswaja; Salafy Wahabi Telah Hancurkan Chechnya Dengan Dalih Jihad)

mutamar-chech2
Sekitar 200 ulama Sunni atau lebih dari Mesir, Afrika Selatan, India, Eropa, Turki, Yordania, Yaman, dan Rusia dalam konferensi di Chechnya itu memperingatkan, “adanya deformasi berbahaya yang di bangun dari upaya ekstremisme untuk menghancurkan Islam dari dalam.

“Dunia Muslim saat ini sedang dalam pengepungan teror, yang dipimpin oleh ideologi menyimpang yang mengklaim diri mreka sebagai otoritas keagamaan dan membunuh atas nama Islam. Jadi partisipan pertemuan Grozny telah berkumpul, atas undangan presiden Chechnya, untuk membuat “perubahan besar dalam rangka membangun kembali makna sebenarnya dari Sunni,” tulis Narwani.

Dan hasil akhir dari komunike tersebut adalah, bahwa kelompok ulama Ahlussunnah wal Jama’ah ini memiliki pesan yang sangat khusus bagi dunia Muslim yaitu, “Wahhabisme – dan takfirisme yang terkait dengannya – tidak lagi diterima sebagai bagian dari Sunni”. (Baca juga: Syaikh Azhar: Ideologi Wahabi adalah Ular Beracun dalam Islam)

Dan pukulan terbesar untuk Saudi menjadi terasa keras dan telak ketika mufti agung Al Azhar Mesir sebagai pusat utama untuk studi teologi Sunni di dunia Islam, Imam Ahmed al-Tayeb, turut berpartisipasi dalam konferensi tersebut.

احمد الطیب، شیخ الازهر مصر،

Tahun lalu, Tayeb mengecam tren ekstremis dalam pidatonya mengenai terorisme, ia mengecam “interpretasi korup” teks-teks agama dan meminta semua umat Islam untuk mewaspadai kecenderungan menuduh umat Islam lain menjadi kafir. Dan Wahhabisme adalah ideologi yang paling sering mensponsori tren ini secara global. (Baca juga: Mufti Al-Azhar; Wahabi, ISIS dan terorisme Hasil konspirasi Kerjaan Saudi)

Arab Saudi adalah satu negara penyumbang terbesar puluhan ribu masjid Wahhabi, sekolah, ulama dan publikasi Islam yang tersebar di seluruh dunia Muslim. Banyak dari mereka, menjadi pusat untuk perekrutan teroris. Biaya penyebaran paham Wahabisme menurut Narwani telah mencapai hampir 100 miliar dolar atau lebih dalam tiga dekade terakhir.

Pukulan dari Sunni tampaknya tidak sampai disitu saja, pada hari Jum’at, tepat saat ritual ibadah haji akan dimulai, harian al-Akhbar Lebanon menerbitkan dokumen berupa data dari Kementerian Kesehatan Saudi yang sangat mengejutkan. Data Rahasia itu berisi fakta bahwa 90.000 jama’ah Haji telah meninggal saat ritual suci itu dalam 14 tahun terakhir. Angka yang jauh lebih besar dari yang pernah diakui kerajaan. Menimbulkan pertanyaan akan kelayakan Saudi sebagai “Penjaga” Haramain. (Baca juga: TERUNGKAP! Bocoran Dokumen Sebut Akibat Salah Penanganan, 94.000 Jama’ah Haji Tewas dalam 14 tahun)

Mideast Saudi Hajj Stampede
Tapi bahkan sebelum dokumen-dokumen ini menjadi konsumsi publik, panggilan agar Saudi melepaskan administrasi mereka atas ritual yang menjadi hak seluruh umat Islam itu telah datang dari Iran dan dari negara-negara lain. Tepat satu tahun yang lalu, tragedi Mina menjadi bencana paling mematikan dalam sejarah haji. Alih-alih menjadikan mereka yang tewas dan terluka sebagai agenda prioritas mereka, otoritas Saudi justru meenunjukkan arogansinya dengan menyembunyikan korban, mengecilkan jumlah korban tewas, memblokir upaya internasional untuk menyelidiki, memaksa keluarga jama’ah Haji membayar untuk pengambilan jenazah, menyangkal kesalahan dan menolak untuk meminta maaf atas bencana yang terjadi.

Menurut data resmi pemerintah Saudi pada saat itu, total jumlah korban mencapai 769 orang tewas dan 934 luka-luka. Namun menurut database yang bocor sekarang menunjukkan bahwa angka-angka itu adalah sebuah kebohongan besar. Menurut statistik Departemen Kesehatan Saudi sendiri, korban tewas pada kenyataannya lebih dari 10 kali lipat, dengan lebih dari 7.000 jama’ah haji tewas. (Baca juga: Saudi Tidak Perbaharui Korban Insiden Mina Untuk Selamatkan Putra Mahkota)

Tapi yang paling mengganggu dari semuanya adalah cara di mana Saudi memperlakukan para jama’ah yang wafat dan terluka. Gambar-gambar yang muncul dari Mina setelah terjadinya bencana menunjukkan otoritas Saudi menyekop mayat-mayat dengan kendaraan semacam truk penggali, kemudian membuang mereka di tumpukan seolah-olah mereka adalah karung pasir. Para petugas kerajaan wahabi itu tampaknya tidak peduli bahkan untuk memastikan apakah semua korban telah tewas atau jangan-jangan ada yang masih hidup. (Baca juga: VIDEO Terbaru Tragedi Mina, Betapa Kejamnya Tentara Saudi!)

screenshot
Narwani dalam artikelnya mengungkap adalah dibenarkan bagi Iran untuk marah karena banyak dari jama’ahnya menjadi korban, namun begitu ia juga mengungkap bahwa Al-Akhbar punya cerita lain, korban terbanyak dari insiden Mina menurut statistik dokumen yang bocor adalah dari pihak Sunni Mesir, Pakistan, Indonesia dan negara-negara lain yang bahkan melampaui jumlah korban tewas dari Iran.

4f2aa70d-5ccb-4545-8b91-e2bcd9ef3d76
Narwani menjelaskan bahwa pasca diserang dari dua sisi yang berbeda, kecaman Khamen’i dan konsesus Chechnya, Mufti Saudi Abdulaziz Al-Sheikh sebagai perwakilan otoritas Wahabi Saudi kemudian seolah ingin menyerang balik, dengan membenturkan kasus ini ke arah isu sektarian. Ia mendeskripsikan orang-orang Iran sebagai negara kafir dan musuh Sunni. (Baca juga: Pertama Kali setelah 35 Tahun, Mufti Radikal Saudi Sheikh Abdul Aziz Tak Sampaikan Khotbah Haji)

“Tapi, dengan melempar isu sektarian itu, tampaknya kerajaan Saudi mungkin akhirnya mencapai batas mereka. Dalam beberapa hari setelah pernyataannya, dengan mengutip “alasan kesehatan,” Mufti Saudi itu telah dipecat dari menyampaikan khotbah Haji dimana khutbah tersebut telah disampaikannya selama 35 tahun berturut-turut,” jelas Narwani.

Mengapa berhenti sekarang? sepertinya Saudi tidak memiliki kemampuan untuk bertarung dengan Iran.

Apa yang membuat Riyadh berhenti padahal kerajaan itu begitu ingin menggagalkan keberhasilan revolusi Islam populis Iran sejak tahun 1979, dan sudah melakukan segala cara demi hal itu sejak awal?

Saudi telah lama kehilangan kemampuan untuk perang dingin. Kerajaan yang ingin menang dengan menghalalkan segala cara ini kemudian melepaskan setan dari takfirisme di seluruh Timur Tengah dan Afrika Utara. Wahabisme yang mendanai dan mengaktifkan prajurit-prajurit jihad bermunculan di Suriah, Irak, Yaman dan tempat lain di mana Saudi dan rekan seideolog mereka mencari kepentingan hegemonik.

pikiran-wahabi
Dan kurangnya strategi koheren telah menarik Saudi tenggelam dalam rawa-rawa buatannya yang sekarang telah mengelilingi perbatasan mereka (Irak, Bahrain, Yaman), menguras kemampuan mereka dan mengosongkan kas negara.

Serangan ke Yaman karena berani menentang otoritas Saudi, telah berubah menjadi sebuah bumerang, 18 bulan lamanya perang tak kunjung usai. 10.000 lebih kematian, tuduhan kejahatan perang, proliferasi teror jihad dan masuknya pasukan Yaman ke wilayah Saudi menjadi sakit kepala tersendiri bagi Riyadh.

pasukan-yaman
Peran utama Riyadh dalam destabilisasi Suriah dan Irak telah mengakibatkan pembunuhan massal sektarian yang telah memusnahkan dunia Muslim, membuka kedok keterlibatan Saudi dan musuh galvanisnya.

Semua hal ini telah meruntuhkan pengaruh politik, ekonomi dan keagamaan Saudi di panggung Internasional.

Pada tahun 2010, Arab Saudi masih bisa menyeberang perbatasan dengan damai sebagai kekuatan-broker, bekerja sama dengan Iran, Suriah, Turki, Qatar dan lain-lain untuk memecahkan masalah di tempat-tempat utama di kawasan. Namun di tahun 2016 ini, setelah kerajaan itu mengubur dua rajanya, mereka mengabaikan pendekatan terukur untuk kebijakan luar negerinya, dan memilih untuk memeluk kegilaan Takfiri yang kemudian mengosongkan pundi-pundinya.

sunni-shia-unity_519892783547
Ratusan ribu yang tewas dalam ‘kegilaan Saudi’ ini sebagian besar adalah Muslim dan sebagian besar adalah Sunni. Seiring dengan bangunnya dunia Muslim menghadapi kenyataan mengenai negara mengerikan ini, seperti para ulama Sunni/Ahlussunnah wal Jamaah di Grozny, mereka tidak akan mengecam Teheran, tetapi justru akan melepaskan diri dari Riyadh. Dan menulis bab terakhir dari sebuah sekte menyimpang yang disebut WAHABISME. (ARN)

Silahkan bergabung di channel http://telegram.me/arrahmahnews untuk dapatkan update berita terbaru.

About ArrahmahNews (9559 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

8 Trackbacks / Pingbacks

  1. Cegah Ekstrimisme, Sunnah-Syiah Kompak Hancurkan Superioritas Arab Saudi dan Wahabi | Arrahmah
  2. Cegah Ekstrimisme, Sunnah-Syiah Kompak Hancurkan Superioritas Arab Saudi dan Wahabi | ISLAM NKRI
  3. Kompak Cegah Ekstrimisme, Sunnah-Syiah Hancurkan Superioritas Arab Saudi dan Wahabi – VOA ISLAM NEWS
  4. Saudi Tanpa Tirai; VIDEO | ISLAM NKRI
  5. Video “Saudi Tanpa Tirai”, Telanjangi Kekejian Kerajaan Bani Saud – VOA ISLAM NEWS
  6. Video “Saudi Tanpa Tirai”, Telanjangi Kekejian Kerajaan Bani Saud | ISLAM NKRI
  7. Perkuat Persatuan Islam, Rusia Selenggarakan Forum Muslim Internasional – VOA ISLAM NEWS
  8. Perkuat Persatuan Islam, Rusia Selenggarakan Forum Muslim Internasional | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: